Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB
Harga Minyak Dunia Ambles 7 Persen, Drama AS-Iran Guncang Pasar Energi
Iran siap "membakar" kapal yang melintas, mengancam jalur perdagangan minyak utama. Dunia kini bersiap menghadapi guncangan harga komoditas yang tak terelakkan.
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia anjlok karena klaim Trump mengenai kemajuan dialog dengan Iran, meskipun Iran membantah adanya percakapan tersebut.
  • Minyak Brent turun drastis lebih dari 7 persen menjadi 104 dolar AS per barel, sedangkan WTI merosot 6,9 persen ke 91,4 dolar AS per barel.
  • IEA menyatakan gangguan pasokan konflik ini lebih besar dari krisis 1970-an, menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz.

Suara.com - Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Senin setelah Presiden Amerika Serikat AS, Donald Trump, mengisyaratkan adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran yang berpotensi mengakhiri konflik di Timur Tengah. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh negara dengan ibu kota Teheran itu.

Menukil CNN, minyak mentah Brent, patokan global, turun lebih dari 7 persen menjadi sekitar 104 dolar AS per barel, setelah sempat anjlok lebih dari 13 persen. Sebelumnya, harga Brent sempat melonjak di atas 114 dolar AS per barel pada hari yang sama.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga merosot 6,9 persen ke level 91,4 dolar AS per barel, setelah sebelumnya bergerak di kisaran 100 dolar AS.

Meski mengalami penurunan tajam, harga minyak masih bertahan lebih dari sepertiga lebih tinggi dibandingkan sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.

"Dengan senang hati saya melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

Trump juga menyebut telah menginstruksikan Departemen Perang AS untuk menunda semua serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan catatan bergantung pada hasil perundingan yang sedang berlangsung.

Presiden AS Donald Trump menuding NATO sebagai pengecut dan macan kertas karena tak mau membantu membuka Selat Hormuz. [X/Potus]
Presiden AS Donald Trump menuding NATO sebagai pengecut dan macan kertas karena tak mau membantu membuka Selat Hormuz. [X/Potus]

Namun, Iran membantah adanya dialog dengan Washington. Pemerintah Teheran menyebut klaim Trump sebagai upaya untuk menekan harga energi sekaligus mengulur waktu, menurut laporan media yang berafiliasi dengan pemerintah dan mengutip kementerian luar negeri Iran.

Perubahan sikap Trump ini tergolong drastis. Dua hari sebelumnya, ia sempat mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul tak lama setelah ia berbicara soal kemungkinan mengakhiri perang.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan akan membalas setiap serangan terhadap infrastruktur energinya dan bahkan mengancam menutup Selat Hormuz tanpa batas waktu.

baca juga

"Jika Anda menyerang listrik, kami akan menyerang listrik," kata IRGC.

Iran juga mengancam akan menargetkan infrastruktur energi dan komunikasi Israel, serta fasilitas pembangkit listrik di negara-negara kawasan yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.

Ketua Parlemen Iran, Mohammed Baqer Qalibaf, bahkan menyebut bahwa jika ancaman Trump direalisasikan, maka fasilitas minyak di Timur Tengah akan menjadi "target yang sah" untuk dihancurkan.

Situasi ini membuat pasar energi global tetap diliputi ketidakpastian. Badan Energi Internasional (IEA) menyebut gangguan pasokan akibat konflik ini bahkan lebih besar dibandingkan krisis minyak pada 1970-an.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, mengatakan setidaknya 44 aset energi di sembilan negara mengalami kerusakan berat. Ia juga menegaskan bahwa dampak krisis ini melampaui krisis energi akibat perang Rusia-Ukraina pada 2022.

"Dan bukan hanya minyak dan gas, beberapa jalur vital ekonomi global, seperti petrokimia, pupuk, belerang, dan helium, perdagangannya semuanya terganggu, yang akan berdampak serius bagi ekonomi global," kata Birol.

Menurutnya, solusi utama untuk meredakan krisis adalah membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, yang saat ini terblokade dan menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

IEA pun telah berkoordinasi dengan sejumlah negara, termasuk Kanada dan Meksiko, untuk meningkatkan produksi minyak. Selain itu, negara-negara anggota juga telah sepakat melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis guna menahan lonjakan harga.

"Jika diperlukan, kita dapat memasok lebih banyak minyak ke pasar, baik minyak mentah maupun produk olahan," pungkas Birol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Harga Minyak Dunia Makin Terbang Imbas Iran Mau Tutup Selat Hormuz Tanpa Batas Waktu

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 08:16 WIB

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

Minyak Dunia Memanas: Brent Tembus USD 112 di Tengah Eskalasi Perang Iran-AS

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:38 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×