Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 30 Maret 2026 | 10:50 WIB
IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
baca 10 detik
  • Pada Senin (30/3/2026), IHSG di BEI dibuka terkoreksi 1,08% dipicu tren *risk-off* bursa Asia terkait konflik AS-Iran.
  • Koreksi didorong faktor global meliputi perpanjangan aksi militer AS dan blokade Selat Hormuz oleh Iran.
  • Investor disarankan waspada dan menerapkan strategi *wait and see* sambil menunggu data inflasi domestik dan AS.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka terkoreksi pada perdagangan Senin (30/3/2026) pagi.

Pelemahan ini sejalan dengan tren bursa saham di kawasan Asia yang cenderung menghindari aset berisiko (risk-off) akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah memasuki pekan kelima.

IHSG mencatatkan penurunan sebesar 76,53 poin atau 1,08 persen ke posisi 7.020,53. Selaras dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga merosot 1,53 persen ke level 707,96.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memprediksi pergerakan indeks akan cenderung melemah dalam rentang support 6.938 dan resistance 7.260. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelemahan, sementara RSI mulai mendekati area jenuh jual (oversold).

“Pergerakan IHSG awal pekan kami perkirakan masih terbatas dengan kecenderungan melemah,” jelas Oktavianus.

Sementara, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, juga mengamini potensi koreksi tersebut dengan rentang pergerakan support di 7.059 dan resistance di 7.136.

Sejumlah faktor global menjadi pemberat IHSG pada awal pekan ini:

Perpanjangan Aksi AS terhadap Infrastruktur Energi Iran: Washington memperpanjang aksi militernya hingga 6 April 2026, yang diperparah dengan pengerahan 10.000 pasukan tambahan.

Blokade Selat Hormuz: Garda Revolusi Iran (IRGC) memperketat pengawasan kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya menyalurkan 15-20 juta barel minyak per hari.

baca juga

Lonjakan Harga Minyak Global: Harga minyak mentah Brent dan WTI bertahan di atas 100 dolar AS per barel, tertinggi sejak 2022. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi global yang dapat memaksa bank sentral menahan suku bunga tinggi lebih lama.

Ketidakstabilan Politik AS: Munculnya aksi demonstrasi besar-besaran "No Kings" di 3.000 titik wilayah AS menentang kebijakan Presiden Donald Trump menambah lapisan risiko terhadap stabilitas kebijakan ekonomi global.

Di dalam negeri, pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Teheran. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Iran telah memberikan izin bagi dua kapal tanker Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, untuk melintasi Selat Hormuz.

Meski begitu, kapasitas kedua kapal tersebut hanya setara dengan kebutuhan BBM nasional selama 1 hingga 1,5 hari, yang menggarisbawahi rapuhnya ketahanan energi domestik terhadap gangguan pasokan global jangka panjang.

Analis menyarankan investor untuk tetap waspada dan menerapkan strategi wait and see sembari menunggu rilis data inflasi Indonesia, data tenaga kerja (payroll) AS, serta kebijakan mitigasi krisis BBM dari pemerintah.

Berdasarkan analisis teknikal, beberapa saham yang patut dicermati antara lain:

MIKA (Spec Buy): Support 2.080 | Resistance 2.260

EMAS (Spec Buy): Support 7.950 | Resistance 9.350

CUAN: Rentang harga 1.475–1.745

DSNG: Rentang harga 1.670–1.745

UNTR: Rentang harga 31.300–32.000

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Bikin Zionis Israel Boncos! Tembak Jatuh 5 Drone Rp169 Miliar

Iran Bikin Zionis Israel Boncos! Tembak Jatuh 5 Drone Rp169 Miliar

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:47 WIB

Iran Serang Zona Industri Israel, Ciptakan 'Kiamat' Kimia di Beersheba

Iran Serang Zona Industri Israel, Ciptakan 'Kiamat' Kimia di Beersheba

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:31 WIB

Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS

Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:24 WIB

Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi

Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:18 WIB

Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:05 WIB

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:51 WIB

Terkini

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

×