- Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah selatan Israel sebagai balasan atas gempuran di fasilitas industri mereka.
- Serangan mematikan ini secara presisi menghantam zona industri dan pabrik kimia di Beersheba, memicu ledakan besar dan kepulan asap tebal.
- Memasuki hari ke-30 konflik AS-Israel melawan Iran, gempuran roket Teheran juga menargetkan titik strategis lainnya di Dimona dan Tel Aviv.
Suara.com - Konflik mematikan di wilayah Timur Tengah kini resmi memasuki hari ketiga puluh dengan eskalasi yang semakin mengerikan di wilayah selatan negara Zionis.
Menyitat Haberler, Senin (30/3/2026), Pasukan Garda Revolusi Iran kembali melancarkan gempuran mematikan menggunakan rentetan Rudal Balistik ke sejumlah target vital milik Militer Israel.
Serangan balasan berskala besar ini memicu ledakan dahsyat yang menciptakan situasi bak 'kiamat' di sebuah Pabrik Kimia yang terletak di Kawasan Beersheba.
Fase baru peperangan ini muncul sebagai respon langsung Teheran atas manuver militer musuh yang sebelumnya menargetkan sejumlah fasilitas industri domestik mereka.
Ketegangan di kawasan tersebut terus berada di titik didih tertinggi karena kedua belah pihak sama-sama menolak untuk menghentikan aksi saling serang.
Berdasarkan laporan dari jaringan berita Al Jazeera, gempuran udara terbaru dari pihak Iran ini secara presisi menghantam zona industri kimia raksasa.
Menimbulkan di fasilitas berbahaya tersebut memicu kerusakan yang sangat parah di sekitar lokasi kejadian yang langsung diselimuti oleh kepulan asap tebal.
Kepulan asap beracun hasil ledakan fasilitas kimia itu bahkan dilaporkan terlihat sangat jelas membubung tinggi menutupi langit di seluruh penjuru kota.
Selain memberdayakan zona industri di Bersyeba, serangan roket dari pihak Iran ini juga menargetkan beberapa titik strategi lainnya.
Laporan militer menyebutkan bahwa pihak Teheran setidaknya melancarkan tiga gelombang serangan roket mematikan secara berturut-turut ke berbagai pusat kota.
Selain kawasan Beersheba, gempuran rudal ini juga dilaporkan sukses menembus sistem pertahanan udara musuh di wilayah Dimona hingga Tel Aviv.
Rangkaian serangan destruktif ini menjadi babak baru yang sangat menakutkan sejak perang bermula dari invasi serentak Amerika Serikat dan Israel sebulan yang lalu.