Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi

Arief Apriadi

Senin, 30 Maret 2026 | 10:18 WIB
Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi
Iran bongkar rencana licik invasi darat AS berkedok negosiasi damai. Parlemen Teheran pastikan pasukannya siaga penuh habisi tentara musuh di Timur Tengah. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Iran menolak negosiasi damai setelah membongkar rencana licik AS yang diam-diam mempersiapkan invasi darat mematikan di bawah kedok diplomasi.
  • Media Washington Post melaporkan Pentagon menyiapkan operasi pasukan khusus ke Pulau Kharg yang ditandai dengan tibanya 3.500 prajurit Marinir AS.
  • Ketua Parlemen Iran memastikan tentaranya bersiaga penuh dan siap menembakkan peluru mematikan ke setiap prajurit AS yang berani mendarat di negara mereka.

Suara.com - Tensi peperangan di Timur Tengah terus memanas memasuki hari ke-30 setelah pemerintah Iran mengungkap adanya rencana licik yang sedang disusun oleh Militer Amerika Serikat.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, secara terbuka menuding Presiden Donald Trump menggunakan narasi diplomasi damai hanya sebagai kedok untuk mempersiapkan invasi darat.

Kabar mengenai pengerahan pasukan darat dalam Operasi Epic Fury yang menargetkan strategi wilayah seperti Pulau Kharg ini menjadi alasan kuat bagi pihak Teheran untuk menolak negosiasi negosiasi.

Rencana serangan darat tersebut sebelumnya juga telah diterbitkan oleh media ternama Washington Post berdasarkan bocoran keterangan dari sejumlah sumber internal pemerintahan.

Laporan eksklusif itu menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan AS sedang mempersiapkan operasi darat khusus yang bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga hitungan bulan.

Rencana operasi militer darat ini diyakini akan memicu fase peperangan baru yang jauh lebih berbahaya dibandingkan aksi saling serang rudal selama empat pekan terakhir.

Sinyal ancaman ini semakin menguat setelah otoritas militer AS mengumumkan kedatangan 3.500 prajurit dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 di kawasan Timur Tengah.

Para pejabat pemerintah memperingatkan bahwa operasi darat ini bukan berupa invasi skala penuh, melainkan penyerbuan yang melibatkan pasukan khusus.

Operasi berbahaya ini membawa risiko sangat tinggi karena pasukan darat AS akan langsung berhadapan dengan serangan pesawat tak berawak, rudal, tembakan darat, hingga alat ledakan improvisasi milik musuh.

baca juga

Target utama dari invasi darat Pentagon ini disebut-sebut meliputi pusat ekspor minyak utama Iran di pesisir Pulau Kharg serta daerah strategis di sekitar Selat Hormuz.

Menyikapi pergerakan musuh tersebut, Mohammad Bagher Qalibaf memberikan peringatan mematikan kepada pasukan lawan yang berani menginjakkan kaki di tanah mereka.

“AS berbicara tentang negosiasi secara terbuka namun diam-diam merencanakan serangan darat. Tentara kami sedang menunggu operasi darat AS dan siap untuk menghukum mitra mereka di wilayah tersebut," ujar Mohammad Bagher Qalibaf dikutip dari Haberler, Senin (30/3/2026).

Petinggi parlemen itu menegaskan bahwa pasukannya sudah bersiaga penuh untuk menghabisi setiap tentara asing yang mencoba mendarat di wilayah kedaulatan Republik Islam tersebut.

“Musuh secara terbuka mengirimkan pesan negosiasi sambil diam-diam merencanakan serangan darat. Pasukan kami sedang menunggu tentara Amerika mendarat dan melepaskan tembakan ke arah mereka.”

Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menolak untuk memberikan komentar yang secara definitif mengonfirmasi rumor operasi darat mematikan tersebut.

“Adalah tugas Pentagon untuk mempersiapkan diri memberikan pilihan sebanyak mungkin kepada Panglima Tertinggi. Ini tidak berarti Presiden telah mengambil keputusan.”

Perang besar ini sendiri meletus pada tanggal 28 Februari lalu ketika Israel dan AS melancarkan serangan militer tepat ketika proses negosiasi sedang berlangsung antara Teheran dan Washington.

Serangan yang merenggut nyawa mantan pemimpin Iran Ali Khamenei itu langsung dibalas oleh Teheran dengan menggempur pangkalan militer AS di Israel, Qatar, UEA, hingga Bahrain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir

News | Senin, 30 Maret 2026 | 10:05 WIB

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

Krisis Listrik Melanda Iran Utara Akibat Rudal Israel Hantam Menara Tegangan Tinggi di Teheran

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:51 WIB

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

Rudal Ansar Allah Hantam Israel Demi Bela Iran, Serangan Besar Akan Terus Berlanjut ke Zionis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 09:31 WIB

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

Paus Leo Kritik Donald Trump: Tuhan Tolak Doa Pemimpin Pengobar Perang

News | Senin, 30 Maret 2026 | 08:55 WIB

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 06:53 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×