Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
Ilustrasi kelapa sawit. (Freepik)
baca 10 detik
  • Ekspor Palm Kernel Shell (PKS) Indonesia ke Jepang stabil dengan volume mencapai lebih dari 5 juta ton per tahun.
  • Pengembangan Empty Fruit Bunch (EFB) dalam bentuk pelet dipromosikan pada International Biomass Expo 2026 di Tokyo.
  • Berbagai pemangku kepentingan Indonesia mendukung perluasan pasar biomassa sawit sebagai sumber energi terbarukan global.

Suara.com - Kinerja ekspor biomassa sawit Indonesia menunjukkan tren positif di pasar global, khususnya Jepang. Produk Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang sawit tercatat telah mencapai volume ekspor lebih dari 5 juta ton per tahun.

Selain PKS, pengembangan produk biomassa lain seperti Empty Fruit Bunch (EFB) juga mulai dilakukan. Produk ini dikembangkan dalam bentuk pelet untuk memperluas penetrasi pasar energi terbarukan di Jepang.

Upaya ekspansi pasar tersebut dilakukan melalui partisipasi dalam International Biomass Expo 2026 yang digelar pada 17–19 Maret 2026 di Tokyo Big Sight, Jepang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan Jepang.

Ketua APCASI Dikki Akhmar mengatakan pada pameran tersebut pihaknya mempromosikan biomassa dari kelapa sawit, yakni PKS dan EFB pellet. 

Pekerja memanen tandan buah kelapa sawit di kawasan PT Perkebunan Nusantara II, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. [Dok. Antara]
Pekerja memanen tandan buah kelapa sawit di kawasan PT Perkebunan Nusantara II, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. [Dok. Antara]

"PKS Indonesia telah memiliki pasar yang stabil di Jepang dalam tiga tahun terakhir. Ke depan, kami mendorong pengembangan EFB pellet sebagai sumber energi alternatif yang memiliki potensi besar," ujarnya seperti dikutip, Senin (30/3/2026).

Ia menyebutkan potensi biomassa sawit Indonesia mencapai sekitar 232 juta metrik ton per tahun. Jumlah tersebut setara dengan kapasitas produksi listrik hingga 38.760 MW, sehingga dinilai memiliki peluang besar dalam mendukung transisi energi global.

Dari sisi hubungan perdagangan, Wakil Duta Besar RI untuk Jepang Maria Renata Hutagalung menilai ekspor biomassa sawit memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan kedua negara. 

"KBRI Tokyo akan terus mendukung upaya promosi dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di Jepang," ucapnya.

Dukungan juga datang dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengembangan Dana BPDP Lupi Hartono mengatakan pihaknya tidak hanya mendukung promosi, tetapi juga pembiayaan riset untuk meningkatkan nilai tambah produk turunan sawit. 

baca juga

"BPDP tidak hanya mendukung promosi, tetapi juga pembiayaan riset untuk meningkatkan nilai tambah produk turunan kelapa sawit termasuk biomassa sawit Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, dari sisi jaminan mutu, PT Sucofindo menjalin kerja sama dengan Japan Quality Assurance. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas sertifikasi biomassa Indonesia di pasar Jepang.

Pemerintah juga melihat biomassa sawit sebagai komoditas strategis yang berpotensi menjadi sumber devisa.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar melalui berbagai perwakilan perdagangan di Jepang.

"Dengan meningkatnya permintaan global terhadap energi terbarukan, biomassa sawit Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di pasar internasional," ucap Puntodewi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB

Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen

Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:53 WIB

Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat

Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19 WIB

Terkini

Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI

Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Said Iqbal ke DPR: Jangan Bahas RUU Ketenagakerjaan Tengah Malam Seperti Omnibus Law!

Said Iqbal ke DPR: Jangan Bahas RUU Ketenagakerjaan Tengah Malam Seperti Omnibus Law!

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Tarif Transportasi Jakarta saat HUT RI Direvisi, dari Rp1 Jadi Rp8

Tarif Transportasi Jakarta saat HUT RI Direvisi, dari Rp1 Jadi Rp8

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:48 WIB

5 Parfum Pria Tahan Lama untuk Kerja Outdoor dan Berkeringat, Anti Bau Matahari

5 Parfum Pria Tahan Lama untuk Kerja Outdoor dan Berkeringat, Anti Bau Matahari

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Buruh Tolak Pesangon Murah, DPR Didesak Cabut 3 PP Turunan Omnibus Law

Buruh Tolak Pesangon Murah, DPR Didesak Cabut 3 PP Turunan Omnibus Law

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:46 WIB

Tema dan Logo Hari Pramuka 2026, Peringatan ke-65 Gerakan Pramuka

Tema dan Logo Hari Pramuka 2026, Peringatan ke-65 Gerakan Pramuka

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:44 WIB

Susunan Upacara Hari Pramuka 2026, Lengkap dari Persiapan hingga Pembubaran

Susunan Upacara Hari Pramuka 2026, Lengkap dari Persiapan hingga Pembubaran

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:32 WIB

Setelah Lama Berfluktuasi, Harga Karet Kini Hampir Menyentuh Rp40 Ribu per Kg

Setelah Lama Berfluktuasi, Harga Karet Kini Hampir Menyentuh Rp40 Ribu per Kg

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Ulasan Kapan Nanti: Delapan Kisah Surealis tentang Trauma dan Kepahitan Hidup

Ulasan Kapan Nanti: Delapan Kisah Surealis tentang Trauma dan Kepahitan Hidup

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:30 WIB

×