Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
Ilustrasi kelapa sawit. (Freepik)
  • Ekspor Palm Kernel Shell (PKS) Indonesia ke Jepang stabil dengan volume mencapai lebih dari 5 juta ton per tahun.
  • Pengembangan Empty Fruit Bunch (EFB) dalam bentuk pelet dipromosikan pada International Biomass Expo 2026 di Tokyo.
  • Berbagai pemangku kepentingan Indonesia mendukung perluasan pasar biomassa sawit sebagai sumber energi terbarukan global.

Suara.com - Kinerja ekspor biomassa sawit Indonesia menunjukkan tren positif di pasar global, khususnya Jepang. Produk Palm Kernel Shell (PKS) atau cangkang sawit tercatat telah mencapai volume ekspor lebih dari 5 juta ton per tahun.

Selain PKS, pengembangan produk biomassa lain seperti Empty Fruit Bunch (EFB) juga mulai dilakukan. Produk ini dikembangkan dalam bentuk pelet untuk memperluas penetrasi pasar energi terbarukan di Jepang.

Upaya ekspansi pasar tersebut dilakukan melalui partisipasi dalam International Biomass Expo 2026 yang digelar pada 17–19 Maret 2026 di Tokyo Big Sight, Jepang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan Jepang.

Ketua APCASI Dikki Akhmar mengatakan pada pameran tersebut pihaknya mempromosikan biomassa dari kelapa sawit, yakni PKS dan EFB pellet. 

Pekerja memanen tandan buah kelapa sawit di kawasan PT Perkebunan Nusantara II, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. [Dok. Antara]
Pekerja memanen tandan buah kelapa sawit di kawasan PT Perkebunan Nusantara II, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. [Dok. Antara]

"PKS Indonesia telah memiliki pasar yang stabil di Jepang dalam tiga tahun terakhir. Ke depan, kami mendorong pengembangan EFB pellet sebagai sumber energi alternatif yang memiliki potensi besar," ujarnya seperti dikutip, Senin (30/3/2026).

Ia menyebutkan potensi biomassa sawit Indonesia mencapai sekitar 232 juta metrik ton per tahun. Jumlah tersebut setara dengan kapasitas produksi listrik hingga 38.760 MW, sehingga dinilai memiliki peluang besar dalam mendukung transisi energi global.

Dari sisi hubungan perdagangan, Wakil Duta Besar RI untuk Jepang Maria Renata Hutagalung menilai ekspor biomassa sawit memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan kedua negara. 

"KBRI Tokyo akan terus mendukung upaya promosi dan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di Jepang," ucapnya.

Dukungan juga datang dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengembangan Dana BPDP Lupi Hartono mengatakan pihaknya tidak hanya mendukung promosi, tetapi juga pembiayaan riset untuk meningkatkan nilai tambah produk turunan sawit. 

"BPDP tidak hanya mendukung promosi, tetapi juga pembiayaan riset untuk meningkatkan nilai tambah produk turunan kelapa sawit termasuk biomassa sawit Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, dari sisi jaminan mutu, PT Sucofindo menjalin kerja sama dengan Japan Quality Assurance. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas sertifikasi biomassa Indonesia di pasar Jepang.

Pemerintah juga melihat biomassa sawit sebagai komoditas strategis yang berpotensi menjadi sumber devisa.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar melalui berbagai perwakilan perdagangan di Jepang.

"Dengan meningkatnya permintaan global terhadap energi terbarukan, biomassa sawit Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di pasar internasional," ucap Puntodewi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB

Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen

Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:53 WIB

Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat

Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19 WIB

Terkini

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:56 WIB

DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026

DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:35 WIB

IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara

IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:15 WIB

B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan

B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:09 WIB