Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat

Achmad Fauzi

Selasa, 24 Februari 2026 | 20:19 WIB
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
Ilustrasi petani sawit. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Produktivitas petani sawit rakyat terhambat akibat minim literasi agronomi dan rentan memilih bibit berkualitas rendah.
  • Program PERKASA TPAG meningkatkan kualitas agronomi petani melalui pelatihan praktik langsung identifikasi bibit dan pemupukan.
  • Pelatihan PERKASA telah menjangkau petani di 69 desa, 10 kabupaten, disertai pendampingan rutin untuk memastikan penerapan teknik benar.

Suara.com - Produktivitas kebun sawit rakyat masih menghadapi tantangan serius. Minimnya literasi agronomi dan keterbatasan akses pendampingan teknis membuat banyak petani sawit rentan lakukan kesalahan, mulai dari pemilihan bibit hingga teknik perawatan tanaman.

Salah satunya, Bejo, petani sawit di Desa Suak Putat, Muaro Jambi, yang sempat tergiur membeli bibit sawit murah dengan janji panen cepat dan hasil berlipat. Namun keputusan tersebut justru menjadi penyesalan panjang.

"Pertama kali beli bibit itu yang abal-abal, jadi kini hasilnya sangat mengecewakan sekali," ujar Bejo seperti dikutip, Selasa (24/2/2026).

Kasus serupa bukan hal yang jarang terjadi di kebun sawit rakyat. Keterbatasan informasi dan minimnya pemahaman dasar agronomi membuat petani mudah percaya pada tawaran bibit murah tanpa sertifikasi jelas.

Ilustrasi petani kelapa sawit. [Ist]
Ilustrasi petani kelapa sawit. [Ist]

Padahal, kesalahan memilih bibit bisa berdampak pada produktivitas rendah selama puluhan tahun masa tanam.

Tantangan ini juga dialami Sumarni Ningsih, petani di Desa Long Tesak, Kutai Timur. Selama bertahun-tahun ia berkebun sawit hanya berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa benar-benar memahami teknik budidaya yang tepat.

"Saya dulu hanya ikut cara orang-orang sebelumnya. Tidak tahu apakah itu sudah benar atau belum," bebernya.

Kurangnya pemahaman tentang pemilihan bibit, pemupukan dengan dosis tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit menjadi faktor yang kerap luput dari perhatian petani mandiri. Akibatnya, potensi hasil panen tidak optimal dan pendapatan pun stagnan.

Perubahan mulai dirasakan setelah Bejo dan Sumarni mengikuti pelatihan Perkasa (Petani Berkualitas dan Sejahtera), inisiatif TAP untuk Negeri dari PT Triputra Agro Persada Tbk. (TPAG). Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas agronomi petani melalui pendekatan praktik langsung di lapangan.

baca juga

Sekitar 60 persen sesi pelatihan difokuskan pada praktik, mulai dari mengidentifikasi bibit bersertifikat, teknik pemupukan yang benar, hingga cara panen yang tepat. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru dalam mengelola kebun secara presisi.

"Saya jadi memahami bahwa memilih bibit itu tidak boleh sembarangan dan kalau melakukan pemupukan perlu dosis dan cara yang tepat agar hasil panen bisa bagus. Semoga setelah melalui pelatihan ini dengan cara berkebun yang baik dan benar, kami bisa meningkatkan pendapatan," ungkap Sumarni.

Hingga akhir 2025, pelatihan PERKASA yang dimulai sejak akhir 2024 telah menjangkau petani mandiri di 69 desa pada 10 kabupaten di wilayah Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Program ini juga dilengkapi dengan pendampingan berkala untuk memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di kebun masing-masing.

Subeki, petani Desa Baung, Seruyan, Kalimantan Tengah, merasakan manfaat dari pendampingan tersebut, khususnya dalam praktik pruning atau pemotongan pelepah sebelum panen.

"Dulu saya pikir asal pelepah dipotong saja sudah cukup, namun setelah ikut pelatihan PERKASA, saya baru tahu kalau pruning itu ada aturannya dan sangat berperan penting untuk tumbuh kembang tanaman sawit serta kemudahan saat panen nanti. Tim dari perusahaan juga rutin datang untuk memantau dan memberikan masukan-masukan," pungkas Subeki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan

Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:18 WIB

BPDP Ungkap Penerimaan Ekspor Sawit Tembus Rp 31 Triliun di 2025

BPDP Ungkap Penerimaan Ekspor Sawit Tembus Rp 31 Triliun di 2025

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 13:16 WIB

Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah

Harga CPO KPBN Terkoreksi di Level Rp14.345/kg, Bursa Malaysia Melemah

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×