Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Achmad Fauzi

Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB
Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit
Ilustrasi Pendampingan dan pelatihan petani sawit. [Dokumentasi TAPG].
baca 10 detik
  • Pendampingan terstruktur meningkatkan produktivitas petani sawit yang sebelumnya terkendala masalah teknis budidaya.
  • Kemitraan plasma dan program seperti PERKASA memberikan pengetahuan teknis mulai pemupukan hingga panen optimal.
  • Program PERKASA sejak akhir 2024 telah menjangkau petani di Jambi, Kalteng, dan Kaltim untuk peningkatan kapasitas.

Suara.com - Produktivitas petani kelapa sawit di sejumlah daerah mulai menunjukkan peningkatan seiring adanya pendampingan dan pelatihan yang lebih terstruktur. Selama ini, tantangan yang dihadapi petani tidak hanya berasal dari fluktuasi harga, tetapi juga persoalan teknis di lapangan.

Mulai dari penggunaan bibit yang kurang berkualitas, pemupukan yang tidak tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit menjadi faktor yang memengaruhi hasil produksi kebun.

Kondisi tersebut diperparah dengan praktik budidaya yang masih mengandalkan kebiasaan turun-temurun tanpa perhitungan agronomis yang terukur.

Indra Ayu Riantika, petani plasma Koperasi Jati Sejahtera di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, mengaku pernah mengalami hal tersebut. Ia menyebut, sebelumnya proses pemupukan dan panen dilakukan tanpa perencanaan yang jelas.

Ilustrasi pohon sawit. (Freepik)
Ilustrasi pohon sawit. (Freepik)

Perubahan mulai dirasakan setelah mengikuti program pendampingan melalui pola kemitraan dengan perusahaan.

"Melalui kemitraan plasma dengan PT Sukses Karya Mandiri (SKM), kami sebagai anggota koperasi benar-benar merasakan manfaatnya. Hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga," ujar Indra seperti dikutip, Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh dari pendampingan tersebut juga dapat diterapkan di kebun lainnya sehingga mampu meningkatkan hasil produksi.

Hal serupa dirasakan Muslimin, petani plasma Koperasi Belum Lukut di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Berkat pendampingan yang diterima, produktivitas kebunnya kini mencapai 24,51 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun.

"Dari yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang merawat sawit, kini dari kebun, saya menemukan harapan. Melalui ketekunan dan pendampingan yang berkelanjutan, kebun yang saya miliki telah menunjukkan hasil nyata untuk menopang kehidupan saya dan keluarga," paparnya.

baca juga

Pendampingan ini merupakan bagian dari pola kemitraan yang dijalankan Triputra Agro Persada melalui sejumlah entitas anak usahanya di berbagai wilayah operasional.

Tak hanya itu, perusahaan juga mengembangkan program Pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) untuk meningkatkan kapasitas petani secara lebih luas. Program ini memberikan pemahaman teknis mulai dari pemilihan bibit, pemupukan, hingga praktik panen yang optimal.

Sejak diluncurkan pada akhir 2024, program PERKASA telah menjangkau petani mandiri di 69 desa yang tersebar di 10 kabupaten di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Salah satu peserta pelatihan, Maijan, petani di Kabupaten Muaro Jambi, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.

"Melalui Pelatihan PERKASA yang diadakan PT Brahma Binabakti, saya belajar banyak hal tentang cara merawat kebun, termasuk pemupukan yang tepat agar tanah tetap sehat dan pohon berbuah optimal, dan saya telah membuktikannya," kata Maijan.

Bagi para petani, perubahan yang dirasakan tidak hanya dari sisi teknik bertani, tetapi juga meningkatnya kepercayaan diri dalam mengelola kebun secara lebih profesional.

Pendekatan pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan ini dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Dalam jangka panjang, penguatan kapasitas petani juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen

Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:53 WIB

Bukan Sekadar Renovasi, Program Pondasi Bangun Rasa Aman dan Produktivitas Warga

Bukan Sekadar Renovasi, Program Pondasi Bangun Rasa Aman dan Produktivitas Warga

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 21:03 WIB

Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan

Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 17:18 WIB

Terkini

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:48 WIB

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB