Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Menlu Iran Desak Raja Arab Saudi Usir Amerika Serikat

M Nurhadi

Selasa, 31 Maret 2026 | 09:08 WIB
Menlu Iran Desak Raja Arab Saudi Usir Amerika Serikat
Seyyed Abbas Araghchi. [Ist]
baca 10 detik
  • Menlu Iran mendesak Arab Saudi segera mengusir seluruh pasukan militer Amerika Serikat dari wilayahnya menyusul eskalasi ketegangan kawasan.
  • Iran menegaskan operasi militer hanya menargetkan agresor musuh dan Iran menghormati serta ingin membina hubungan baik dengan Riyadh.
  • Seruan ini muncul setelah serangan Iran menghancurkan pesawat AWACS AS di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, dekat Riyadh.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, secara terbuka mendesak pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk segera mengusir seluruh pasukan militer Amerika Serikat (AS) yang bermarkas di wilayah teritorial mereka.

Pernyataan tegas ini disampaikan Araghchi menyusul eskalasi ketegangan terbaru di kawasan Timur Tengah yang melibatkan kontak senjata langsung.

Saat ini, Timur Tengah kian memanas, dan menjadi faktor utama kenaikan harga Minyak dunia yang pada pagi ini di kisaran USD 101.

Melalui platform media sosial X, Araghchi menegaskan kembali posisi Teheran bahwa rangkaian serangan yang dilancarkan oleh militer Iran di kawasan tersebut murni hanya menargetkan pihak-pihak yang mereka anggap sebagai musuh agresor.

Dalam cuitannya tersebut, Araghchi juga menekankan bahwa Iran tidak memiliki niat buruk terhadap negara tetangganya di kawasan Teluk tersebut.

Ia menyatakan hubungan baik yang ingin dibina oleh negaranya dengan pihak Riyadh secara berkelanjutan.

"Iran respects the Kingdom of Saudi Arabia and considers it a brotherly nation," tulis Araghchi.

Kalimat tersebut menegaskan bahwa Iran menghormati Kerajaan Arab Saudi dan memandangnya sebagai sebuah negara yang bersaudara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan rasionalisasi di balik operasi militer yang dilancarkan oleh Garda Revolusi Iran maupun kekuatan bersenjata mereka belakangan ini.

baca juga

Araghchi menilai kehadiran militer asing, khususnya Amerika Serikat, justru menjadi sumber instabilitas dan tidak memberikan jaminan keamanan yang nyata bagi negara-negara Arab maupun Iran sendiri.

"Our operations are aimed at enemy aggressors who have no respect for Arabs or Iranians, nor can provide any security... Just look at what we did to their aerial command. High time to eject US forces." tulis Menlu Iran tersebut dalam pernyataannya.

Melalui kutipan tersebut, ia menegaskan bahwa operasi militer Iran ditujukan kepada agresor musuh yang sama sekali tidak menaruh rasa hormat kepada bangsa Arab maupun bangsa Iran, serta tidak mampu memberikan keamanan.

Ia pun meminta otoritas Saudi untuk melihat bukti kerusakan pada komando udara militer lawan sebagai alasan kuat mengapa ini adalah waktu yang tepat bagi Arab Saudi untuk mengusir kehadiran serdadu militer AS dari tanah mereka.

Pernyataan bernada diplomatis sekaligus menekan dari Menlu Iran ini bukan tanpa alasan kuat. Komentar tersebut mencuat tak lama setelah terjadinya sebuah insiden serangan bersenjata yang menyasar pangkalan militer yang digunakan oleh Amerika Serikat di wilayah kedaulatan Arab Saudi.

Dalam serangan masif tersebut, sebuah pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara (AWACS) milik militer AS dilaporkan hancur akibat gempuran yang dilancarkan oleh pihak Iran.

Berdasarkan sejumlah dokumentasi visual dan citra satelit yang beredar luas di berbagai platform media sosial internasional, terlihat jelas kerusakan parah yang dialami oleh armada udara canggih milik militer Paman Sam tersebut.

Gambar-gambar yang beredar menunjukkan bahwa sebagian besar bagian belakang dari badan pesawat jet jenis E-3 Sentry hancur lebur di Pangkalan Udara Pangeran Sultan (Prince Sultan Air Base).

Pangkalan udara taktis ini sendiri diketahui berlokasi sekitar 128 kilometer di arah tenggara dari ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Kehancuran pesawat E-3 Sentry ini dipandang para analis pertahanan internasional sebagai pukulan telak bagi operasional intelijen dan sistem pertahanan udara militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Pesawat jenis ini memiliki peran yang sangat krusial sebagai mata dan telinga komando udara untuk mendeteksi ancaman rudal jarak jauh, melacak pergerakan pesawat musuh dari jarak aman, serta mengatur lalu lintas pertempuran udara secara real-time dalam skala luas.

Lumpuhnya salah satu unit ini tentu berdampak pada kesiapan operasional pemantauan wilayah udara di perbatasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:34 WIB

Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%

Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:32 WIB

Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama

Trump Blak-blakan Ingin 'Rampas' Minyak Iran, Pulau Kharg Jadi Incaran Utama

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:17 WIB

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:53 WIB

Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global

Donald Trump Hina Pangeran Arab, Sebut MBS Harus Menjilat AS di Tengah Ketegangan Global

Video | Senin, 30 Maret 2026 | 23:15 WIB

Terkini

CEO Talks di Universitas Andalas, Pegadaian Ajak Mahasiswa "Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini

CEO Talks di Universitas Andalas, Pegadaian Ajak Mahasiswa "Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05 WIB

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Purbaya Sentil BPKP soal Audit 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 17:06 WIB

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Purbaya Jamin Lahan Hibah Meikarta 30 Hektare Tak Bebani APBN Saat Dikelola Danantara

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:40 WIB

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Purbaya Akhirnya Bebaskan Pajak JHT ke 1,64 Juta Pensiunan Usai Diprotes

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 16:17 WIB

Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.

Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:44 WIB

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Lahan Meikarta Dibebaskan dari Pajak, Purbaya: Yang Melawan, Saya Pecat

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:04 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026

Siap-siap! Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce 1 Juli 2026

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:40 WIB

CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal

CORE Sebut Penurunan Harga LNG Tekan Risiko PHK, Namun Bukan Solusi Tunggal

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:31 WIB

Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008

Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:17 WIB

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Purbaya Akui Belum Terima Usulan Kemenhub soal Anggaran Flyover Kereta Api Rp 4 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:15 WIB

×