Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas

Achmad Fauzi

Senin, 27 April 2026 | 07:32 WIB
Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas
ilustrasi indeks saham Wall Street meloyo karena ketegangan geopoliik memanas. [REUTERS/Brendan McDermid/aa].
  • Indeks saham Wall Street melemah pada 26 April 2026 akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
  • Konflik di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga menembus level harga cukup signifikan.
  • Pasar saham AS kini menantikan laporan keuangan perusahaan teknologi serta kebijakan terbaru dari bank sentral Amerika.

Suara.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street melemah dalam perdagangan Minggu (26/4/2026) (Senin Pagi), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong lonjakan harga minyak dunia.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,2 oersen atau sekitar 130 poin. Sementara itu, kontrak berjangka S&P 500 melemah 0,3 persen dan Nasdaq 100 juga turun 0,3 persen.

Sentimen pasar tertekan setelah perundingan perdamaian terkait Iran dilaporkan terhenti, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak mentah dunia.

Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan menaiki dua kapal kontainer di sekitar jalur tersebut. Kondisi ini langsung memicu lonjakan harga energi global.

ilustrasi indeks saham Wall Street yang langsung ngegas setelah ada harapan perang berakhir. [Unsplash].
ilustrasi indeks saham Wall Street meloyo karena ketegangan geopoliik memanas. [Unsplash].

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik sekitar 2 persen hingga menembus level di atas USD 96 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai patokan global juga melonjak sekitar 2 persen ke atas USD107 per barel.

Situasi ini turut dipengaruhi langkah Donald Trump yang membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Amerika Serikat untuk membahas gencatan senjata terkait Iran.

"Terlalu banyak waktu terbuang untuk bepergian, terlalu banyak pekerjaan!” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.

"Tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab, termasuk mereka. Selain itu, kita memegang kendali penuh; mereka tidak punya kendali sama sekali! Jika mereka ingin berbicara, yang perlu mereka lakukan hanyalah menelepon!!!"

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa saat ini tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS

Meski tekanan meningkat, sejumlah analis menilai eskalasi konflik masih berpotensi mereda. "Meskipun ini merupakan dampak negatif yang kecil, kami tetap berpendapat bahwa konflik tersebut masih berada di jalur de-eskalasi," kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.

Di tengah ketegangan geopolitik, pasar juga bersiap menghadapi pekan penting dengan sejumlah agenda besar. Lima dari tujuh perusahaan teknologi raksasa yang dikenal sebagai Magnificent Seven dijadwalkan merilis laporan keuangan.

Selain itu, perhatian investor juga akan tertuju pada keputusan kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve, yang dipimpin Jerome Powell. Pertemuan ini disebut-sebut bisa menjadi yang terakhir bagi Powell sebelum kepemimpinan diperkirakan beralih ke Kevin Warsh pada Mei mendatang.

Meski dibayangi ketegangan global, pasar saham AS sebelumnya mencatatkan kinerja kuat sepanjang April. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite bahkan berhasil menutup pekan lalu di level tertinggi sepanjang masa, dengan kenaikan masing-masing lebih dari 9 persen dan 15 persen sejak awal bulan. Sementara itu, Dow Jones menguat lebih dari 6 persen dalam periode yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan

Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:23 WIB

IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun

IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB

Terkini

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:01 WIB

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:39 WIB

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:33 WIB

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:58 WIB

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB