Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 02 April 2026 | 14:16 WIB
Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan
Ilustrasi Waskita Karya. (Dok: Waskita Karya)
baca 10 detik
  • PT Waskita Karya membukukan pendapatan Rp8,85 triliun dan laba bruto Rp1,58 triliun sepanjang tahun 2025 melalui proyek infrastruktur.
  • Perusahaan berhasil menurunkan liabilitas sebesar Rp2,21 triliun melalui strategi divestasi aset dan optimalisasi struktur keuangan korporasi secara menyeluruh.
  • Waskita meningkatkan efektivitas operasional melalui transformasi digital, integrasi teknologi AI, serta restrukturisasi utang yang telah disetujui para kreditur.

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif di tengah upaya penyehatan keuangan. 

Sepanjang 2025, perusahaan konstruksi pelat merah ini membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp8,85 triliun, dengan kontribusi anak usaha Rp3,1 triliun dan induk usaha Rp5,75 triliun.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyampaikan bahwa capaian tersebut ditopang oleh sejumlah proyek yang tengah berjalan, terutama proyek pemerintah. 

Berdasarkan segmentasi, pendapatan terbesar berasal dari segmen konektivitas sebesar Rp3,3 triliun, disusul Sumber Daya Air (SDA) Rp1,4 triliun, gedung Rp1,2 triliun, dan segmen lainnya Rp0,9 triliun.

“Pendapatan ini memperkuat komitmen Perseroan dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Ermy dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Meski demikian, Waskita masih mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp7,2 triliun atau sekitar 82 persen dari total pendapatan usaha. 

Beban ini dipengaruhi oleh penyelesaian proyek berjalan serta sejumlah proyek lama yang masih membutuhkan pendanaan (cash to completion). Perusahaan menargetkan seluruh proyek lama tersebut rampung pada 2026.

Dari sisi profitabilitas, Waskita mencatatkan laba bruto Rp1,58 triliun pada 2025, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,41 triliun. 

Margin laba bruto (gross profit margin) juga membaik menjadi 18 persen dari sebelumnya 13 persen.

baca juga

Menurut Ermy, peningkatan tersebut didorong oleh strategi efisiensi yang diterapkan secara menyeluruh, baik di induk maupun anak usaha. 

Perseroan juga mengimplementasikan lean organization serta mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan efektivitas operasional.

Dalam operasionalnya, Waskita mengintegrasikan sistem ERP SAP S/4 HANA dengan Building Information Modelling (BIM) dan Last Planner System (LPS).

Selain itu, perusahaan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan melalui Waskita Intelligent Sensing System (WISENS), termasuk fitur AI Pavement Crack Detection untuk mendeteksi kerusakan jalan.

“Penggunaan AI memungkinkan proses inspeksi menjadi lebih cepat hingga 40 persen, sekaligus meningkatkan akurasi pengawasan aset,” jelasnya.

Dari sisi biaya, Waskita mencatatkan beban operasional (opex) sebesar Rp1,7 triliun, dengan 76,6 persen berupa biaya kas dan sisanya non-kas seperti penyusutan dan amortisasi.

Dalam upaya memperkuat struktur keuangan, Waskita berhasil menurunkan liabilitas sebesar Rp2,21 triliun sepanjang 2025. 

Ilustrasi pembangunan infrastruktur nasional. (Dok: Istimewa)
Ilustrasi pembangunan infrastruktur nasional Waskita. (Dok: Istimewa)

Strategi ini dilakukan melalui percepatan divestasi jalan tol dan optimalisasi aset, sejalan dengan fokus perusahaan untuk kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor murni.

Sejumlah aksi korporasi telah dilakukan, antara lain divestasi PT Waskita Sangir Energi sebesar 94,7 persen, pelepasan 35 persen saham PT Cimanggis Cibitung Tollways, serta divestasi 20 persen saham PT Waskita Modern Realty.

Di sisi lain, perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) mencapai Rp12,52 triliun, meningkat dari Rp9,55 triliun pada 2024. 

Kontrak tersebut didominasi proyek pemerintah, termasuk pembangunan jaringan irigasi, Sekolah Rakyat, hingga rumah sakit daerah.

Hingga akhir 2025, Waskita mengelola 63 proyek dengan total nilai kontrak mencapai Rp31,7 triliun.

Perseroan juga terus melanjutkan restrukturisasi utang, termasuk skema Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021 senilai Rp31,65 triliun yang telah disetujui mayoritas kreditur. Selain itu, restrukturisasi obligasi non-penjaminan senilai Rp3,35 triliun juga hampir rampung.

“Ke depan, kami berkomitmen memperkuat tata kelola dan menjaga keberlanjutan operasional melalui inovasi serta manajemen risiko yang lebih adaptif,” tutup Ermy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Superbank (SUPA): IPO Saham, Harga, Prospek, Laporan Keuangan, dan Jadwal

Profil Superbank (SUPA): IPO Saham, Harga, Prospek, Laporan Keuangan, dan Jadwal

Bisnis | Selasa, 25 November 2025 | 08:19 WIB

Menkeu Purbaya Bisa Intip Kondisi Keuangan Perusahaan Mulai 2027

Menkeu Purbaya Bisa Intip Kondisi Keuangan Perusahaan Mulai 2027

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 17:43 WIB

Menuju Era Baru BUMN Konstruksi: Skema Holding Karya Difinalisasi Desember Ini

Menuju Era Baru BUMN Konstruksi: Skema Holding Karya Difinalisasi Desember Ini

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 13:52 WIB

Askrindo Catat Laba Rp687 Miliar Setelah Pajak

Askrindo Catat Laba Rp687 Miliar Setelah Pajak

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 08:30 WIB

Rencana Merger BUMN Karya Terus Digas, Tinggal Tunggu Kajian

Rencana Merger BUMN Karya Terus Digas, Tinggal Tunggu Kajian

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 13:40 WIB

Laba PT Timah Anjlok 33 Persen di Kuartal III 2025

Laba PT Timah Anjlok 33 Persen di Kuartal III 2025

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 18:11 WIB

Terkini

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Bappebti Rilis Evaluasi Kepatuhan, Ini Indikator Penting Pilih Pialang Berjangka Aman

Bappebti Rilis Evaluasi Kepatuhan, Ini Indikator Penting Pilih Pialang Berjangka Aman

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Cegah Gagal Panen, Siasat Petani Bawang Merah Agar Bebas Hama

Cegah Gagal Panen, Siasat Petani Bawang Merah Agar Bebas Hama

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:43 WIB

BRI Peduli Perluas Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas lewat Pelatihan dan Pemagangan

BRI Peduli Perluas Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas lewat Pelatihan dan Pemagangan

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Buka Peluang Kerja Inklusif

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×