Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Laba PT Timah Anjlok 33 Persen di Kuartal III 2025

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 04 November 2025 | 18:11 WIB
Laba PT Timah Anjlok 33 Persen di Kuartal III 2025
Pendapatan PT Timah menyusut hingga 20 persen, dari Rp8,25 triliun pada kuartal III 2024 menjadi hanya Rp6,60 triliun pada kuartal III 2025. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) hingga 30 September 2025, TINS hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp602,42 miliar.
  •  Angka ini tergerus drastis, anjlok hingga 33,71 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp908,78 miliar.
  • Pendapatan TINS menyusut hingga 20 persen, dari Rp8,25 triliun pada kuartal III 2024 menjadi hanya Rp6,60 triliun pada kuartal III 2025.

Suara.com - PT Timah Tbk (TINS) menunjukkan paradoks yang mengkhawatirkan pada laporan keuangan kuartal III 2025. Di satu sisi, total aset perseroan tercatat melonjak, namun di sisi lain, laba bersih emiten pelat merah ini mengalami penurunan tajam, mencerminkan hantaman keras dari dinamika pasar timah global.

Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) hingga 30 September 2025, TINS hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp602,42 miliar. Angka ini tergerus drastis, anjlok hingga 33,71 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp908,78 miliar.

Penurunan laba bersih tersebut tidak terhindarkan karena didorong oleh merosotnya kinerja pendapatan usaha. Pendapatan TINS menyusut hingga 20 persen, dari Rp8,25 triliun pada kuartal III 2024 menjadi hanya Rp6,60 triliun pada kuartal III 2025.

Meskipun perusahaan berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beban pokok pendapatan sebesar 16 persen menjadi Rp5,07 triliun, penurunan pendapatan yang jauh lebih tajam membuat laba kotor TINS ikut terpangkas, menjadi hanya Rp1,53 triliun.

Tekanan biaya operasional dan beban usaha lebih lanjut membuat laba sebelum pajak tergerus, turun dari Rp1,25 triliun menjadi Rp812,80 miliar. Imbasnya, laba per saham dasar (EPS) juga ikut terkoreksi, dari Rp122 menjadi hanya Rp81 per lembar saham.

Manajemen TINS dalam laporannya menegaskan, kondisi ini adalah cerminan tantangan berat yang dihadapi akibat fluktuasi harga timah dunia dan permintaan ekspor yang melemah secara signifikan.

Menariknya, di tengah profitabilitas yang tertekan, total aset TINS justru mencatatkan kenaikan, mencapai Rp13,69 triliun per September 2025. Kenaikan aset ini didominasi oleh peningkatan pada aset lancar, terutama pada pos piutang usaha dan persediaan yang membengkak hingga Rp7,25 triliun.

Namun, mengiringi peningkatan aset, liabilitas (kewajiban) perusahaan juga melonjak menjadi Rp6,08 triliun, naik dari Rp5,34 triliun pada akhir 2024. Lonjakan terbesar ini terjadi pada pos utang jangka pendek dan pinjaman bank, yang mengindikasikan bahwa TINS mungkin mengandalkan pendanaan eksternal untuk menopang operasional dan persediaan di tengah ketidakpastian harga.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Judol dan Narkoba Lebih Besar dari Korupsi? Yusril Ungkap Fakta Lain Soal RUU Perampasan Aset

Bahaya Judol dan Narkoba Lebih Besar dari Korupsi? Yusril Ungkap Fakta Lain Soal RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 04 November 2025 | 17:49 WIB

Emiten Tambang ARCI Berbalik Untung di Kuartal III-2025, Raup Laba Bersih USD 71 Juta

Emiten Tambang ARCI Berbalik Untung di Kuartal III-2025, Raup Laba Bersih USD 71 Juta

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 08:56 WIB

Emiten Properti LPCK Bukukan Pendapat Rp 3,44 Triliun di Kuartal III-2025, Melonjak 251 Persen

Emiten Properti LPCK Bukukan Pendapat Rp 3,44 Triliun di Kuartal III-2025, Melonjak 251 Persen

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 17:33 WIB

Terkini

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

×