Laba PT Timah Anjlok 33 Persen di Kuartal III 2025

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 04 November 2025 | 18:11 WIB
Laba PT Timah Anjlok 33 Persen di Kuartal III 2025
Pendapatan PT Timah menyusut hingga 20 persen, dari Rp8,25 triliun pada kuartal III 2024 menjadi hanya Rp6,60 triliun pada kuartal III 2025. Foto Antara.
  • Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) hingga 30 September 2025, TINS hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp602,42 miliar.
  •  Angka ini tergerus drastis, anjlok hingga 33,71 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp908,78 miliar.
  • Pendapatan TINS menyusut hingga 20 persen, dari Rp8,25 triliun pada kuartal III 2024 menjadi hanya Rp6,60 triliun pada kuartal III 2025.

Suara.com - PT Timah Tbk (TINS) menunjukkan paradoks yang mengkhawatirkan pada laporan keuangan kuartal III 2025. Di satu sisi, total aset perseroan tercatat melonjak, namun di sisi lain, laba bersih emiten pelat merah ini mengalami penurunan tajam, mencerminkan hantaman keras dari dinamika pasar timah global.

Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) hingga 30 September 2025, TINS hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp602,42 miliar. Angka ini tergerus drastis, anjlok hingga 33,71 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp908,78 miliar.

Penurunan laba bersih tersebut tidak terhindarkan karena didorong oleh merosotnya kinerja pendapatan usaha. Pendapatan TINS menyusut hingga 20 persen, dari Rp8,25 triliun pada kuartal III 2024 menjadi hanya Rp6,60 triliun pada kuartal III 2025.

Meskipun perusahaan berhasil melakukan efisiensi dengan menekan beban pokok pendapatan sebesar 16 persen menjadi Rp5,07 triliun, penurunan pendapatan yang jauh lebih tajam membuat laba kotor TINS ikut terpangkas, menjadi hanya Rp1,53 triliun.

Tekanan biaya operasional dan beban usaha lebih lanjut membuat laba sebelum pajak tergerus, turun dari Rp1,25 triliun menjadi Rp812,80 miliar. Imbasnya, laba per saham dasar (EPS) juga ikut terkoreksi, dari Rp122 menjadi hanya Rp81 per lembar saham.

Manajemen TINS dalam laporannya menegaskan, kondisi ini adalah cerminan tantangan berat yang dihadapi akibat fluktuasi harga timah dunia dan permintaan ekspor yang melemah secara signifikan.

Menariknya, di tengah profitabilitas yang tertekan, total aset TINS justru mencatatkan kenaikan, mencapai Rp13,69 triliun per September 2025. Kenaikan aset ini didominasi oleh peningkatan pada aset lancar, terutama pada pos piutang usaha dan persediaan yang membengkak hingga Rp7,25 triliun.

Namun, mengiringi peningkatan aset, liabilitas (kewajiban) perusahaan juga melonjak menjadi Rp6,08 triliun, naik dari Rp5,34 triliun pada akhir 2024. Lonjakan terbesar ini terjadi pada pos utang jangka pendek dan pinjaman bank, yang mengindikasikan bahwa TINS mungkin mengandalkan pendanaan eksternal untuk menopang operasional dan persediaan di tengah ketidakpastian harga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Judol dan Narkoba Lebih Besar dari Korupsi? Yusril Ungkap Fakta Lain Soal RUU Perampasan Aset

Bahaya Judol dan Narkoba Lebih Besar dari Korupsi? Yusril Ungkap Fakta Lain Soal RUU Perampasan Aset

News | Selasa, 04 November 2025 | 17:49 WIB

Emiten Tambang ARCI Berbalik Untung di Kuartal III-2025, Raup Laba Bersih USD 71 Juta

Emiten Tambang ARCI Berbalik Untung di Kuartal III-2025, Raup Laba Bersih USD 71 Juta

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 08:56 WIB

Emiten Properti LPCK Bukukan Pendapat Rp 3,44 Triliun di Kuartal III-2025, Melonjak 251 Persen

Emiten Properti LPCK Bukukan Pendapat Rp 3,44 Triliun di Kuartal III-2025, Melonjak 251 Persen

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 17:33 WIB

Terkini

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:26 WIB

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun

Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:11 WIB

Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan

Solusi Angsuran BRI Terhambat dan Contoh Surat Minta Keringanan Cicilan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 12:05 WIB

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:39 WIB

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:23 WIB

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:25 WIB

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB