- Harga emas Antam turun Rp 26.000, sementara harga buyback juga melemah Rp 27.000.
- Emas dunia anjlok 11,3 persen pada Maret, dipengaruhi penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
- Kenaikan imbal hasil obligasi dan kebutuhan likuiditas membuat emas kehilangan daya tarik sebagai safe haven.
Kepala strategi komoditas Saxo Capital, Ole Hansen, mengatakan pelemahan emas dipicu kombinasi faktor makroekonomi yang kuat.
Ia menilai kenaikan imbal hasil obligasi, lonjakan harga energi, serta penyesuaian ekspektasi suku bunga membuat investor beralih ke dolar AS sebagai aset aman.
Menurut Hansen, dalam kondisi saat ini emas justru lebih diperlakukan sebagai sumber likuiditas ketimbang aset lindung nilai. Investor cenderung melepas emas untuk menutup kerugian di aset lain di tengah gejolak pasar.
"Emas biasanya berperilaku lebih seperti sumber likuiditas di masa-masa penuh gejolak seperti ini daripada sebagai aset tempat berlindung yang aman," ujarnya.