Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Saham BBCA Ambles, Grup Djarum Mau Bawa SUPR Keluar dari Bursa

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 07 April 2026 | 10:49 WIB
Saham BBCA Ambles, Grup Djarum Mau Bawa SUPR Keluar dari Bursa
Ilustrasi. Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya angkat bicara mengenai langkah strategis emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum tersebut. Foto Antara.
  • SUPR delisting sukarela demi efisiensi aset di bawah TOWR (Grup Djarum).
  • BEI tegaskan go private SUPR adalah strategi bisnis, bukan paksaan bursa.
  • BEI tetap kawal aspek kepatuhan dan free float emiten sebelum resmi keluar.

Suara.com - Di tengah koreksi harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), jagat pasar modal justru tertuju pada rencana PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) milik Grup Djarum yang mau untuk angkat kaki dari bursa alias voluntary delisting.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri menilai langkah strategis emiten menara telekomunikasi ini murni keputusan internal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa rencana go private ini murni merupakan keputusan strategis internal perseroan. Ia membantah jika langkah ini merupakan tekanan dari pihak regulator.

“Langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh oleh manajemen Perseroan dalam rangka pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien,” ujar Nyoman dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Sebagaimana diketahui, SUPR saat ini dikendalikan oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Kepemilikan TOWR atas SUPR secara tidak langsung telah mencapai 99,99 persen.

Nyoman menjelaskan, evaluasi yang dilakukan manajemen mencakup strategi bisnis jangka panjang hingga restrukturisasi kepemilikan saham agar operasional grup menjadi lebih ramping dan efektif.

Di sisi lain, isu delisting ini juga berkelindan dengan aturan free float atau batas minimal saham publik. Nyoman menekankan bahwa BEI terus mendampingi emiten yang kesulitan memenuhi aturan ini melalui berbagai inisiatif, mulai dari sosialisasi hingga one-on-one assistance.

“Bursa memahami bahwa pemenuhan ketentuan free float membutuhkan perhatian dan upaya khusus dari perusahaan tercatat yang belum memenuhi,” tambahnya.

Meski SUPR memilih jalan untuk keluar dari lantai bursa, BEI memastikan akan terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar proses transisi ini tetap mematuhi regulasi pasar modal yang berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:27 WIB

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:15 WIB

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:12 WIB

Terkini

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:34 WIB

Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital

Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:30 WIB

Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI

Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:22 WIB

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:27 WIB

BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal

BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:15 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:11 WIB

DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya

DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:35 WIB

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:12 WIB