Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 08 April 2026 | 14:25 WIB
Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diproyeksi bakal segera mengakhiri tren koreksinya di lantai bursa. Meski harga sahamnya sedang tertekan. Foto ist.
baca 10 detik
  • BBCA raup laba Rp57,5 T di 2025, fundamental kuat meski harga saham sedang anomali.
  • Analis sebut saham BBCA di bawah Rp7.000 peluang langka bagi investor kumpulkan aset blue chip.
  • Rilis kinerja kuartal I/2026 jadi pemicu utama normalisasi harga saham BBCA menuju valuasi wajar.

Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diproyeksi bakal segera mengakhiri tren koreksinya di lantai bursa. Meski harga sahamnya sedang tertekan, torehan kinerja keuangan sepanjang 2025 yang cemerlang diyakini menjadi katalis kuat untuk mendongkrak kembali posisi emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini.

Berdasarkan data laporan keuangan, BBCA berhasil mencetak laba bersih sepanjang tahun 2025 sebesar Rp57,5 triliun. Angka ini naik 4,9 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp54,8 triliun. Ironisnya, performa fundamental yang "anti-badai" ini belum tercermin pada harga sahamnya yang justru merosot hingga 19 persen sejak awal tahun 2026.

Hingga perdagangan Rabu (8/4/2026), saham BBCA masih berkutat di level Rp7.000, bahkan sempat menyentuh kisaran Rp6.500 per lembar saham. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan IHSG yang terkoreksi 15,79 persen secara year to date (YTD).

Pengamat Pasar Modal, Rendy Yefta, menilai kondisi ini sebagai anomali harga yang relatif langka bagi saham kelas blue chip. Menurutnya, gap antara performa laba yang memecahkan rekor dengan harga saham yang turun drastis menciptakan fenomena undervalued.

"Mengambil BBCA di harga di bawah Rp7.000 ibarat Anda memungut Mercy di showroom dengan harga Avanza. Secara historis, pasar selalu menghargai kualitas BBCA dengan valuasi premium di kisaran PBV 4x hingga 5x," ujar Rendy di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa kepanikan pasar global dan rotasi sektor menjadi penyebab utama tekanan jual. Namun, ia memproyeksikan harga saham BBCA akan segera melakukan normalisasi dan berlari kencang kembali menuju level wajarnya.

Kini pasar tengah menanti rilis laporan keuangan kuartal I/2026 yang dijadwalkan keluar pada bulan April ini. Dengan efisiensi operasional dan loyalitas nasabah yang tinggi melalui dana murah (CASA), BBCA diprediksi akan kembali memamerkan angka laba jumbo.

Rendy mengingatkan para investor agar tidak kehilangan momentum sebelum para institusi besar kembali berebut masuk. "Orang bijak mengumpulkan emas saat harganya sedang jatuh ke lumpur, bukan saat semua orang sedang antre membelinya di toko," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:47 WIB

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:27 WIB

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:15 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×