Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
Petugas memeriksa stok beras di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
baca 10 detik
  • Harga beras naik saat puncak panen raya Maret 2026, sebuah fenomena tidak lazim.
  • Produksi capai 5,21 juta ton, terdapat surplus 2,62 juta ton yang gagal tekan harga.
  • Cadangan beras Bulog tembus 4,3 juta ton, namun stabilitas harga belum terwujud.

Suara.com - Di tengah guyuran panen raya dan tumpukan stok di gudang pemerintah yang mencapai rekor, harga beras di pasaran justru merangkak naik.

Fenomena ini dinilai tidak lazim dan mencerminkan adanya mata rantai yang tersumbat dalam tata kelola pangan.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menyebut situasi ini sebagai paradoks yang mengkhawatirkan. Menurutnya, secara hukum ekonomi, lonjakan pasokan seharusnya menjadi katalisator penurunan harga.

“Fenomena tidak biasa karena, pertama, Maret 2026 adalah puncak panen raya,” ujar Khudori kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

Merujuk data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) amatan Februari 2026, produksi beras nasional diproyeksikan menyentuh angka 5,21 juta ton. Dengan tingkat konsumsi nasional sebesar 2,59 juta ton, seharusnya terdapat surplus sebesar 2,62 juta ton beras di pasar.

Tak hanya produksi petani yang melimpah, benteng cadangan pangan pemerintah juga dalam kondisi sangat kokoh. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog dilaporkan menembus angka 4,3 juta ton.

“Stok cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG juga amat besar. Ada paradoks, stok CBP melimpah kok harga beras malah naik atau tetap tinggi?” pungkas Khudori heran.

Keanehan ini terlihat nyata di lapangan. Alih-alih melandai karena melimpahnya gabah, harga beras justru mengalami tren kenaikan di berbagai lini, mulai dari tingkat penggilingan hingga pedagang eceran.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas distribusi dan dugaan adanya gangguan dalam mekanisme pasar. Jika surplus jutaan ton tidak mampu menekan harga, maka ada yang salah dengan instrumen stabilisasi pangan nasional.

baca juga

"Ketika produksi melimpah, harga biasanya turun," tegas Khudori mengingatkan prinsip dasar pasar yang kini seolah tidak berlaku di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Konflik Timur Tengah, Pengiriman 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Gagal

Imbas Konflik Timur Tengah, Pengiriman 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Gagal

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:04 WIB

Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan

Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:58 WIB

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Jaga Rekening Tetap Aktif, BRI Perkuat Sistem Keamanan dan Perlindungan Nasabah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:42 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:12 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

×