Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
Petugas memeriksa stok beras di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
baca 10 detik
  • Harga beras naik saat puncak panen raya Maret 2026, sebuah fenomena tidak lazim.
  • Produksi capai 5,21 juta ton, terdapat surplus 2,62 juta ton yang gagal tekan harga.
  • Cadangan beras Bulog tembus 4,3 juta ton, namun stabilitas harga belum terwujud.

Suara.com - Di tengah guyuran panen raya dan tumpukan stok di gudang pemerintah yang mencapai rekor, harga beras di pasaran justru merangkak naik.

Fenomena ini dinilai tidak lazim dan mencerminkan adanya mata rantai yang tersumbat dalam tata kelola pangan.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menyebut situasi ini sebagai paradoks yang mengkhawatirkan. Menurutnya, secara hukum ekonomi, lonjakan pasokan seharusnya menjadi katalisator penurunan harga.

“Fenomena tidak biasa karena, pertama, Maret 2026 adalah puncak panen raya,” ujar Khudori kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

Merujuk data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) amatan Februari 2026, produksi beras nasional diproyeksikan menyentuh angka 5,21 juta ton. Dengan tingkat konsumsi nasional sebesar 2,59 juta ton, seharusnya terdapat surplus sebesar 2,62 juta ton beras di pasar.

Tak hanya produksi petani yang melimpah, benteng cadangan pangan pemerintah juga dalam kondisi sangat kokoh. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog dilaporkan menembus angka 4,3 juta ton.

“Stok cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG juga amat besar. Ada paradoks, stok CBP melimpah kok harga beras malah naik atau tetap tinggi?” pungkas Khudori heran.

Keanehan ini terlihat nyata di lapangan. Alih-alih melandai karena melimpahnya gabah, harga beras justru mengalami tren kenaikan di berbagai lini, mulai dari tingkat penggilingan hingga pedagang eceran.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas distribusi dan dugaan adanya gangguan dalam mekanisme pasar. Jika surplus jutaan ton tidak mampu menekan harga, maka ada yang salah dengan instrumen stabilisasi pangan nasional.

baca juga

"Ketika produksi melimpah, harga biasanya turun," tegas Khudori mengingatkan prinsip dasar pasar yang kini seolah tidak berlaku di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Konflik Timur Tengah, Pengiriman 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Gagal

Imbas Konflik Timur Tengah, Pengiriman 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Gagal

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:04 WIB

Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan

Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:58 WIB

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Pengamat Kritik Bakom: Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah, Dengar Kritik Rakyat!

Pengamat Kritik Bakom: Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah, Dengar Kritik Rakyat!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Diskon Makan di Pagi Sore Pakai BRImo, Ini Syaratnya

Diskon Makan di Pagi Sore Pakai BRImo, Ini Syaratnya

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Prajurit TNI Ditahan Usai Rumah KPAD Cijantung Jadi Markas Judol, KSAD: Jika Terbukti Kena PTDH

Prajurit TNI Ditahan Usai Rumah KPAD Cijantung Jadi Markas Judol, KSAD: Jika Terbukti Kena PTDH

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Dipanggil Seskab Teddy ke Istana, Rektor IPB Tanggapi Kabar Jadi Wamen Pertanian

Dipanggil Seskab Teddy ke Istana, Rektor IPB Tanggapi Kabar Jadi Wamen Pertanian

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kiandra Ramadhipa Bidik Podium Seri Penutup Moto3 Junior World Championship 2026

Kiandra Ramadhipa Bidik Podium Seri Penutup Moto3 Junior World Championship 2026

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

5 Rekomendasi Tumbler Stainless Tahan Panas dan Dingin 24 Jam

5 Rekomendasi Tumbler Stainless Tahan Panas dan Dingin 24 Jam

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Driver Ojek Online Jual Pertalite ke Bule, 1,5 Liter Rp 200 Ribu saat Krisis BBM di Bali

Driver Ojek Online Jual Pertalite ke Bule, 1,5 Liter Rp 200 Ribu saat Krisis BBM di Bali

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Gelanggang Anterra: Perjalanan Remaja Tanpa Sihir Menantang Hierarki Dunia

Gelanggang Anterra: Perjalanan Remaja Tanpa Sihir Menantang Hierarki Dunia

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Komitmen Prabowo Benahi TNI Cuma 4,2% di Survei SMRC, Pengamat Singgung Welfare Militarism

Komitmen Prabowo Benahi TNI Cuma 4,2% di Survei SMRC, Pengamat Singgung Welfare Militarism

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Zulhas Resmikan KDMP di Lampung Bareng BRI: Warga Desa Kini Bisa Dapat KUR Lewat Agen BRILink

Zulhas Resmikan KDMP di Lampung Bareng BRI: Warga Desa Kini Bisa Dapat KUR Lewat Agen BRILink

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:27 WIB

×