Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 21:45 WIB
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
Petugas memeriksa stok beras di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
  • Harga beras naik saat puncak panen raya Maret 2026, sebuah fenomena tidak lazim.
  • Produksi capai 5,21 juta ton, terdapat surplus 2,62 juta ton yang gagal tekan harga.
  • Cadangan beras Bulog tembus 4,3 juta ton, namun stabilitas harga belum terwujud.

Suara.com - Di tengah guyuran panen raya dan tumpukan stok di gudang pemerintah yang mencapai rekor, harga beras di pasaran justru merangkak naik.

Fenomena ini dinilai tidak lazim dan mencerminkan adanya mata rantai yang tersumbat dalam tata kelola pangan.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, menyebut situasi ini sebagai paradoks yang mengkhawatirkan. Menurutnya, secara hukum ekonomi, lonjakan pasokan seharusnya menjadi katalisator penurunan harga.

“Fenomena tidak biasa karena, pertama, Maret 2026 adalah puncak panen raya,” ujar Khudori kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

Merujuk data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) amatan Februari 2026, produksi beras nasional diproyeksikan menyentuh angka 5,21 juta ton. Dengan tingkat konsumsi nasional sebesar 2,59 juta ton, seharusnya terdapat surplus sebesar 2,62 juta ton beras di pasar.

Tak hanya produksi petani yang melimpah, benteng cadangan pangan pemerintah juga dalam kondisi sangat kokoh. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog dilaporkan menembus angka 4,3 juta ton.

“Stok cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG juga amat besar. Ada paradoks, stok CBP melimpah kok harga beras malah naik atau tetap tinggi?” pungkas Khudori heran.

Keanehan ini terlihat nyata di lapangan. Alih-alih melandai karena melimpahnya gabah, harga beras justru mengalami tren kenaikan di berbagai lini, mulai dari tingkat penggilingan hingga pedagang eceran.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas distribusi dan dugaan adanya gangguan dalam mekanisme pasar. Jika surplus jutaan ton tidak mampu menekan harga, maka ada yang salah dengan instrumen stabilisasi pangan nasional.

"Ketika produksi melimpah, harga biasanya turun," tegas Khudori mengingatkan prinsip dasar pasar yang kini seolah tidak berlaku di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Konflik Timur Tengah, Pengiriman 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Gagal

Imbas Konflik Timur Tengah, Pengiriman 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Gagal

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:04 WIB

Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan

Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:58 WIB

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:16 WIB

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB