Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran

M Nurhadi

Senin, 25 Mei 2026 | 08:16 WIB
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
Gamsunoro, kapal tanker milik Pertamina International Shipping. [Antara]
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia anjlok ke titik terendah dalam dua minggu terakhir pada perdagangan hari Senin lalu.
  • Penurunan harga dipicu optimisme pasar atas potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mengenai Selat Hormuz.
  • Proses normalisasi ekspor minyak dunia diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memperbaiki infrastruktur dan arus lalu lintas tanker.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia meluncur bebas hingga menyentuh level terendah dalam dua minggu terakhir pada perdagangan hari Senin.

Tekanan jual masif ini dipicu oleh munculnya gelombang optimisme di kalangan pelaku pasar menyusul indikasi bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran tengah bergerak mendekati kesepakatan damai.

Kendati demikian, kedua belah pihak dilaporkan masih terlibat silang pendapat yang sengit mengenai sejumlah isu krusial. Salah satu poin perdebatan utama adalah masalah blokade di Selat Hormuz, yang hingga saat ini masih membatasi volume ekspor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke pasar global.

Pergerakan instrumen kontrak berjangka komoditas energi mencatatkan koreksi yang cukup dalam:

  • Minyak Mentah Brent: Kontrak berjangka Brent merosot tajam sebesar USD 4,71 atau terkoreksi sekitar 4,55%, sehingga mendarat di posisi USD 98,83 per barel pada pukul 22.34 GMT.
  • Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI): Produk minyak mentah standar AS ini jatuh sebesar USD 4,57 atau ambles 4,73% ke level USD 92,03 per barel.

Penurunan tajam pada awal sesi perdagangan tersebut membawa kedua tolok ukur harga minyak internasional ini menyentuh titik terendah mereka sejak tanggal 7 Mei lalu.

Sentimen positif meruyak setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan resmi yang menyebutkan bahwa Washington dan Teheran telah berhasil "menyelesaikan sebagian besar negosiasi" terkait nota kesepahaman (memorandum of understanding).

Dikutip dari Reuters, dokumen kesepakatan tersebut dirancang untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz secara penuh. Sebelum konflik pecah, jalur perairan strategis ini memegang peran vital dengan mengakomodasi seperlima dari total pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) di seluruh dunia.

Meskipun cetak biru perdamaian mulai terlihat, proses diplomasi ini diprediksi tidak akan berjalan mulus. Melalui pernyataannya, Trump menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan tim delegasi AS di meja perundingan untuk tidak terburu-buru dalam menandatangani kesepakatan akhir dengan Iran, mengingat masih adanya sejumlah poin sensitif yang belum mencapai titik temu.

Merespons dinamika geopolitik ini, Saul Kavonic selaku analis senior dari lembaga riset MST Marquee mengungkapkan bahwa situasi ini memberikan angin segar jangka pendek bagi stabilitas harga energi dunia.

baca juga

"Terlepas dari semua catatan teknis serta risiko yang masih membayangi perjanjian damai dan kepastian di Selat Hormuz, saat ini mulai terlihat titik terang di ujung terowongan. Faktor inilah yang membawa kelegaan sementara terhadap pergerakan harga minyak dalam jangka pendek," ujar Saul Kavonic, dilansir dari Reuters.

Meski demikian, para pengamat komoditas dan industri energi memperkirakan bahwa proses normalisasi rantai pasok tidak dapat terjadi dalam sekejap.

Diperlukan waktu hingga berbulan-bulan agar arus lalu lintas kapal tanker yang melewati selat tersebut kembali ke volume normal.

Selain itu, diperlukan waktu yang cukup lama untuk merenovasi serta memperbaiki berbagai fasilitas infrastruktur minyak dan gas bumi yang mengalami kerusakan fisik selama konflik berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

AS Roma Finis di Peringkat Ketiga usai Sikat Hellas Verona, Kunci Tiket Liga Champions

AS Roma Finis di Peringkat Ketiga usai Sikat Hellas Verona, Kunci Tiket Liga Champions

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 06:47 WIB

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:57 WIB

Timnas Iran Pindah Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko demi Hindari Masalah Visa AS

Timnas Iran Pindah Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko demi Hindari Masalah Visa AS

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:57 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:56 WIB

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Geger Korupsi di Unsoed, Mahasiswa Tuntut Hapus Praktik 'Titipan' di Jalur Mandiri

Geger Korupsi di Unsoed, Mahasiswa Tuntut Hapus Praktik 'Titipan' di Jalur Mandiri

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:53 WIB

Malaysia: Indonesia Buka Wilayah Udara ke Pesawat Malaysia untuk Operasi Hujan Buatan

Malaysia: Indonesia Buka Wilayah Udara ke Pesawat Malaysia untuk Operasi Hujan Buatan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:51 WIB

Puncak Arus Balik Maulid Nabi, Jakarta Bakal Diserbu 35 Ribu Penumpang Kereta

Puncak Arus Balik Maulid Nabi, Jakarta Bakal Diserbu 35 Ribu Penumpang Kereta

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Negara Tetangga Angkat Topi Usai Kevin Diks Ditunjuk Jadi Wakil Kapten Borussia Monchengladbach

Negara Tetangga Angkat Topi Usai Kevin Diks Ditunjuk Jadi Wakil Kapten Borussia Monchengladbach

Bola | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar

Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:45 WIB

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis

Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:37 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:32 WIB

×