Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB
Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan
Warga mencari lowongan pekerjaan di acara Jakarta Job Fair di Mal Thamrin City, Jakarta, Rabu (12/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • 67% perusahaan tak rekrut karyawan baru & 50% pilih tidak ekspansi hingga 5 tahun ke depan.
  • Investasi menjauhi sektor padat karya meski pengangguran masih tembus 7,35 juta orang.
  • Biaya pesangon RI 240% lebih tinggi dari pesaing, picu relokasi industri ke luar negeri.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan kondisi mengkhawatirkan terkait penyerapan tenaga kerja nasional.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4/2026), Apindo menyebutkan bahwa mayoritas perusahaan di Indonesia tidak berencana menambah karyawan dalam waktu dekat.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, memaparkan data survei internal yang menunjukkan 67 persen perusahaan tidak berminat melakukan rekrutmen. Selain itu, sekitar 50 persen perusahaan menyatakan tidak akan melakukan ekspansi dalam lima tahun ke depan.

"Tren investasi saat ini bergeser menjauh dari sektor manufaktur padat karya. Padahal, struktur angkatan kerja kita didominasi tenaga kerja menengah ke bawah yang bergantung pada sektor tersebut," ujar Bob. Ia menekankan perlunya regulasi yang mampu memproteksi buruh tanpa menghambat masuknya investasi.

Senada dengan Apindo, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti adanya tekanan struktural pada pasar kerja. Meski pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen, angka pengangguran masih menyentuh 7,35 juta orang dengan 57,7 persen pekerja berada di sektor informal berproduktivitas rendah.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan, Subchan Gatot, menjelaskan bahwa daya saing Indonesia melemah akibat tingginya biaya non-upah, terutama pesangon yang mencapai 240 persen lebih tinggi dibanding negara pesaing.

"Di Indonesia, kewajiban pesangon bisa mencapai 19 bulan gaji, sementara di Vietnam hanya sekitar 5 bulan. Disparitas ini memicu relokasi industri ke negara seperti Vietnam dan Kamboja," kata Subchan. Selain itu, ketidaksesuaian antara upah minimum dengan kemampuan riil industri manufaktur membuat banyak perusahaan padat karya kesulitan beroperasi secara optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Kendalikan Tender, Kejagung Beberkan Keterlibatan Riza Chalid di Kasus Petral

Diduga Kendalikan Tender, Kejagung Beberkan Keterlibatan Riza Chalid di Kasus Petral

Video | Selasa, 14 April 2026 | 10:54 WIB

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:01 WIB

Cuan di Awal, Bertahan di Akhir: Membedah Siklus Sunyi Pekerja Setiap Bulannya

Cuan di Awal, Bertahan di Akhir: Membedah Siklus Sunyi Pekerja Setiap Bulannya

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Menaker Siapkan Program Pelatihan Vokasi-Magang, Diserap ke PSN hingga Kawasan Ekonomi Khusus

Menaker Siapkan Program Pelatihan Vokasi-Magang, Diserap ke PSN hingga Kawasan Ekonomi Khusus

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 15:48 WIB

Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa?

Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 15:32 WIB

Komentar Purbaya soal Tarif Selat Malaka Bikin Malaysia dan Singapura Kalang Kabut

Komentar Purbaya soal Tarif Selat Malaka Bikin Malaysia dan Singapura Kalang Kabut

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 15:22 WIB

Pemerintah Mau Kasih Insentif Kendaraan Listrik, Tapi Ada Syaratnya

Pemerintah Mau Kasih Insentif Kendaraan Listrik, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:20 WIB

Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!

Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:10 WIB

PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta

PLN Cari Biang Kerok Penyebab Mati Listrik Massal di Jakarta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:01 WIB

Jika PPN Jalan Tol Berlaku, Jusuf Hamka Akui Akan Ada Kenaikan Tarif

Jika PPN Jalan Tol Berlaku, Jusuf Hamka Akui Akan Ada Kenaikan Tarif

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:34 WIB

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan

Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Prodia Setujui Dividen 70% Hingga Komitmen Akselerasi Inovasi Layanan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:26 WIB

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:29 WIB