Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 16 April 2026 | 07:45 WIB
Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah mengkhawatirkan ancaman daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga platik. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Pelaku usaha ritel di Indonesia menghadapi kenaikan harga barang sebesar 5 hingga 10 persen sejak dua minggu terakhir.
  • Kenaikan biaya bahan baku plastik akibat konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga produk rumah tangga dan elektronik.
  • Hippindo mengkhawatirkan penurunan daya beli masyarakat sehingga pelaku usaha berupaya mengoptimalkan promosi serta program belanja domestik lainnya.

Suara.com - Pelaku usaha ritel mulai merasakan kenaikan harga barang di pasar dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya biaya bahan baku, khususnya plastik yang banyak digunakan dalam berbagai produk.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budiharjo Iduansjah, mengatakan kenaikan harga sudah mulai diterima dari para pemasok dalam dua minggu terakhir.

Kenaikan harga plastik merupakan imbas dari memanasnya situasi di Timur Tengah lantaran adanya perang Iran dengan  Amerika Serikat (AS)-Israel.

"Ya, saat ini kami di ritel sudah terima kenaikan harga dari supplier. Jadi dari dua minggu lalu, atau minggu lalu juga udah masuk, dalam proses kami menegosiasi harga, harga lama. Tapi kalau nggak bisa ya kami nego harganya naik bertahap," ujar Budiharjo di Gedung SMESCO, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Budi menambahkan, kenaikan harga saat ini paling terasa pada produk yang menggunakan bahan plastik, baik di sektor rumah tangga maupun industri, termasuk elektronik.

 "Artinya memang udah kenaikan harga itu terutama dari pengusaha makanan minuman, yang elektronik juga, alat listrik yang berhubungan kabel-kabel tuh naik semua. Alat-alat listrik, alat elektronik yang ada berhubungan sama plastik tuh semua naik. Ya, ember-ember itu naik semua itu," ucapnya.

Menurut Budi, rata-rata kenaikan harga di sektor ritel saat ini berada di kisaran 5 sampai 10 persen.

"Rata-rata 10 persen. Uh ya, tapi kami lagi nego ya, ada yang naik 5, 10 gitu, ya," ucapnya.

Meski demikian, tidak semua harga langsung disesuaikan. Sejumlah pelaku usaha masih menahan kenaikan harga sambil melakukan negosiasi dengan pemasok.

baca juga

Budi menjelaskan, kenaikan harga ini turut berdampak pada kinerja penjualan ritel, meski secara nominal terlihat mengalami peningkatan.

"Kalau cash flow gini, sebenarnya kenaikan itu kan inflasi ya. Jadi kami kelihatannya ada, ada kenaikan penjualan jadi sebenarnya. Ya, karena kebetulan tetap ada kan, jadi ada kenaikan omzet secara nggak langsung mungkin 5 persen. Nah, itu didorong dari inflasi," jelasnya.

Namun, ia mengingatkan adanya potensi tekanan terhadap daya beli masyarakat jika kenaikan harga terus berlanjut.

"Nah, kalau cash flow kan kami bayar ke ritel, ke supplier kan term of payment. Jadi tidak ada masalah karena kami terimanya cash. Jadi artinya secara cash flow yang jadi masalah mungkin adalah kami khawatirkan daya beli," ucapnya. 

Untuk menjaga penjualan, pelaku usaha ritel mulai menyesuaikan strategi, termasuk melakukan promosi dan mengoptimalkan program belanja domestik.

"Dengan adanya kenaikan ini, makanya kami inisiasi program-program Belanja di Indonesia Aja, kami coba optimalkan turis luar negeri masuk ke Indonesia belanja, terus uh bagaimana juga promosi-promosi agar stok lama bisa imbangin dengan harga baru. Jadi ada yang harga kami turunkan, ada harga yang naik," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB

Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis

Telkom Bekali 260 Perempuan Pelaku UMKM Jadi Kreator Digital untuk Pengembangan Bisnis

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Komnas Perempuan Desak Kemendagri Tegur Bupati Tasikmalaya Soal Jalsah Salanah Ahmadiyah

Komnas Perempuan Desak Kemendagri Tegur Bupati Tasikmalaya Soal Jalsah Salanah Ahmadiyah

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Tiket Screening Beautiful Pain di Medan Sold Out, Kisah Niken Usai Perceraian Bikin Penasaran

Tiket Screening Beautiful Pain di Medan Sold Out, Kisah Niken Usai Perceraian Bikin Penasaran

Sumut | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Refleksi Buku Mahar Bidadari Surga: Pengingat untuk Terus Memperbaiki Diri

Refleksi Buku Mahar Bidadari Surga: Pengingat untuk Terus Memperbaiki Diri

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Kenapa HP Samsung Restart Sendiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Panduan Resmi

Kenapa HP Samsung Restart Sendiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Panduan Resmi

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Kasus ISPA di Balikpapan dan Samarinda Jadi Sorotan, Kaltim Siagakan Puskesmas

Kasus ISPA di Balikpapan dan Samarinda Jadi Sorotan, Kaltim Siagakan Puskesmas

Kaltim | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:48 WIB

'Beautiful Pain' Tayang di Jogja, Kisah Perjuangan Single Mother Sukses Bikin Penonton Tersentuh

'Beautiful Pain' Tayang di Jogja, Kisah Perjuangan Single Mother Sukses Bikin Penonton Tersentuh

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Bedak Marcks Creme untuk Kulit Warna Apa? Ini Jawaban & Panduan Shade Lengkap

Bedak Marcks Creme untuk Kulit Warna Apa? Ini Jawaban & Panduan Shade Lengkap

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Cuaca Lagi Terik-teriknya? Ini 3 Sunblock Badan Bagus Mulai Rp40 Ribuan

Cuaca Lagi Terik-teriknya? Ini 3 Sunblock Badan Bagus Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:35 WIB

×