Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Harga bahan baku plastik diprediksi melonjak 70% akibat konflik Timur Tengah yang memanas.
  • Apindo peringatkan risiko stop produksi pada Mei 2026 karena kelangkaan bahan baku impor.
  • Sektor makanan & minuman terancam akibat langkanya plastik untuk kemasan produksi.

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memproyeksikan harga bahan baku plastik bisa melonjak hingga 70%, yang berpotensi melumpuhkan aktivitas produksi industri nasional pada Mei mendatang.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengungkapkan bahwa dampak eskalasi konflik di Timur Tengah telah menjalar ke seluruh sektor industri. Terutama, bagi sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor turunan minyak bumi seperti nafta dan gas.

"Bayangkan saja harga plastik bisa naik 60% hingga 70%. Padahal hampir semua produk menggunakan plastik, terutama untuk kemasan bahan makanan," ujar Bob dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4/2026)/

Bob menjelaskan bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh terhambatnya rantai pasok global akibat situasi keamanan di jalur perdagangan internasional. Kelangkaan bahan baku kini mulai dirasakan nyata oleh para pelaku usaha. Menurutnya, industri saat ini berada di ambang ketidakpastian tinggi mengenai keberlanjutan operasional di bulan-bulan mendatang.

Bahkan, ia memberikan peringatan keras bahwa stok bahan baku plastik di pasar saat ini sudah mulai langka. Kondisi ini diprediksi akan mencapai titik krusial pada bulan depan.

"Kita tidak tahu April atau Mei ini masih bisa produksi atau tidak. Situasinya sangat berat. Sebagai contoh, bahan baku plastik ini sudah tidak ada, sudah langka," tegasnya.

Lebih lanjut, Apindo menyoroti sektor makanan dan minuman (mamin) sebagai sektor yang paling rentan terdampak. Mengingat plastik merupakan komponen kemasan utama, kenaikan harga bahan baku yang drastis akan langsung menekan margin keuntungan dan mengganggu struktur biaya produksi.

Bob mengingatkan bahwa jika ketahanan industri tidak segera diperkuat di tengah tekanan ekonomi global ini, risiko penghentian produksi massal menjadi ancaman yang nyata.

"Makanan dan minuman itu pakai plastik. Kalau hubungan (rantai pasok) kita tidak kuat, kita bisa celaka menghadapi situasi ekonomi yang sangat berat ini," pungkas Bob.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bahan Baku Plastik: Momentum Tepat Berkreasi dengan Daun Pisang dan Anyaman Lokal

Harga Bahan Baku Plastik: Momentum Tepat Berkreasi dengan Daun Pisang dan Anyaman Lokal

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 17:05 WIB

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×