Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
Pedagang melayani pembeli plastik di Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (9/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nafta, bahan baku utama plastik dari minyak bumi, harganya melonjak 67,77% secara tahunan.
  • Konflik Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz menjadi pemicu utama kelangkaan pasokan global.
  • Harga produk plastik di pasar mulai naik, membebani pelaku UMKM dan konsumen rumah tangga.

Suara.com - Badai kenaikan harga komoditas kembali menghantam industri manufaktur Tanah Air. Kali ini, sorotan tertuju pada nafta (naphtha), komponen krusial dalam rantai produksi plastik yang harganya terus mendaki hingga menyentuh level mengkhawatirkan.

Lantas, apa sebenarnya nafta itu? Nafta adalah senyawa cair turunan minyak bumi yang berfungsi sebagai bahan baku utama (feedstock) bagi industri petrokimia.

Lewat proses pemanasan di pabrik cracker, nafta dipecah menjadi senyawa dasar seperti etilena dan propilena, yang kemudian diolah menjadi berbagai jenis plastik seperti PE (kantong plastik) hingga PP (kemasan makanan).

Berdasarkan data pasar terbaru per April 2026, harga nafta global telah melesat hingga 67,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara year-to-date (ytd), kenaikannya bahkan nyaris menyentuh angka 100 persen akibat dipicu oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Penyebab utama kenaikan harga ini tak lain adalah gangguan pasokan di Selat Hormuz. Blokade di jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut telah memaksa harga minyak mentah ikut terbang, yang secara otomatis menyeret biaya produksi nafta.

Kondisi ini membuat para produsen lokal, termasuk raksasa petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), terpaksa mengambil langkah mitigasi ekstrem seperti mengurangi tingkat operasional pabrik karena kelangkaan pasokan bahan baku.

Efek domino dari lonjakan bahan baku ini sudah mulai dirasakan di pasar-pasar tradisional. Harga kemasan plastik di tingkat pedagang dilaporkan merangkak naik, dari kisaran Rp27.000 menjadi Rp30.000 per pak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:14 WIB

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 12:04 WIB

Terkini

CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah

Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:48 WIB

×