S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

Liberty Jemadu

Kamis, 16 April 2026 | 16:09 WIB
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara
S&P Global Ratings menyatakan peringkat kredit Indonesia paling rentan turun di Asia Tenggara akibat konflik Timur Tengah. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • S&P Global Ratings menyatakan peringkat kredit Indonesia paling rentan turun di Asia Tenggara akibat konflik Timur Tengah.
  • Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan beban subsidi, defisit transaksi berjalan, serta biaya pinjaman pemerintah Indonesia ke depan.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan APBN.

Suara.com - Peringkat kredit Indonesia menjadi yang paling rentan turun di antara negara-negara Asia Tenggara, demikian disampaikan oleh lembaga pemeringkat S&P Global Rating pada Rabu (15/4/2026).

Dalam analisisnya S&P melihat dampak konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan akan terutama berdampak pada Indonesia, terutama imbas harga komoditas energi yang masih akan terus tinggi.

"Kualitas kredit negara dengan bantalan peringkat lebih tipis berisiko turun dalam skenario disrupsi pasar energi yang berkepanjangan. Di Asia Tenggara, kami melihat peringkat kredit Indonesia lebih rentan jika konflik tak segera usai," beber S&P dalam laporannya dilansir dari Bloomberg.

Dijelaskan lebih lanjut, harga energi yang terus naik akan memaksa pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan subsidi dan menekan anggaran atau APBN. Sementara ongkos impor minyak yang semakin mahal akan membuat defisit transaksi berjalan semakin lebar.

Selain itu tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi juga berpotensi mendorong kenaikan suku bunga. Konsekuensinya biaya pinjaman pemerintah juga akan meningkat dan berujung pada tekanan lebih besar ke fiskal.

Berbeda dari Indonesia, S&P menilai Malaysia memiliki daya tahan lebih baik di tengah krisis energi yang sedang berlangsung.

Meski Malaysia juga memberikan subsidi energi dan berisiko mengalami defisit anggaran lebih besar, tapi negeri jiran itu memiliki pasar keuangan domestik yang dalam dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Thailand juga menghadapi risiko perlambatan ekonomi dan menyempitnya ruang fiskal. Tapi Thailand memiliki kekuatan di sisi kebijakan moneter dan kondisi eksternal yang lebih solid.

Vietnam di sisi lain, berkat pertumbuhan ekonomi dan ekspor yang kuat, dinilai memiliki bantalan yang lebih tebal. Tetapi risiko tetap ada, yang muncul dari biaya impor energi tinggi dan menyusutnya cadangan devisa.

baca juga

Pemerintah Optimistis

Menghadapi berbagai tekanan ini, pemerintah sendiri masih optimistis. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam kunjunga ke Amerika Serikat pada pekan ini, mengatakan
Bank Dunia hingga lembaga pemeringkat global mengapresiasi arah strategi kebijakan fiskal Indonesia.

Klaim itu ia sampaikan usai bertemu dengan petinggi Bank Dunia serta perwakilan lembaga pemeringkat internasional termasuk S&P Global Ratings.

"Bank dunia dan lembaga pemeringkat amat puas dengan penjelasan tentang strategi kita. Jadi, keraguan tentang apakah kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik dan menciptakan pertumbuhan yang baik pada saat bersamaan sepertinya sudah hilang," kata Purbaya, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Ia menyebut Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.

Selain itu, di tengah rangkaian agendanya, Purbaya juga bertemu dengan 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments. Menurut Purbaya, para investor menanyakan perihal kemampuan Indonesia mencetak pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dengan pengelolaan anggaran yang tetap terkendali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Jamin Ketersediaan Energi Terjaga dan Terjangkau bagi Masyarakat

Pemerintah Jamin Ketersediaan Energi Terjaga dan Terjangkau bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 12:45 WIB

MBG di Persimpangan: Investasi SDM Masa Depan atau Malah Jadi Beban Fiskal?

MBG di Persimpangan: Investasi SDM Masa Depan atau Malah Jadi Beban Fiskal?

Your Say | Sabtu, 11 April 2026 | 11:40 WIB

Ketua Banggar DPR Desak Reformasi Kebijakan: 79 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Mampu

Ketua Banggar DPR Desak Reformasi Kebijakan: 79 Persen Subsidi Pertalite Dinikmati Orang Mampu

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:25 WIB

CELIOS Wanti-Wanti Mandatori B50 Bisa Bikin Rugi Negara

CELIOS Wanti-Wanti Mandatori B50 Bisa Bikin Rugi Negara

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:29 WIB

Pemerintah Belanja Ekspansif Sembari Jaga Disiplin Fiskal, Ekonomi Beri Sinyal Positif

Pemerintah Belanja Ekspansif Sembari Jaga Disiplin Fiskal, Ekonomi Beri Sinyal Positif

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 19:36 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×