Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB
Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan
Logo OpenAI. [ANTARA]
  • Novo Nordisk & OpenAI kerja sama pakai AI untuk percepat riset dan distribusi obat inovatif.
  • AI bakal optimalkan efisiensi manufaktur hingga rantai pasok global Novo Nordisk per akhir 2026.
  • Fokus utama adalah temukan terapi baru bagi jutaan pasien diabetes dan obesitas lewat pola data.

Suara.com - Raksasa farmasi asal Denmark, Novo Nordisk, resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mentransformasi sektor kesehatan. Langkah ini menempatkan produsen obat diabetes dan obesitas tersebut di garis depan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat penemuan obat-obatan inovatif.

Kemitraan ini akan memanfaatkan kapabilitas AI milik OpenAI yang dikenal canggih dalam menganalisis data kompleks. Tujuannya jelas: mengidentifikasi potensi penemuan obat baru lebih cepat dan memangkas waktu dari tahap penelitian di laboratorium hingga bisa dikonsumsi oleh pasien.

Meski menggunakan teknologi tingkat tinggi, Novo Nordisk memastikan kolaborasi ini tetap memprioritaskan perlindungan data dan etika. Pengawasan manusia tetap dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh proses sesuai dengan regulasi medis yang berlaku.

Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, menegaskan bahwa jutaan penderita diabetes dan obesitas sangat membutuhkan pilihan pengobatan baru. Menurutnya, integrasi AI memungkinkan perusahaan melihat pola-pola data yang sebelumnya tidak mungkin terdeteksi oleh manusia.

"Mengintegrasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari memampukan kami untuk menganalisis data dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan," ujar Doustdar dalam keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

Kerja sama ini tidak hanya berhenti di meja laboratorium. OpenAI juga akan membantu meningkatkan literasi AI bagi karyawan Novo Nordisk di seluruh dunia. Selain itu, teknologi ini bakal digunakan untuk mengoptimalkan efisiensi di sektor manufaktur, rantai pasok, hingga distribusi.

Program percontohan ini akan segera meluncur di berbagai divisi, mulai dari Riset dan Pengembangan (R&D) hingga operasional komersial. Targetnya, integrasi penuh teknologi AI OpenAI di tubuh Novo Nordisk bakal rampung pada akhir tahun 2026.

CEO OpenAI, Sam Altman, menyambut positif kolaborasi ini. Ia meyakini bahwa di bidang ilmu hayati (life sciences), AI punya peran vital untuk membantu manusia hidup lebih sehat dan lama.

"Kolaborasi dengan Novo Nordisk ini akan membantu mempercepat penemuan ilmiah, menjalankan operasional global yang lebih cerdas, serta mendefinisikan ulang masa depan penanganan pasien," tegas Altman.

Langkah ambisius ini merupakan kelanjutan dari inisiatif AI yang sebelumnya telah digarap Novo Nordisk bersama berbagai mitra teknologi global lainnya untuk memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin pasar kesehatan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:47 WIB

Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi

Modus Toko Kosmetik Terbongkar, Penjual Obat Keras Ilegal di Tamansari Ditangkap Polisi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 09:25 WIB

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB

Terkini

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

3 Cara Cek Kurs Rupiah ke Dolar, Bisa Dipantau Setiap Hari dari HP

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:15 WIB

Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus

Komitmen Pengurangan Emisi, BTN Perluas Program Bayar Angsuraanmu dengan Sampahmu hingga ke Kudus

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:14 WIB

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:06 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:46 WIB

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:17 WIB

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Rupiah Jeblok Rp18.000 per Dolar AS, Ekonomi 200 Juta WNI Dipertaruhkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:58 WIB

Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp 2,75 Juta per Gram

Harga Emas Antam Lagi Murah Dibanderol Rp 2,75 Juta per Gram

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:50 WIB

Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Rupiah Akhirnya Jebol ke Rp18.000, Purbaya Tak Mau Disalahkan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:43 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Ikut Laporkan Kasus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana

Purbaya Klaim Kemenkeu Ikut Laporkan Kasus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:42 WIB