Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB
Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas
Kondisi geopolitik di Iran, Amerika Serikat, dan Israel. (Gemini AI)
  • Konflik geopolitik Timur Tengah memicu kenaikan harga energi yang mengancam efisiensi biaya logistik distribusi kesehatan di Indonesia.
  • Edwin Vega Darma dari PT Parit Padang Global menyatakan potensi kenaikan harga BBM akan memberatkan distribusi ke pelosok.
  • Perusahaan berencana melakukan efisiensi operasional dan beralih ke kendaraan listrik guna memastikan keberlanjutan layanan distribusi produk kesehatan.

Suara.com - Memanasnya kondisi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia, mulai membayangi sektor distribusi kesehatan di dalam negeri.

Pelaku usaha menilai, potensi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak langsung pada biaya logistik distribusi obat dan alat kesehatan.

Senior Vice President Distribution PT Parit Padang Global, Edwin Vega Darma, mengatakan, kenaikan harga energi menjadi faktor krusial dalam menjaga efisiensi distribusi di tengah cakupan wilayah Indonesia yang luas.

"Nah, saya belum kebayang lagi nanti jika sampai terjadi bahan bakar naik. Karena di beberapa negara, tadi kami sempat diskusi juga, di Filipina bahan bakar sudah naik, maka mau tidak mau ini akan menjadi concern bagaimana mendistribusikan proxuk dengan lebih efisien," ujar Edwin kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, tekanan biaya logistik tidak terlepas dari dampak konflik geopolitik global yang mulai dirasakan oleh pelaku industri, termasuk potensi kenaikan harga bahan bakar.

Menurut Edwin, distribusi produk kesehatan memiliki tantangan tersendiri karena harus menjangkau berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil yang membutuhkan biaya pengiriman lebih tinggi.

Ilustrasi produk kesehatan. (Dok. Istimewa)
Ilustrasi produk kesehatan. (Dok. Istimewa)

"Jadi tadi ada ide ya kita mungkin ganti vendor transporter yang menggunakan bahan bakar konvensional menjadi bahan bakar listrik. Antisipasinya ya," ucapnya.

Ia menambahkan, efisiensi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan distribusi, terutama jika tekanan biaya terus meningkat akibat kenaikan harga energi.

Di sisi lain, konflik geopolitik juga mulai memengaruhi kinerja industri secara umum. Edwin menyebut aktivitas bisnis sempat melambat akibat ketidakpastian ekonomi.

"Kita punya performance di Maret agak terganggu dengan dengan konflik ini. Karena mungkin para ekonom di Indonesia atau para pemilik usaha sedikit ngerem," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rangkaian Corporate Leadership Summit 2026 yang digelar PT Parit Padang Global (PPG) dalam momentum peringatan 70 tahun perusahaan.

Melalui forum tersebut, Edwin menyebut pihaknya akan beradaptasi menghadapi dinamika industri, termasuk tekanan biaya akibat kondisi global.

Sebagai perusahaan distribusi kesehatan, PPG memiliki jaringan yang menjangkau lebih dari 95 persen rumah sakit dan apotek di Indonesia, didukung oleh 25 cabang, 3 kantor penjualan, serta jaringan sub-distributor.

Dengan cakupan wilayah yang luas, kenaikan biaya logistik dinilai menjadi tantangan signifikan dalam menjaga kelancaran distribusi layanan kesehatan.

Terlebih, distribusi obat tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan.

"Karena di sini ada sektor keselamatan atau kesehatan manusia ya. Kalau katakanlah marjinnya 10 persen, mungkin biaya kirim 25 persen. Karena mahal sekali kirim ke sana. Ya tapi karena ada unsur kemanusiaan dan kita harus deliver," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:31 WIB

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:30 WIB

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 12:34 WIB

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:55 WIB

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 19:02 WIB

Terkini

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB