Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Stok Pupuk RI Diklaim Kebal Konflik Timur Tengah, DPR Puji Keberanian Turunkan Harga 20%

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 20 April 2026 | 11:34 WIB
Stok Pupuk RI Diklaim Kebal Konflik Timur Tengah, DPR Puji Keberanian Turunkan Harga 20%
Stabilitas pasokan pupuk domestik di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah mendapat apresiasi tinggi dari parlemen. Foto Antara.
  • Stok pupuk nasional tetap stabil meski ada konflik Iran-Israel di Timur Tengah.
  • Pemerintah dan Pupuk Indonesia turunkan harga pupuk subsidi 20% pada tahun 2025.
  • Ketahanan industri hulu ke hilir lindungi RI dari dampak Selat Hormuz.

Suara.com - Stabilitas pasokan pupuk domestik di tengah memanasnya geopolitik Timur Tengah mendapat apresiasi tinggi dari parlemen.

Komisi IV DPR RI menilai sinergi Pemerintah dan PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menjaga ketahanan pangan nasional meski jalur logistik global tengah terancam.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN, Herry Dermawan, menyoroti ketangguhan industri pupuk dalam negeri yang tetap kokoh meski tensi antara Iran dan Israel-Amerika Serikat meningkat. Menurutnya, Indonesia justru membuat langkah progresif dengan menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20% pada tahun 2025.

"Untuk PT Pupuk, terima kasih. Luar biasa berani menurunkan harga pupuk 20% dan tadi juga sudah dinyatakan walaupun ada perang, insya Allah pupuk kita aman karena bahan baku kita sudah tersedia," ujar Herry dalam Rapat Kerja di Senayan, dikutip Kamis (16/4/2026).

Senada dengan Herry, Anggota Komisi IV dari Fraksi Gerindra, TA Khalid, menegaskan bahwa Indonesia patut bersyukur lantaran ancaman penutupan Selat Hormuz tidak berdampak fatal pada ketersediaan pupuk petani. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi pasokan pupuk dunia.

Khalid menilai, resiliensi ini adalah buah dari konsistensi pembangunan industri pupuk dari hulu ke hilir yang telah dipupuk sejak era Presiden Soeharto hingga pemerintahan saat ini.

"Kita bangga bahwa problem konflik Timur Tengah tidak berefek pada kita. Konsistensi pemerintah dalam membangun industri pupuk menjadi kunci stabilitas saat ini," tegas Khalid.

Meskipun dinamika global sempat memicu kekhawatiran krisis energi dan bahan baku, kapasitas produksi dalam negeri yang kuat terbukti mampu menjadi tameng bagi sektor pertanian nasional. Dengan kepastian stok dan harga yang lebih terjangkau, diharapkan produktivitas petani tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis BBM Mengintai, Guru Besar UGM Tawarkan Solusi dari Nyamplung dan Malapari

Krisis BBM Mengintai, Guru Besar UGM Tawarkan Solusi dari Nyamplung dan Malapari

News | Minggu, 19 April 2026 | 14:02 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

Harga BBM Dijaga Tetap Stabil, Pertamina Imbau Masyarakat Hemat Energi

Harga BBM Dijaga Tetap Stabil, Pertamina Imbau Masyarakat Hemat Energi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 11:49 WIB

Terkini

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB