Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 21 April 2026 | 08:32 WIB
Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini
Suasana Jakarta Light Festival edisi Imlek di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (13/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IMF pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 jadi 5% akibat lonjakan harga komoditas global.
  • Konflik Timur Tengah picu harga minyak naik 21,4% dan ganggu rantai pasok pangan dunia.
  • Ekonomi global melambat ke 3,1%; Vietnam pimpin ASEAN dengan pertumbuhan 7,1%.

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) membawa kabar kurang sedap bagi prospek ekonomi nasional. Dalam laporan terbarunya, lembaga donor internasional tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% pada tahun 2026.

Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang sempat dipatok di level 5,1%. Penurunan ini tertuang dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April 2026.

Penyebab utamanya tak lain adalah tensi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas. Eskalasi konflik tersebut memicu lonjakan harga komoditas global, terutama di sektor energi, yang pada akhirnya memberikan tekanan hebat bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Perekonomian di seluruh dunia menghadapi dampak buruk melalui pengaruh langsung dari kenaikan harga komoditas," tulis laporan IMF yang dikutip Senin (20/4/2026).

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tampaknya harus bekerja ekstra keras. Vietnam diproyeksikan masih menjadi primadona dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 7,1% pada 2026.

Sementara itu, dalam peta persaingan regional lainnya, Indonesia bersanding dengan Malaysia yang sama-sama diproyeksikan tumbuh di angka 4,7% dalam skenario tertentu.

IMF menjelaskan bahwa dalam skenario dasar (baseline), konflik diasumsikan berlangsung singkat dalam beberapa minggu ke depan dengan pemulihan bertahap hingga pertengahan 2026. Namun, risiko "lubang hitam" ekonomi tetap mengintai jika konflik berlangsung lebih lama dan intensitasnya meningkat.

Secara global, IMF melihat adanya tren perlambatan. Ekonomi dunia diperkirakan melambat menjadi 3,1% pada 2026, turun dari posisi 3,4% pada 2025. Salah satu pemicunya adalah lonjakan harga energi yang diperkirakan melambung hingga 19% tahun ini.

Harga minyak mentah diproyeksikan naik signifikan sebesar 21,4% akibat gangguan distribusi di Timur Tengah, dengan rata-rata harga menyentuh US$ 82 per barel. Efek domino dari kenaikan ini dipastikan akan merembet ke harga pangan karena naiknya biaya pupuk dan logistik global.

baca juga

"Tanpa adanya perang, aktivitas ekonomi global sebenarnya berpotensi tetap berada di jalur stabil pada 2026. Namun, konflik yang berlangsung saat ini menambah ketidakpastian dan menekan prospek pertumbuhan," tutup laporan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Bola | Senin, 20 April 2026 | 20:26 WIB

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:23 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia Selangkah Lagi Menuju Promosi ke Liga Papan Atas Bareng Klubnya

3 Pemain Timnas Indonesia Selangkah Lagi Menuju Promosi ke Liga Papan Atas Bareng Klubnya

Bola | Senin, 20 April 2026 | 19:22 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×