Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 21 April 2026 | 08:32 WIB
Laporan Terbaru IMF: Ekonomi RI Tumbuh Berat Tahun Ini
Suasana Jakarta Light Festival edisi Imlek di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (13/2/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IMF pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 jadi 5% akibat lonjakan harga komoditas global.
  • Konflik Timur Tengah picu harga minyak naik 21,4% dan ganggu rantai pasok pangan dunia.
  • Ekonomi global melambat ke 3,1%; Vietnam pimpin ASEAN dengan pertumbuhan 7,1%.

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) membawa kabar kurang sedap bagi prospek ekonomi nasional. Dalam laporan terbarunya, lembaga donor internasional tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5% pada tahun 2026.

Angka ini lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang sempat dipatok di level 5,1%. Penurunan ini tertuang dalam laporan World Economic Outlook (WEO) edisi April 2026.

Penyebab utamanya tak lain adalah tensi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas. Eskalasi konflik tersebut memicu lonjakan harga komoditas global, terutama di sektor energi, yang pada akhirnya memberikan tekanan hebat bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Perekonomian di seluruh dunia menghadapi dampak buruk melalui pengaruh langsung dari kenaikan harga komoditas," tulis laporan IMF yang dikutip Senin (20/4/2026).

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tampaknya harus bekerja ekstra keras. Vietnam diproyeksikan masih menjadi primadona dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi mencapai 7,1% pada 2026.

Sementara itu, dalam peta persaingan regional lainnya, Indonesia bersanding dengan Malaysia yang sama-sama diproyeksikan tumbuh di angka 4,7% dalam skenario tertentu.

IMF menjelaskan bahwa dalam skenario dasar (baseline), konflik diasumsikan berlangsung singkat dalam beberapa minggu ke depan dengan pemulihan bertahap hingga pertengahan 2026. Namun, risiko "lubang hitam" ekonomi tetap mengintai jika konflik berlangsung lebih lama dan intensitasnya meningkat.

Secara global, IMF melihat adanya tren perlambatan. Ekonomi dunia diperkirakan melambat menjadi 3,1% pada 2026, turun dari posisi 3,4% pada 2025. Salah satu pemicunya adalah lonjakan harga energi yang diperkirakan melambung hingga 19% tahun ini.

Harga minyak mentah diproyeksikan naik signifikan sebesar 21,4% akibat gangguan distribusi di Timur Tengah, dengan rata-rata harga menyentuh US$ 82 per barel. Efek domino dari kenaikan ini dipastikan akan merembet ke harga pangan karena naiknya biaya pupuk dan logistik global.

baca juga

"Tanpa adanya perang, aktivitas ekonomi global sebenarnya berpotensi tetap berada di jalur stabil pada 2026. Namun, konflik yang berlangsung saat ini menambah ketidakpastian dan menekan prospek pertumbuhan," tutup laporan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Dari Bertahan hingga Serangan, Ini Evaluasi Timnas Indonesia U-17 Usai Gagal di Piala AFF

Bola | Senin, 20 April 2026 | 20:26 WIB

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:23 WIB

3 Pemain Timnas Indonesia Selangkah Lagi Menuju Promosi ke Liga Papan Atas Bareng Klubnya

3 Pemain Timnas Indonesia Selangkah Lagi Menuju Promosi ke Liga Papan Atas Bareng Klubnya

Bola | Senin, 20 April 2026 | 19:22 WIB

Terkini

5 Ciri-Ciri Bedak Padat Sudah Kedaluwarsa atau Jamuran yang Bahaya untuk Kulit

5 Ciri-Ciri Bedak Padat Sudah Kedaluwarsa atau Jamuran yang Bahaya untuk Kulit

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Bentala Sella: Romansa Unik antara Dokter dan Pengusaha Sayur Hidroponik

Bentala Sella: Romansa Unik antara Dokter dan Pengusaha Sayur Hidroponik

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Pasokan Gas Terbatas, Pekanbaru Terancam Pemadaman Listrik Bergilir hingga 4 Jam

Pasokan Gas Terbatas, Pekanbaru Terancam Pemadaman Listrik Bergilir hingga 4 Jam

Riau | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:13 WIB

Mengenal Gejala Kerusakan V-Belt Motor Matik, Jangan Tunggu Sampai Putus

Mengenal Gejala Kerusakan V-Belt Motor Matik, Jangan Tunggu Sampai Putus

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Legenda Liverpool: Pecat Michael Carrick, Pilih Unai Emery sebagai Pengganti

Legenda Liverpool: Pecat Michael Carrick, Pilih Unai Emery sebagai Pengganti

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:09 WIB

AXIS Manfaatkan Futsal Pelajar untuk Gaet Pelanggan Muda, Hadirkan Kuota hingga 2 GB per Hari

AXIS Manfaatkan Futsal Pelajar untuk Gaet Pelanggan Muda, Hadirkan Kuota hingga 2 GB per Hari

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:09 WIB

Persib Sampaikan Duka atas Meninggalnya Bobotoh di Bogor Usai Laga Melawan Garudayaksa

Persib Sampaikan Duka atas Meninggalnya Bobotoh di Bogor Usai Laga Melawan Garudayaksa

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:06 WIB

Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali

Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Biang Kerok Keterpurukan Manchester United: Pemain Merasa Suhu Padahal Cupu

Biang Kerok Keterpurukan Manchester United: Pemain Merasa Suhu Padahal Cupu

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura

Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:02 WIB

×