Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 22 April 2026 | 08:24 WIB
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
Ilustrasi. Gubernur BI, Perry Warjiyo. Foto ist
baca 10 detik
  • Josua Pardede prediksi suku bunga BI bertahan 4,75% demi jaga Rupiah.
  • Rupiah tembus Rp17.127 jadi alasan utama BI fokus stabilitas daripada pelonggaran.
  • Cadangan devisa USD148,3 M jadi modal kuat BI hadapi ketidakpastian global.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mengambil langkah konservatif dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan bank sentral akan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen demi membentengi nilai tukar Rupiah yang tengah dihantam ketidakpastian global.

Langkah ini dinilai paling rasional di tengah kondisi pasar yang penuh drama. Menurut Josua, prioritas kebijakan moneter saat ini bukan lagi soal melonggarkan likuiditas demi genjot ekonomi, melainkan murni soal perlindungan terhadap volatilitas eksternal.

Fokus utama BI saat ini adalah memperkuat "bantalan" nilai tukar. Bukan tanpa alasan, kurs USD/IDR sempat menyentuh angka Rp17.127 pada pertengahan April 2026. Meskipun pasar sempat terlihat tenang di awal pekan, fondasinya dianggap masih sangat rapuh.

"Pasar masih menakar risiko geopolitik yang fluktuatif. Sifatnya masih bergantung pada berita harian," ujar Josua kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

Selain faktor global, kenaikan harga BBM nonsubsidi juga masuk dalam radar pantauan. BI diyakini tetap waspada terhadap efek domino pada biaya logistik dan ekspektasi inflasi masyarakat, meskipun dampak langsungnya masih terbatas.

Harapan pasar untuk melihat suku bunga turun tampaknya harus disimpan dulu. Josua menegaskan, ruang penurunan BI Rate praktis tertutup jika harga minyak dunia bertahan di rata-rata USD80 per barel dan rupiah terus "nyaman" mendekati level psikologis Rp17.000.

Meski dibayangi tekanan, ekonomi domestik sebenarnya masih menunjukkan tajinya. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kokoh di level 122,9 dan PMI Manufaktur masih berada di zona ekspansi (50,1).

BI juga punya modal kuat dengan cadangan devisa sebesar USD148,3 miliar per akhir Maret 2026. Namun, amunisi ini kemungkinan besar tidak akan dipakai untuk memangkas bunga, melainkan untuk intervensi pasar melalui instrumen DNDF, pasar spot, dan lelang SRBI.

"Skenario mempertahankan stabilitas moneter menjadi alasan utama mengapa posisi BI Rate April 2026 diperkirakan belum akan berubah," tandas Josua.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:56 WIB

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:43 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:34 WIB

Terkini

Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Shin Tae-yong Merasa Tidak Tenang

Dua Pelatih Dipecat Usai Dikalahkan Persija, Shin Tae-yong Merasa Tidak Tenang

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Viva Milk Cleanser Bengkuang untuk Kulit Apa? Ini Jenis Kulit yang Cocok

Viva Milk Cleanser Bengkuang untuk Kulit Apa? Ini Jenis Kulit yang Cocok

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17 WIB

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar

DKI Jakarta dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang, Kompensasi Disepakati Rp 362 Miliar

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Pasar Otomotif Eropa Diserbu Mobil Listrik Bekas Asal China

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Cara Membuat SKCK Online Lewat HP, Cek Syarat dan Biayanya

Cara Membuat SKCK Online Lewat HP, Cek Syarat dan Biayanya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme

Ulasan Marinaleda karya Dan Hancox: Ketika Kota Kecil Menggugat Kapitalisme

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Apakah Boleh setelah Night Cream Pakai Sleeping Mask? Ini Urutannya

Apakah Boleh setelah Night Cream Pakai Sleeping Mask? Ini Urutannya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Polisi Selidiki Kecelakaan BYD Lindas Ojol di Panglima Polim, Sopir Diduga Mengantuk dan Panik

Polisi Selidiki Kecelakaan BYD Lindas Ojol di Panglima Polim, Sopir Diduga Mengantuk dan Panik

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Perlawanan Tak Ditolak, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Sebut Putusan Sela Mirip Perkara Ijazah Gibran

Perlawanan Tak Ditolak, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Sebut Putusan Sela Mirip Perkara Ijazah Gibran

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald

Jakarta | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:08 WIB

×