Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 22 April 2026 | 08:24 WIB
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
Ilustrasi. Gubernur BI, Perry Warjiyo. Foto ist
  • Josua Pardede prediksi suku bunga BI bertahan 4,75% demi jaga Rupiah.
  • Rupiah tembus Rp17.127 jadi alasan utama BI fokus stabilitas daripada pelonggaran.
  • Cadangan devisa USD148,3 M jadi modal kuat BI hadapi ketidakpastian global.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mengambil langkah konservatif dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan ini. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan bank sentral akan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen demi membentengi nilai tukar Rupiah yang tengah dihantam ketidakpastian global.

Langkah ini dinilai paling rasional di tengah kondisi pasar yang penuh drama. Menurut Josua, prioritas kebijakan moneter saat ini bukan lagi soal melonggarkan likuiditas demi genjot ekonomi, melainkan murni soal perlindungan terhadap volatilitas eksternal.

Fokus utama BI saat ini adalah memperkuat "bantalan" nilai tukar. Bukan tanpa alasan, kurs USD/IDR sempat menyentuh angka Rp17.127 pada pertengahan April 2026. Meskipun pasar sempat terlihat tenang di awal pekan, fondasinya dianggap masih sangat rapuh.

"Pasar masih menakar risiko geopolitik yang fluktuatif. Sifatnya masih bergantung pada berita harian," ujar Josua kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

Selain faktor global, kenaikan harga BBM nonsubsidi juga masuk dalam radar pantauan. BI diyakini tetap waspada terhadap efek domino pada biaya logistik dan ekspektasi inflasi masyarakat, meskipun dampak langsungnya masih terbatas.

Harapan pasar untuk melihat suku bunga turun tampaknya harus disimpan dulu. Josua menegaskan, ruang penurunan BI Rate praktis tertutup jika harga minyak dunia bertahan di rata-rata USD80 per barel dan rupiah terus "nyaman" mendekati level psikologis Rp17.000.

Meski dibayangi tekanan, ekonomi domestik sebenarnya masih menunjukkan tajinya. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kokoh di level 122,9 dan PMI Manufaktur masih berada di zona ekspansi (50,1).

BI juga punya modal kuat dengan cadangan devisa sebesar USD148,3 miliar per akhir Maret 2026. Namun, amunisi ini kemungkinan besar tidak akan dipakai untuk memangkas bunga, melainkan untuk intervensi pasar melalui instrumen DNDF, pasar spot, dan lelang SRBI.

"Skenario mempertahankan stabilitas moneter menjadi alasan utama mengapa posisi BI Rate April 2026 diperkirakan belum akan berubah," tandas Josua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Rupiah Terus Menguat pada Rabu Sore, BI Perlu Naikkan Suku Bunga untuk Jaga Momentum

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 16:56 WIB

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:43 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:34 WIB

Terkini

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:37 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!

Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:52 WIB

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:36 WIB

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:25 WIB

Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya

Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:31 WIB

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 09:15 WIB

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Satgas PASTI Bongkar Investasi Ilegal Koperasi BLN, Tawarkan Bunga 4,17% per Bulan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:49 WIB

Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor

Bank Jakarta Siap Jadi "Mesin Keuangan" Kota, Bidik Hubungkan Warga, UMKM hingga Investor

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:43 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Naik Jadi Rp 2.743.000/Gram

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:35 WIB