Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa?

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 23 April 2026 | 15:32 WIB
Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa?
Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa? Foto Gemini AI
baca 10 detik
  • Rupiah anjlok ke Rp17.303 per dolar AS akibat sentimen global.
  • Kebijakan Deputi Gubernur BI baru diuji di tengah tren pelemahan.
  • Menko Airlangga pilih pantau pasar dan serahkan beban stabilisasi ke BI.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian memprihatinkan. Mata uang Garuda seolah tak bertenaga menghadapi 'amukan' The Greenback yang kian membara, hingga menyeretnya ke level terburuk sepanjang sejarah.

Mengutip data Bloomberg pada perdagangan Kamis (23/4/2026), rupiah dibuka lunglai di level Rp17.288 per dolar AS, melemah 0,62 persen dibanding penutupan sebelumnya. Tak butuh waktu lama, posisi Garuda makin terperosok hingga menyentuh level psikologis baru yang mengerikan di Rp17.303.

Kenapa Rupiah Melemah?

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, rontoknya rupiah adalah kombinasi maut antara hantaman global dan minimnya sentimen positif domestik. Eskalasi konflik di Timur Tengah memaksa investor kabur ke aset aman (safe haven).

"Rupiah diperkirakan akan terus melemah di tengah ketidakpastian perdamaian Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman.

Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi beban tambahan bagi mata uang domestik. Dari sisi internal, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunga acuan dinilai belum cukup kuat untuk menahan laju depresiasi rupiah.

"Keputusan BI mempertahankan suku bunga juga membebani rupiah. Range pergerakan hari ini diperkirakan ada di angka Rp17.150 hingga Rp17.250," imbuh Lukman.

Tuah Thomas Djiwandono Dinanti

Sorotan tajam kini tertuju pada Thomas Djiwandono. Keponakan Presiden Prabowo Subianto yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) itu tengah diuji nyalinya.

baca juga

Pasalnya, sejak awal tahun ini gerak-gerik Rupiah boleh dibilang cukup mengkhawatirkan. Tengok saja, berdasarkan data pasar saat pembukaan perdagangan 1 Januari 2026 posisi Rupiah berada pada level Rp16.678. Kondisi ini makin memburuk pada tanggal 20 Januari dengan menyentuh level Rp16.945. Selepas itu rupiah sempat menguat ke Rp16.681 pada tanggal 28 Januari 2026.

Tapi itu penguatan Rupiah yang terakhir kalinya sebelum memasuki tren pelemahan cukup panjang. Bahkan setelah Thomas Djiwandono dilantik pada 9 Februari 2026 mata uang Garuda kembali anjlok ke Rp16.862. Tren pelemahan ini terus berlanjut hingga akhirnya masuk level psikologis baru di Rp17.033 pada 7 April 2026.

Setelah itu hari-hari Rupiah makin tak berdaya, hingga hari ini Rupiah mengalami pelemahan paling buruk sepanjang sejarah di Rp17.303.

Menyelamatkan Rupiah

Kondisi ini membuat bank sentral mengambil sejumlah langkah mitigasi agar nilai tukar Rupiah makin tak anjlok, salah satunya menurunkan batas maksimum pembelian valuta asing (valas) terhadap rupiah dari USD100 ribu menjadi USD50 ribu per pelaku per bulan. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 April 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono mengatakan per 17 April 2026, rata-rata harian transaksi spot nasabah menurun.

“Mengenai kesiapan bank-bank tersebut, karena terdapat transisi selama satu bulan untuk pelaporan dan penyampaian dokumen tersebut, sehingga para bank sudah siap dan tidak ada masalah di situ,” ucapnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang digelar daring pada, Rabu (22/4/2026).

Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, penggunaan dokumen underlying dalam transaksi spot telah meningkat menjadi 93,5 persen dari 89,2 persen. Menurutnya, meski baru berjalan sebentar, pengetatan kebijakan transaksi valas sudah memberikan hasil yang positif.

Sejalan dengan itu, BI juga mendorong peningkatan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

“Sehingga hasil positifnya juga sudah kelihatan bahwa semakin banyak transaksi untuk Domestic Non-Deliverable Forward,” ucap Perry.

Thomas mengklaim kebijakan ini mulai membuahkan hasil. "Rata-rata harian transaksi spot nasabah menurun dari US$ 78 juta menjadi US$ 60 juta. Bank-bank sudah siap dan tidak ada masalah di transisi ini," tegas dia.

Pemerintah Pilih 'Wait and See'

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tampak lebih santai menyikapi jebloknya rupiah. Ia berkilah bahwa nasib nahas ini dialami oleh hampir seluruh mata uang regional.

"Ya kan itu gejolak global. Berbagai mata uang di regional juga bergejolak," ujar Airlangga saat ditemui di Jakarta Selatan.

Alih-alih menyiapkan langkah darurat dari sisi fiskal, Ketua Umum Partai Golkar ini menegaskan pemerintah memilih mode wait and see. Ia enggan bersikap reaktif dan memilih melempar "bola panas" stabilisasi nilai tukar ke pangkuan Bank Indonesia.

"Nanti kita monitor saja. Itu tugas BI menjaga (nilai tukar rupiah)," pungkasnya singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!

Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 14:10 WIB

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:20 WIB

Solois Kwon Eun Bi Resmi Gabung RBW, Satu Agensi dengan MAMAMOO

Solois Kwon Eun Bi Resmi Gabung RBW, Satu Agensi dengan MAMAMOO

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:35 WIB

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

×