Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.273

Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 25 April 2026 | 11:34 WIB
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
Saham PT Bank Central Asia (BBCA) anjlok tajam pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026) akibat aksi jual asing. [Antara]
  • Saham PT Bank Central Asia (BBCA) anjlok 5,84 persen ke Rp6.050 pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026.
  • Penurunan harga dipicu aksi jual asing senilai Rp2 triliun setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit perbankan nasional.
  • Sentimen negatif global akibat kenaikan harga energi menyebabkan IHSG melemah 3,38 persen di akhir sesi perdagangan Jumat.

Suara.com - Saham PT Bank Central Asia (BBCA) anjlok tajam pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026), turun 5,84 persen ke Rp6.050 per lembar. Ini merupakan nilai terendah saham BBCA sejak 2021, ketika wabah Covid-19 masih melanda dan memicu krisis ekonomi global.

Karenanya saham BCA turun dinilai sebagai anomali dan jadi pembahasan yang ramai di media sosial pada akhir pekan ini.

Meski demikian, turunnya saham BBCA secara teknis disebabkan oleh aksi jual asing (net sell) yang masif pada Jumat kemarin. Diketahui para investor asing menjual saham BBCA senilai Rp2 triliun, sementara nett sell di pasar reguler pada hari yang sama mencapai 3,02 triliun.

Dengan demikian BBCA menjadi saham yang paling banyak dilepas asing pada perdagangan kemarin, diikuti oleh: 

  • Saham Bank Mandiri (BMRI) yang senilai Rp618,9 miliar,
  • Saham Bank BRI (BBRI) sebesar Rp447,3 miliar,
  • Saham PT Impack Pratama Industri (IMPC) Rp106,8 miliar
  • Saham Telkom (TLKM) sebanyak Rp92 miliar,

Jika dilihat saham-saham yang mengalami penurunan paling besar adalah bank-bank utama di Tanah Air. Ini adalah pola yang saling berhubungan.

Rantai penghubungnya adalah penilain terbaru dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Lembaga ini pada awal pekan menurunkan outlook kredit Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI), dari stabil menjadi negatif.

Tidak heran jika banyak investor asing yang kemudian melihat peringatan ini sebagai sinyal untuk melepas saham mereka.

Tapi selain dua faktor di atas, analis menilai BBCA anjlok bersamaan dengan turunnya IHSG akibat kekhawatiran terhadap pasokan energi di tingkat global.

IHSG ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.

"Bursa regional Asia sebagian besar melemah pada hari Jumat seiring kenaikan harga minyak yang menekan sentimen, di tengah mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (25/4/2026).

Dari mancanegara, ketidakpastian pasokan yang masih berlangsung membuat harga energi tetap tinggi, sehingga memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan global.

Sementara itu, pekan depan, pelaku pasar akan menantikan FOMC Meeting oleh The Fed, yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,53- 3,75 persen.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang konsumen nonprimer turun paling dalam minus sebesar 4,14 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang energi yang turun masing-masing 4,03 persen dan 3,82 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PSDN, BNBA, BRNA, CTTH, dan SMMT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni AMIN, SKBM, LPPF, KRYA, HOPE.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:46 WIB

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Alasan IHSG Ambruk 3% dan 701 Saham Merah Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 17:26 WIB

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

IHSG Masih Rungkad di Jumat Pagi ke level 7.378

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:21 WIB

Gegara Rupiah IHSG Kebakaran Hingga 2%, 531 Saham Merah

Gegara Rupiah IHSG Kebakaran Hingga 2%, 531 Saham Merah

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:04 WIB

IHSG Bangkit Menghijau Kamis Pagi, Cek Saham yang Cuan

IHSG Bangkit Menghijau Kamis Pagi, Cek Saham yang Cuan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:19 WIB

Terkini

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Pegadaian Cabang Bima Serahkan Bantuan CSR Peralatan Ibadah ke Masjid Al Ijtihad

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 10:27 WIB

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Uji Lab Bahan Bakar Bobibos Dipercepat, ESDM Pastikan Standar sebelum Dipasarkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 09:57 WIB

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB

Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:41 WIB