Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 24 April 2026 | 21:41 WIB
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
Ilustrasi. Wakil Ketua Komite II DPD RI, Angelo Wake Kako, tancap gas mengawal ambisi swasembada pangan nasional.
baca 10 detik
  • Senator Angelo Wake Kako dorong percepatan swasembada daging lewat program "Senator Inseminator".
  • Program Inseminasi Buatan (IB) jadi kunci sukses "Revolusi Putih" pemerintahan Prabowo Subianto.
  • Masyarakat NTT didorong menjadi aktor utama, bukan penonton dalam rantai produksi peternakan.

Suara.com - Wakil Ketua Komite II DPD RI, Angelo Wake Kako, tancap gas mengawal ambisi swasembada pangan nasional. Senator muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mendorong percepatan program Inseminasi Buatan (IB) sebagai kunci utama mewujudkan kedaulatan daging dan susu di tanah air.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui gerakan bertajuk “Senator Inseminator”. Program ini bukan sekadar wacana di meja rapat, melainkan aksi nyata yang langsung menyentuh para peternak di akar rumput, khususnya di wilayah NTT.

Dalam kegiatan “Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) 2026” yang digelar Kemenko PMK di Bandung, Rabu (22/4/2026), Angelo menegaskan bahwa sektor peternakan adalah raksasa tidur yang harus segera dibangunkan.

“Sektor peternakan adalah masa depan Indonesia. Kalau kita serius, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi raksasa baru di bidang ini,” ujar Angelo dengan nada optimistis.

Angelo menilai, optimalisasi inseminasi buatan sangat linear dengan agenda besar Presiden Prabowo Subianto, yakni “Revolusi Putih”. Targetnya jelas: Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

Menurutnya, IB adalah instrumen paling terukur untuk mendongkrak populasi ternak secara cepat. Melalui metode ini, mutu genetik sapi lokal bisa ditingkatkan, angka kelahiran lebih teratur, dan risiko penyakit menular pada ternak dapat ditekan secara signifikan.

Poin menarik dari gerakan “Senator Inseminator” adalah pelibatan aktif masyarakat. Angelo tidak ingin warga lokal hanya menjadi penonton dalam pusaran industri peternakan.

“Konsepnya sederhana, kita ingin masyarakat NTT terlibat langsung dalam agenda swasembada pangan. Pertama, kita bangun kesadaran (awareness), lalu kita libatkan mereka sebagai aktor utama (to be involved),” tegasnya.

Gerakan ini diharapkan menjadi prototipe kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Bagi Angelo, swasembada bukan hanya soal kecanggihan teknologi, melainkan soal keberpihakan kebijakan kepada peternak kecil.

baca juga

“Kalau semua bergerak bersama, target swasembada bukan hal yang mustahil,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Ungkap 98 Persen Klaim Lingkungan Perusahaan Daging Adalah Greenwashing

Penelitian Ungkap 98 Persen Klaim Lingkungan Perusahaan Daging Adalah Greenwashing

News | Jum'at, 24 April 2026 | 11:30 WIB

Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar

Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 07:44 WIB

Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026

Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:13 WIB

Terkini

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:42 WIB

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

×