Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 28 April 2026 | 08:10 WIB
SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional
Proses bongkar muat semen kantong Semen Gresik  di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Foto ist.
baca 10 detik
  • SIG raih 5 sertifikat Platinum Green Label Indonesia untuk lima pabrik utamanya.
  • Semen hijau SIG terbukti lebih rendah karbon hingga 38% dibanding semen konvensional.
  • SIG gunakan teknologi AI dan ekonomi sirkular untuk efisiensi energi serta produksi hijau.

Suara.com - Langkah transformasi hijau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) semakin tak terbendung. Emiten semen pelat merah ini baru saja memborong lima sertifikat Green Label Indonesia dengan predikat Platinum dari Green Product Council Indonesia (GPCI).

Pencapaian ini kian memperkuat posisi SIG sebagai pemimpin pasar dalam pengembangan bahan bangunan rendah emisi di tanah air.

Adapun lima pabrik SIG yang sukses menyabet predikat tertinggi tersebut meliputi SIG Pabrik Tuban, PT Semen Tonasa (Pabrik Pangkep), serta tiga pabrik di bawah anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), yakni Pabrik Narogong, Pabrik Cilacap, dan Pabrik Lhoknga.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa raihan predikat Platinum ini menjadi suntikan energi baru bagi perseroan untuk terus berinovasi pada produk semen hijau dan turunannya.

"Sertifikat Green Label Indonesia menjadi bukti nyata bahwa produk bahan bangunan yang diproduksi oleh SIG tidak hanya terjamin mutu dan kualitasnya, tetapi juga membantu pelanggan untuk mendapatkan produk yang lebih rendah emisi dan membangun dengan lebih bertanggung jawab," ujar Vita dalam keterangan resminya.

SIG secara konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis inti perusahaan. Hal ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari praktik pertambangan yang ramah lingkungan, pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar alternatif melalui prinsip ekonomi sirkular, hingga penggunaan energi terbarukan.

Menariknya, SIG juga mulai mengadopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksinya guna meningkatkan efisiensi energi secara signifikan. Hasilnya, semen hijau SIG kini tercatat mampu menekan emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan dengan semen konvensional (OPC).

Vita menambahkan, melalui inovasi ini, SIG mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih bahan bangunan demi kelestarian lingkungan.

"Semen hijau SIG adalah solusi untuk konstruksi ramah lingkungan yang rendah karbon. Ini adalah buah karya anak bangsa sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian bumi," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:04 WIB

Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG

Kartini di Industri Berat: Reni Wulandari, Srikandi Pertama yang Pimpin Operasi SIG

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 08:21 WIB

Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air

Bos SMGR Blak-blakan soal Kondisi Bisnis Semen Tanah Air

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar

Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar

Lampung | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan

Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:19 WIB

4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang

4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid

Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati

Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Skema Pembiayaan Mobil Listrik Viral Wuling Aira ev

Skema Pembiayaan Mobil Listrik Viral Wuling Aira ev

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat

Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:53 WIB

×