Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 30 April 2026 | 15:29 WIB
Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen
Ilustrasi asuransi syariah. (Dok: Istimewa)
  • Industri asuransi jiwa syariah 2025 tumbuh 13%, capai total APE Rp4,7 triliun.
  • Prudential Syariah pimpin pasar dengan pangsa 22% dan APE tembus Rp1 triliun.
  • Literasi syariah melonjak 43%, buka peluang besar bagi penetrasi asuransi.

Suara.com - Industri asuransi jiwa syariah di Indonesia mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan mencapai dua digit. Sejalan dengan tren positif tersebut, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) sukses mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar (market leader) di tanah air.

Berdasarkan data industri, total Annualized Premium Equivalent (APE) asuransi jiwa syariah nasional mencapai Rp4,7 triliun pada 2025, atau tumbuh sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga tercermin dari lonjakan jumlah peserta yang kini mencapai 24,5 juta orang.

Di tengah persaingan yang ketat, Prudential Syariah tampil dominan dengan menguasai pangsa pasar sekitar 22 persen. Pencapaian ini didorong oleh perolehan APE perusahaan yang menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp1 triliun.

Menariknya, lonjakan literasi keuangan syariah di Indonesia meningkat drastis dari 9 persen pada 2023 menjadi 43 persen di tahun 2025. Namun, angka literasi yang tinggi ini belum berbanding lurus dengan tingkat penetrasi asuransi syariah yang masih tertahan di bawah 1 persen.

Dengan lebih dari 65 juta rumah tangga di Indonesia, di mana jutaan di antaranya belum terlindungi secara optimal, industri ini dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang sangat lebar.

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menegaskan bahwa posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar adalah bukti nyata kepercayaan masyarakat yang terus menebal.

“Fokus kami adalah memastikan pertumbuhan ini tetap relevan dengan kebutuhan pasar, memperluas akses perlindungan sekaligus menjaga kualitas layanan,” ujar Iskandar dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).

Ke depan, Prudential Syariah berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak inklusi asuransi syariah di Indonesia. Perusahaan berencana memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi perlindungan yang lebih simpel dan mudah dijangkau.

Dengan mengusung prinsip ta’awun—yakni saling melindungi dan saling menopang—Prudential Syariah bertekad menjadi mitra amanah bagi keluarga Indonesia.

“Kami akan aktif mendorong literasi dan inklusi, membangun pemahaman luas, serta memperkuat jaringan distribusi agar akses perlindungan semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Iskandar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Terkini

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB