Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Liberty Jemadu

Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB
Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah
Kemenperin menyatakan pelemahan rupiah menjadi momentum penguatan daya saing ekspor industri nasional. [Antara]
baca 10 detik
  • Kemenperin menyatakan pelemahan rupiah hingga Rp17.382 per dolar AS menjadi momentum penguatan daya saing ekspor industri nasional.
  • Industri berbasis bahan baku domestik seperti kertas dan CPO berpeluang memperluas penetrasi pasar serta rantai pasok global.
  • Pemerintah mengimbau penggunaan fasilitas Local Currency Transaction untuk memitigasi ketergantungan terhadap dolar bagi industri yang membutuhkan bahan baku impor.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menganggap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak selalu menjadi kabar buruk bagi industri nasional. Tekanan kurs justru dapat menjadi momentum bagi sektor manufaktur berbasis bahan baku domestik untuk memperkuat daya saing ekspor.

Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp17.382 - terendah dalam sejarah. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi industri tertentu karena harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni mengatakan pelemahan rupiah dapat memberi keuntungan bagi industri yang tidak terlalu bergantung pada bahan baku impor. Salah satunya adalah industri kertas.

“Kalau mata uangnya itu eh makin apa, makin eh terkena tekanan, kita itu ekspor kita kan bagus,” kata Febri di Jakarta, Kamis (29/4/2026).

Menurut dia, industri berbasis bahan baku lokal seperti kertas, produk pengolahan kertas, serta sektor berbasis CPO dan turunannya menjadi kelompok yang paling berpotensi menikmati momentum tersebut.

“Produk-produk kita makin bersaing. Itu untuk industri-industri ya, yang bahan bakunya emang dari dalam negeri,” ujarnya.

Febri mencontohkan industri kertas menjadi salah satu subsektor yang diuntungkan karena selain memperoleh dorongan substitusi global terhadap plastik, sektor ini juga mendapat tambahan daya saing dari kurs.

“Tadi, kertas dan pengolahan kertas, ya. Terus produk-produk CPO dan turunannya itu kan daya saingnya akan makin, makin kuat,” ucap dia.

Di sisi lain, Kemenperin mengakui pelemahan rupiah tetap menjadi tantangan bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor, terutama sektor yang menggunakan komponen luar negeri dalam jumlah besar.

baca juga

“Nah, untuk produk-produk yang kita masih menggunakan bahan baku impor, ya bahan baku impor, ini memang ada kendala,” kata Febri.

Meski demikian, pemerintah menilai dampak jangka pendek terhadap industri impor masih relatif tertahan karena sebagian kebutuhan bahan baku telah diamankan melalui kontrak jangka panjang dan mekanisme neraca komoditas.

“Di mana neraca komoditas, itu udah kontrak. Udah kontrak jangka panjang dan barangnya sudah banyak masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Kemenperin juga mengimbau pelaku industri memanfaatkan fasilitas Local Currency Transaction (LCT) dari Bank Indonesia agar transaksi bahan baku antarnegara tidak sepenuhnya bergantung pada dolar AS.

Selain itu, pelemahan rupiah disebut bisa menjadi momentum bagi industri domestik yang selama ini berfokus pada pasar dalam negeri untuk mulai memperluas penetrasi ke rantai pasok global.

“Nah inilah momentum untuk masuk ke pasar global, ke rantai pasok global,” tutur Febri.

Dengan kondisi tersebut, Kemenperin melihat tekanan dolar tinggi justru dapat menjadi peluang strategis bagi industri berbahan baku lokal untuk memperbesar ekspor, selama pelaku usaha mampu memanfaatkan momentum nilai tukar dan memperkuat daya saing produksi.

“Kalau selama ini industrinya berorientasi pada pasar domestik, nah inilah momentum untuk masuk ke pasar global,” pungkas Febri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas

Temani Istri Beli Makan, Pria di Bogor Malah Bacok Bobotoh hingga Tewas

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Tips Memilih Parfum untuk Musim Hujan: Ini Jenis Aroma yang Cocok dan Tahan Lama

Tips Memilih Parfum untuk Musim Hujan: Ini Jenis Aroma yang Cocok dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:50 WIB

AGRA Kecam Barikade Berlapis Aparat saat Demo, Tuding Prabowo-Gibran Abaikan Rakyat

AGRA Kecam Barikade Berlapis Aparat saat Demo, Tuding Prabowo-Gibran Abaikan Rakyat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:43 WIB

4 Zodiak Bakal Dihujani Keberuntungan dan Kelimpahan di Bulan November 2026

4 Zodiak Bakal Dihujani Keberuntungan dan Kelimpahan di Bulan November 2026

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:42 WIB

Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU

Connor Storrie Negosiasi Peran Antagonis di Film Ghost Rider MCU

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Pasangan Idaman, Ini 5 Shio Pria yang Dikenal Paling Setia dan Family Man

Pasangan Idaman, Ini 5 Shio Pria yang Dikenal Paling Setia dan Family Man

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Tanggalkan Teriakan Cadas, Matheo in Rio Sambut Fajar Lewat Single Anyar 'Arunika'

Tanggalkan Teriakan Cadas, Matheo in Rio Sambut Fajar Lewat Single Anyar 'Arunika'

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Perjalanan Futsal dan Konser Musik di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Viva Sunscreen Foundation vs Viva Special Day Cream

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

Sujud Mahasiswa Trisakti di Patung Kuda: Mengetuk Pintu Langit Kala Suara Rakyat Tak Didengar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:15 WIB

×