Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:43 WIB
Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz
Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]
baca 10 detik
  • Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei mengumumkan pengambilalihan pengelolaan Selat Hormuz guna menghentikan campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
  • Langkah tersebut direspons dengan pembentukan pengawasan maritim internasional oleh AS dan Inggris setelah lalu lintas kapal menurun drastis.
  • Kebijakan baru Iran ini berdampak signifikan pada kenaikan harga minyak global hingga melampaui 120 dolar AS per barel.

Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamene, mengeluarkan pernyataan ditengah aloltnya upaya negosiasi antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS).

Mengutip dari The Guardian, dalam pernyataan tertulisnya yang dibacakan lewat stasiun televisi Iran, Khamene memproklamirkan "babak baru" bagi Teluk Persia dan mengklaim telah menggagalkan rencana militer AS di kawasan tersebut.

Pernyataan ini menjadi sorotan tajam karena merupakan pesan resmi pertama sejak dia menjabat pada Maret lalu.

"Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz,” kata Khamene yang dikutip, Jumat (1/5/2026).

Dalam pernyataan itu, Khamenei menekankan bahwa Iran akan mengambil alih pengelolaan Selat Hormuz guna menghentikan campur tangan pihak asing.

Teheran juga berencana menerapkan sistem baru bagi kapal-kapal yang melintas di jalur yang memasok 20 persen kebutuhan minyak global tersebut.

Langkah ini diklaim sebagai bentuk penguatan kedaulatan ekonomi yang akan menguntungkan negara-negara di kawasan.

Selain isu maritim, Khamenei menegaskan komitmen Iran untuk melindungi aset teknologi strategisnya, termasuk program nuklir dan rudal, yang disejajarkan dengan kepentingannya dengan kedaulatan wilayah perbatasan.

Sistem Peradilan Iran tetapkan siaga perang penuh untuk habisi warga yang dituduh mata-mata musuh. Kebebasan sipil terancam di tengah eskalasi konflik.[IranWire]
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamene.[IranWire]

Ketidakhadiran visual Khamenei dalam siaran tersebut terus memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya pasca-insiden pengeboman Februari lalu yang menewaskan pendahulunya.

baca juga

Para analis menilai, pengumuman mengenai aturan baru di Selat Hormuz merupakan upaya Teheran untuk menunjukkan taji di tengah tekanan sanksi dan kehadiran militer AS.

Sejak 13 April, AS melakukan blokade balasan terhadap pelabuhan Iran, yang menyebabkan industri minyak Iran lumpuh dan harga minyak melonjak di atas 120 dolar AS per barel. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis dari 140 menjadi hanya 3 kapal per hari.

Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa pihak asing yang mencoba menguasai selat tersebut akan berakhir di dasar laut.

"Orang asing yang dengan jahat menginginkan selat itu dari jarak ribuan kilometer tidak punya tempat di sana kecuali di dasar perairannya,” kata pernyataan Khamenei.

Situasi ini menekan Presiden Trump menjelang pemilu sela karena harga BBM yang meroket, serupa dengan level awal invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Meskipun ada usulan untuk memisahkan isu nuklir demi membuka kembali jalur pelayaran, AS dan sekutunya tetap siaga. Penasihat militer Iran, Mohsen Rezaee, menegaskan bahwa Iran tidak akan kalah.

"Skenario pengepungan akan gagal dan Iran tidak akan pernah kehilangan Selat Hormuz. Sejarah akan mencatat bahwa bangsa Iran menenggelamkan kekuatan super Amerika di Teluk Persia dan Laut Oman. Baik di lapangan maupun diplomasi terus maju dengan koordinasi pemimpin revolusi dan dukungan rakyat," tulis Rezaee lewat akun X miliknya.

Sementara itu, negara-negara Teluk, terutama Uni Emirat Arab, telah mengecam kendali Iran atas selat tersebut sebagai tindakan yang mirip dengan pembajakan.

Saat ini, AS dan Inggris sedang merancang pengawasan maritim internasional (IMSC) untuk mengamankan Selat Hormuz tersebut di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah

Temui Menlu Iran, Putin Sebut Siap Mediasi Konflik di Timur Tengah

Video | Rabu, 29 April 2026 | 19:00 WIB

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

UEA Keluar OPEC, Siap Gelontorkan Pasokan Minyak ke Pasar Dunia Tanpa Kuota!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:08 WIB

Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:30 WIB

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

Iran Ringkus 500 Mata-mata Musuh, Terlibat Bocorkan Data Serangan Pasca Gugurnya Khamenei

News | Senin, 16 Maret 2026 | 13:37 WIB

Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel

Mojtaba Khamenei 2 Kali Lolos dari Maut Serangan AS-Israel

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 05:13 WIB

Terkini

Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas

Saat Dunia Fashion Bertemu Keahlian Medis, The Solitaire Bicara soal Kecantikan Tanpa Batas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Prabowo ke Siswa Taruna Nusantara: Jangan Hanya Pintar, Harus Jujur dan Cinta Tanah Air!

Prabowo ke Siswa Taruna Nusantara: Jangan Hanya Pintar, Harus Jujur dan Cinta Tanah Air!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:54 WIB

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:50 WIB

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

4 Rekomendasi HP 4 Jutaan Berlayar AMOLED, Urut dari Chipset Terpelan hingga Terkencang

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

×