Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.345

Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27 WIB
Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik
Harga BBM Pertamax Masih belum dinaikan oleh Pertamina .[ist]
  • PT Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo dan Dex series pada awal Mei 2026 di Indonesia.
  • Pertamina menahan harga jual Pertamax dan Pertamax Green demi menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional.
  • Pemerintah dan pengamat menilai penahanan harga Pertamax bertujuan mencegah migrasi konsumen ke BBM bersubsidi yang membebani APBN.

Suara.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian pada awal Mei 2026. Namun, kenaikan kali ini tidak setinggi lonjakan yang terjadi pada 18 April lalu.

Dalam penyesuaian terbaru, hanya sejumlah jenis BBM yang mengalami kenaikan, terutama Pertamax Turbo dan Dex series. Sementara itu, harga Pertamax justru masih ditahan.

Padahal, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang secara teori mengikuti mekanisme pasar. Artinya, harga seharusnya ikut naik ketika harga minyak dunia melonjak.

Harga BBM Terbaru

Harga Pertamax turun menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Mulai berlaku hari ini 1 Februari 2026. [Antara]
Harga BBM Pertamax Masih belum dinaikan oleh Pertamina. [Antara]

Berdasarkan pengumuman PT Pertamina (Persero), harga Pertamax Turbo naik Rp 500 per liter, dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter.

Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 2.400 menjadi Rp 26.000 per liter. Adapun Pertamina Dex melonjak Rp 4.000 menjadi Rp 27.900 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax tetap bertahan di level Rp 12.300 per liter. Begitu juga Pertamax Green (RON 95) yang masih dijual Rp 12.900 per liter.

Alasan Pertamina

Dalam keterangan tertulisnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi tetap mengacu pada mekanisme pasar dan harga keekonomian.

"Produk non subsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Namun sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM Non Subsidi, serta stabilitas nasional," jelas Roberth.

Ia menambahkan, tidak semua produk mengalami penyesuaian karena Pertamina juga mempertimbangkan faktor sosial ekonomi dan stabilitas nasional.

"Pertamina sebagai kepanjangan tangan Pemerintah turut menjaga dan mewujudkan kondisi yang kondusif dengan penyesuaian harga yang tetap kompetitif dibanding badan usaha lain. Karena itu tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, sebagian tetap dipertahankan agar tetap kompetitif serta relevan dengan kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan

Di sisi lain, pemerintah justru memberi sinyal bahwa harga BBM RON 92 seperti Pertamax seharusnya sudah bisa mengalami kenaikan, seiring lonjakan harga minyak dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penyesuaian harga merupakan hal yang wajar dalam kondisi pasar saat ini.

"Saya berkomunikasi terus dengan teman-teman swasta ya, dan saya pikir mereka juga mempunyai hati yang baik ya untuk melihat kondisi yang ada, tapi kalau pada akhirnya kemudian penyesuaiannya sudah bisa dilakukan, saya pikir nggak ada masalah," kata Bahlil.

Risiko Jika Pertamax Naik

Harga Pertamax turun menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Mulai berlaku hari ini 1 Februari 2026. [Antara]
Harga BBM Pertamax Masih belum dinaikan oleh Pertamina. [Antara]

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, mengingatkan bahwa kenaikan harga Pertamax berpotensi menimbulkan efek domino terhadap perekonomian.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax bisa memicu migrasi besar-besaran konsumen ke BBM subsidi seperti Pertalite. Hal ini berisiko membebani anggaran negara.

"Yang beda ini pertamax. Pertamax itu konsumennya itu kelas menengah bahkan ada sepeda motor. Kalau Pertamax dinaikkan, sementara Pertalite tidak naik, maka disparitas harganya akan semakin menganga gitu ya. Kritikya itu akan semakin tinggi. Nah ini akan memicu gitu ya. Mereka kemudian pindah ke Pertalite. jika pindah maka ini akan membengkakan anggaran subsidi dari APBN ya," ucapnya.

Kesimpulan

Fahmy menilai langkah pemerintah menahan harga Pertamax saat ini sudah tepat, mengingat dampak ekonomi yang bisa ditimbulkan cukup besar.

Ia menilai, pemerintah memiliki opsi untuk menahan kenaikan dengan kompensasi dari APBN, atau menaikkan harga secara bersamaan antara BBM nonsubsidi dan subsidi agar tidak terjadi disparitas harga.

Jika tidak, kenaikan Pertamax secara sepihak berpotensi memicu lonjakan konsumsi BBM subsidi dan pada akhirnya membebani fiskal negara.

Dengan kondisi ini, kebijakan harga BBM ke depan dinilai akan sangat bergantung pada keseimbangan antara harga pasar, daya beli masyarakat, dan stabilitas anggaran negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:48 WIB

Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung

Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:16 WIB

Terkini

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

BPS Ungkap Inflasi Tahunan April Capai 2,42 Persen karena Rokok, Emas, hingga Biaya Kuliah

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 15:02 WIB

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:27 WIB

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:21 WIB

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:14 WIB

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:05 WIB

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Sobat Indibiz Resmi Diluncurkan, Telkom Perluas Peluang Perempuan UKM Naik Kelas di Era Digital

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:01 WIB

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Momentum Tanggal Kembar Jadi Waktu Favorit Wisatawan Indonesia

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:57 WIB

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

IHSG Menghijau, Saham BBCA Rebound Tipis ke Level Rp5.875

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:53 WIB

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:40 WIB

Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi

Zulhas Ungkap Marak Penipuan Rekrutmen Kopdes Merah Putih: Seleksi Gratis dan lewat Situs Resmi

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 13:38 WIB