Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 17.990

Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik

Achmad Fauzi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27 WIB
Kapan Seharusnya Harga BBM Pertamax Naik
Harga BBM Pertamax Masih belum dinaikan oleh Pertamina .[ist]
baca 10 detik
  • PT Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo dan Dex series pada awal Mei 2026 di Indonesia.
  • Pertamina menahan harga jual Pertamax dan Pertamax Green demi menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional.
  • Pemerintah dan pengamat menilai penahanan harga Pertamax bertujuan mencegah migrasi konsumen ke BBM bersubsidi yang membebani APBN.

Suara.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian pada awal Mei 2026. Namun, kenaikan kali ini tidak setinggi lonjakan yang terjadi pada 18 April lalu.

Dalam penyesuaian terbaru, hanya sejumlah jenis BBM yang mengalami kenaikan, terutama Pertamax Turbo dan Dex series. Sementara itu, harga Pertamax justru masih ditahan.

Padahal, Pertamax merupakan BBM nonsubsidi yang secara teori mengikuti mekanisme pasar. Artinya, harga seharusnya ikut naik ketika harga minyak dunia melonjak.

Harga BBM Terbaru

Harga Pertamax turun menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Mulai berlaku hari ini 1 Februari 2026. [Antara]
Harga BBM Pertamax Masih belum dinaikan oleh Pertamina. [Antara]

Berdasarkan pengumuman PT Pertamina (Persero), harga Pertamax Turbo naik Rp 500 per liter, dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter.

Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 2.400 menjadi Rp 26.000 per liter. Adapun Pertamina Dex melonjak Rp 4.000 menjadi Rp 27.900 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax tetap bertahan di level Rp 12.300 per liter. Begitu juga Pertamax Green (RON 95) yang masih dijual Rp 12.900 per liter.

Alasan Pertamina

Dalam keterangan tertulisnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menjelaskan penyesuaian harga BBM nonsubsidi tetap mengacu pada mekanisme pasar dan harga keekonomian.

baca juga

"Produk non subsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Namun sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM Non Subsidi, serta stabilitas nasional," jelas Roberth.

Ia menambahkan, tidak semua produk mengalami penyesuaian karena Pertamina juga mempertimbangkan faktor sosial ekonomi dan stabilitas nasional.

"Pertamina sebagai kepanjangan tangan Pemerintah turut menjaga dan mewujudkan kondisi yang kondusif dengan penyesuaian harga yang tetap kompetitif dibanding badan usaha lain. Karena itu tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, sebagian tetap dipertahankan agar tetap kompetitif serta relevan dengan kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan

Di sisi lain, pemerintah justru memberi sinyal bahwa harga BBM RON 92 seperti Pertamax seharusnya sudah bisa mengalami kenaikan, seiring lonjakan harga minyak dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penyesuaian harga merupakan hal yang wajar dalam kondisi pasar saat ini.

"Saya berkomunikasi terus dengan teman-teman swasta ya, dan saya pikir mereka juga mempunyai hati yang baik ya untuk melihat kondisi yang ada, tapi kalau pada akhirnya kemudian penyesuaiannya sudah bisa dilakukan, saya pikir nggak ada masalah," kata Bahlil.

Risiko Jika Pertamax Naik

Harga Pertamax turun menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Mulai berlaku hari ini 1 Februari 2026. [Antara]
Harga BBM Pertamax Masih belum dinaikan oleh Pertamina. [Antara]

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, mengingatkan bahwa kenaikan harga Pertamax berpotensi menimbulkan efek domino terhadap perekonomian.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax bisa memicu migrasi besar-besaran konsumen ke BBM subsidi seperti Pertalite. Hal ini berisiko membebani anggaran negara.

"Yang beda ini pertamax. Pertamax itu konsumennya itu kelas menengah bahkan ada sepeda motor. Kalau Pertamax dinaikkan, sementara Pertalite tidak naik, maka disparitas harganya akan semakin menganga gitu ya. Kritikya itu akan semakin tinggi. Nah ini akan memicu gitu ya. Mereka kemudian pindah ke Pertalite. jika pindah maka ini akan membengkakan anggaran subsidi dari APBN ya," ucapnya.

Kesimpulan

Fahmy menilai langkah pemerintah menahan harga Pertamax saat ini sudah tepat, mengingat dampak ekonomi yang bisa ditimbulkan cukup besar.

Ia menilai, pemerintah memiliki opsi untuk menahan kenaikan dengan kompensasi dari APBN, atau menaikkan harga secara bersamaan antara BBM nonsubsidi dan subsidi agar tidak terjadi disparitas harga.

Jika tidak, kenaikan Pertamax secara sepihak berpotensi memicu lonjakan konsumsi BBM subsidi dan pada akhirnya membebani fiskal negara.

Dengan kondisi ini, kebijakan harga BBM ke depan dinilai akan sangat bergantung pada keseimbangan antara harga pasar, daya beli masyarakat, dan stabilitas anggaran negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:48 WIB

Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung

Harga BBM Pertamina Naik Lagi, Pertamax Turbo Hingga Pertamina Dex Melambung

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Pemerintah Kasih Kode Harga BBM RON 92 Bisa Naik, Apa Dampaknya?

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:16 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×