Apa Itu Inflasi, Deflasi, dan Stagflasi? Kenali Perbedaan serta Dampaknya

Agatha Vidya Nariswari

Selasa, 05 Mei 2026 | 09:40 WIB
Apa Itu Inflasi, Deflasi, dan Stagflasi? Kenali Perbedaan serta Dampaknya
Ilustrasi Inflasi (Freepik)
baca 10 detik
  • Inflasi merupakan kenaikan harga barang menyeluruh yang menurunkan nilai mata uang akibat faktor produksi dan permintaan.
  • Deflasi adalah penurunan harga barang secara terus-menerus yang dapat memicu lesunya ekonomi serta meningkatnya angka pengangguran.
  • Stagflasi merupakan kondisi stagnasi ekonomi dan pengangguran tinggi yang dibarengi dengan kenaikan harga.

Suara.com - Ekonomi global sering kali terasa seperti roller coaster yang sulit ditebak. Harga barang bisa melonjak tiba-tiba atau justru merosot tajam. Fenomena ini biasanya berakar pada inflasi, deflasi, dan stagflasi.

Memahami ketiganya bukan sekadar urusan pakar ekonomi, melainkan kebutuhan dasar bagi siapa saja yang ingin menjaga daya beli dan merencanakan keuangan masa depan dengan lebih bijak.

Secara sederhana, ketiga kondisi ini mencerminkan "kesehatan" perputaran uang dan barang dalam suatu negara. Sementara inflasi yang stabil sering dianggap sebagai tanda pertumbuhan, deflasi yang berkepanjangan atau stagflasi yang stagnan dapat menjadi ancaman serius bagi lapangan kerja dan tabungan.

Lantas, apa perbedaan inflasi, deflasi, dan stagflasi? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Inflasi

Menyadur accountable.de, nflasi bukan sekadar fluktuasi harga biasa, melainkan kenaikan harga secara menyeluruh yang menurunkan nilai mata uang.

Di Uni Eropa, fenomena ini diukur menggunakan Indeks Harga Konsumen Terharmonisasi (HICP), yang membandingkan total biaya belanja masyarakat saat ini dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Perhitungannya menggunakan sistem pembobotan. Barang dengan pengeluaran besar seperti bensin memiliki pengaruh sepuluh kali lipat lebih besar terhadap angka inflasi dibandingkan barang kecil seperti kopi.

Selain angka resmi, dikenal juga istilah "inflasi yang dirasakan". Hal ini terjadi karena secara psikologis kita lebih peka terhadap kenaikan harga barang yang sering dibeli, seperti makanan atau bahan bakar, dibandingkan barang yang jarang dibeli seperti mesin cuci.

baca juga

Itulah sebabnya, pengemudi kendaraan pribadi sering kali merasa inflasi jauh lebih tinggi daripada pengguna transportasi umum, meskipun data statistik menunjukkan angka yang berbeda.

Penyebab inflasi

Faktor-faktor ekonomi tertentu dapat menyebabkan inflasi. Berikut penyebabnya.

1. Kekurangan bahan baku
2. Peningkatan biaya tenaga kerja berupa upah atau non-upah
3. Inflasi impor (kenaikan harga barang impor)
4. Inflasi tarikan permintaan (permintaan melebihi penawaran)

2. Deflasi

Deflasi adalah kondisi saat harga barang turun dan nilai uang meningkat. Jika berlangsung lama, deflasi justru memicu pengangguran dan lesunya ekonomi.

Fenomena ini terbagi menjadi dua tipe utama. Pertama, deflasi sirkulasi yang terjadi karena konsumen menunda belanja demi menunggu harga yang lebih murah (menyebabkan pasokan melimpah tapi sepi pembeli)

Sementara itu, deflasi strategis biasanya dipicu oleh kebijakan bank sentral dalam mengurangi jumlah uang beredar.

Bagi pemerintah, deflasi adalah momok yang menakutkan karena nilai utang negara justru terasa lebih berat saat harga-harga turun.

Itulah sebabnya otoritas keuangan menjaga agar ekonomi tidak terjebak dalam pusaran deflasi yang bisa menekan upah dan menghambat investasi.

3. Stagflasi

Stagflasi merupakan gabungan dari stagnasi (ekonomi yang mandek) dan inflasi (kenaikan harga).

Kondisi ini cukup unik sekaligus berbahaya karena pertumbuhan ekonomi melambat dan pengangguran meningkat. Namun pada saat yang sama, harga barang-barang justru melonjak naik.

Biasanya, stagflasi dipicu oleh lonjakan harga komoditas penting seperti minyak atau gas. Dampaknya bisa menciptakan spiral upah-harga, yaitu pekerja menuntut kenaikan gaji untuk menutup biaya hidup yang mahal.

Namun, perusahaan yang terbebani justru terpaksa melakukan PHK karena biaya produksi yang membengkak. Jika dibiarkan, hal ini akan menyeret perekonomian ke jurang resesi yang lebih dalam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Girang Data BPS Ungkap Inflasi April Turun: Sekarang Anda Kritik Tuh Ekonom!

Purbaya Girang Data BPS Ungkap Inflasi April Turun: Sekarang Anda Kritik Tuh Ekonom!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 16:34 WIB

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:27 WIB

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:05 WIB

Terkini

5 Air Purifier untuk Hempas Bau Asap Rokok dalam Ruangan, Mulai Rp160 Ribuan

5 Air Purifier untuk Hempas Bau Asap Rokok dalam Ruangan, Mulai Rp160 Ribuan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:51 WIB

Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga

Raphinha Mesin Gol Baru FC Barcelona: 12 Gol dan Jadi Top Scorer La Liga

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:50 WIB

Sense and Sensibility: Kenapa Perempuan Abad 19 Cuma Fokus pada Pernikahan?

Sense and Sensibility: Kenapa Perempuan Abad 19 Cuma Fokus pada Pernikahan?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:48 WIB

Silmy Karim Gugat KPK di Praperadilan, Minta Status Tersangka Dibatalkan dan Aset Dikembalikan

Silmy Karim Gugat KPK di Praperadilan, Minta Status Tersangka Dibatalkan dan Aset Dikembalikan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:44 WIB

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Mengukur Kecocokan Jodoh Andre Taulany dan Amanda Rigby dari Weton: Banyak Rezeki Tapi Waspada Ujian

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 12:39 WIB

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Keberangkatan Skuad Bangladesh Jelang Hadapi Timnas Indonesia Diwarnai Aksi Bakar-bakaran Suporter

Bola | Senin, 21 September 2026 | 12:36 WIB

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

Kekeringan Parah Melanda Sri Lanka, Angkatan Udara Terbangkan Biksu untuk Berdoa Minta Hujan

News | Senin, 21 September 2026 | 12:35 WIB

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Review Film The Last Sunrise: Nikmatnya Jatuh Cinta di Detik-Detik Terakhir

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:34 WIB

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Novel Melodi Senin: Di Balik Kebiasaan Bolos, Ada Mimpi yang Dikejar

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

Mengapa Suara Nelayan Penting dalam Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta?

News | Senin, 21 September 2026 | 12:30 WIB

×