- Data Bank Indonesia pada 5 Mei 2026 mencatat penurunan harga komoditas hortikultura serta daging di pasar tradisional nasional.
- Bawang merah, telur ayam ras, dan gula pasir mengalami kenaikan harga sehingga membebani pengeluaran rumah tangga konsumen.
- Pergerakan harga beras di pasar menunjukkan tren yang bervariasi antara kenaikan dan penurunan pada berbagai kualitas produk.
Suara.com - Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Selasa (5/5/2026) menunjukkan tekanan harga mulai mereda pada sejumlah komoditas hortikultura, meski beberapa bahan pokok strategis seperti bawang merah, gula, dan telur ayam ras masih berada di level tinggi.
Berdasarkan Data Panel Harga Pangan Bank Indonesia (BI) yang dilihat melalui situs bi.go.id/harga pangan pukul 10.10 WIB, penurunan terjadi pada berbagai jenis cabai, daging, hingga sebagian kategori beras.
Namun di saat bersamaan, bawang merah dan bawang putih masih menjadi komoditas dengan harga tinggi yang membebani belanja rumah tangga.
Bawang merah ukuran sedang tercatat berada di harga Rp48.450 per kilogram, turun 5,33 persen atau Rp2.450 dibanding hari sebelumnya. Meski turun, komoditas ini tetap menjadi salah satu bahan pangan dengan harga tertinggi di kelompok bumbu dapur.
Sementara bawang putih ukuran sedang juga turun 2,15 persen menjadi Rp40.300 per kilogram. Koreksi ini memberi sedikit ruang bagi konsumen setelah sebelumnya kedua komoditas sempat melonjak tajam.
Pada kelompok beras, harga menunjukkan pergerakan campuran. Beras kualitas bawah I naik 3,78 persen menjadi Rp15.100 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II naik 1,37 persen ke Rp14.750 per kilogram.
![Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/08/85597-realisasi-penyerapan-beras-dalam-negeri-ilustrasi-beras-beras-bulog-ilustrasi-bulog.jpg)
Berbeda dengan segmen bawah, beras kualitas medium I justru turun 2,17 persen menjadi Rp15.750 per kilogram. Beras medium II naik tipis 0,63 persen ke Rp16.100 per kilogram.
Untuk beras premium, harga cenderung menurun. Beras kualitas super I turun 2,88 persen menjadi Rp16.850 per kilogram, sementara super II naik tipis 0,3 persen ke Rp16.950 per kilogram.
Dari kelompok cabai, penurunan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang anjlok 10,47 persen atau turun Rp6.400 menjadi Rp54.700 per kilogram. Meski turun tajam, harga cabai rawit merah masih menjadi yang tertinggi di kelompok cabai nasional.
Cabai merah besar turun tipis 0,81 persen ke Rp49.250 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting turun 3,31 persen menjadi Rp45.300 per kilogram. Penurunan paling dalam terjadi pada cabai rawit hijau yang merosot 30,43 persen ke Rp33.750 per kilogram.
Pada protein hewani, harga daging ayam ras segar turun 2,46 persen menjadi Rp37.650 per kilogram. Daging sapi kualitas I juga turun 3,99 persen ke Rp142.150 per kilogram, sementara kualitas II melemah 1,18 persen menjadi Rp138.300 per kilogram.
Di sisi lain, telur ayam ras segar justru naik 4,43 persen menjadi Rp33.000 per kilogram, menandakan tekanan pada sumber protein rumah tangga belum sepenuhnya mereda.
Untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, gula pasir kualitas premium naik 7,65 persen menjadi Rp21.800 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal naik 3,12 persen ke Rp19.850 per kilogram.
Minyak goreng menunjukkan pergerakan beragam. Minyak goreng curah turun 2,43 persen menjadi Rp20.050 per kilogram, tetapi minyak goreng kemasan bermerek I naik 3,78 persen ke Rp24.700 per kilogram dan kemasan bermerek II melonjak 6,35 persen menjadi Rp24.300 per kilogram.