- Harga berbagai komoditas pangan nasional di pasar tradisional mengalami kenaikan signifikan pada awal Mei 2026.
- Lonjakan harga mencakup bawang merah, aneka cabai, seluruh jenis beras, telur, daging, serta gula pasir premium.
- Kenaikan terjadi akibat tingginya permintaan masyarakat pasca libur panjang serta adanya hambatan dalam distribusi pangan wilayah.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan nasional di pasar tradisional kompak mengalami kenaikan pada awal Mei 2026.
Data Panel Harga Pangan Bank Indonesia (BI) yang dilihat dari situs bi.go.id/hargapangan pukul 10.02 WIB menunjukkan lonjakan paling tajam terjadi pada bawang merah, cabai, gula, hingga telur ayam ras.
Kenaikan harga ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah kebutuhan masyarakat yang tetap tinggi pascalibur panjang dan distribusi pangan yang di sejumlah wilayah masih menghadapi tantangan.
Beberapa komoditas strategis bahkan mencatat lonjakan dua digit hanya dalam sehari.
Berdasarkan data nasional rata-rata pasar tradisional seluruh provinsi, bawang merah ukuran sedang menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok hortikultura, mencapai Rp52.700 per kilogram setelah naik 14,57 persen atau Rp6.700 dibanding hari sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang dibanderol Rp42.750 per kilogram, naik 8,5 persen atau Rp3.350. Kondisi ini memperlihatkan tekanan berlapis pada kelompok bumbu dapur yang selama ini sensitif terhadap distribusi dan pasokan.
Dari kelompok cabai, cabai rawit merah tercatat sebagai komoditas termahal dengan harga Rp61.050 per kilogram. Meski turun tipis 0,89 persen, level harga masih sangat tinggi.
Sementara cabai merah besar naik 10,08 persen menjadi Rp54.600 per kilogram dan cabai merah keriting melonjak 13,17 persen ke level Rp52.850 per kilogram.
![Cabai rawit. {Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/07/13/79045-cabai-rawit.jpg)
Di sisi lain, cabai rawit hijau justru menjadi pengecualian setelah turun tajam 27,52 persen ke harga Rp35.300 per kilogram.
Penurunan ini memberi sedikit ruang bagi konsumen, meski belum cukup menahan tekanan keseluruhan harga cabai.
Untuk komoditas beras, seluruh kategori mengalami kenaikan. Beras kualitas bawah I naik 7,56 persen menjadi Rp15.650 per kilogram, beras kualitas bawah II naik 6,19 persen ke Rp15.450 per kilogram.
Beras medium I tercatat Rp16.350 per kilogram, naik 1,55 persen, sedangkan medium II naik 4,72 persen ke Rp16.650 per kilogram.
Adapun beras kualitas super juga meningkat. Beras kualitas super I naik 3,17 persen menjadi Rp17.900 per kilogram, sementara super II naik 6,21 persen ke Rp17.950 per kilogram.
Tren ini menunjukkan tekanan harga merata di seluruh segmen beras, dari bawah hingga premium.
Protein hewani pun tak luput dari kenaikan. Daging ayam ras segar naik 3,88 persen menjadi Rp40.200 per kilogram, telur ayam ras segar melonjak 7,1 persen ke Rp33.950 per kilogram.