Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
APBN bisa tekor karena pelemalahan tukar rupiah.
baca 10 detik
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi memperingatkan pemerintah mengenai potensi beban fiskal berat akibat pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak global.
  • Kebutuhan impor minyak yang tinggi dan kurs dolar yang menguat menyebabkan realisasi pasar melampaui asumsi dasar APBN tahun 2026.
  • Kondisi tersebut memicu risiko defisit anggaran karena pemerintah harus meningkatkan subsidi energi di tengah tekanan ekonomi pasar global.

Suara.com - Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengingatkan pemerintah pada efek pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak dunia. Salah satunya, bisa memberi beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menjelaskan, kombinasi penguatan dolar AS, naiknya harga minyak mentah global, dan tingginya kebutuhan impor energi Indonesia dapat memperbesar beban fiskal pemerintah, terutama ketika realisasi pasar sudah jauh melampaui asumsi dasar APBN.

"Jadi penguatan dolar ini berdampak terhadap, pasti adalah pelemahan mata uang rupiah, dong. Kemudian dibarengi dengan kenaikan harga minyak mentah, terutama adalah Brent Crude Oil dan WTI Crude Oil. Nah, kenaikan ini kan sudah melampaui keinginan di APBN, kan? Di APBN itu kan 70 dolar," ujar Ibrahim kepada Suara.com, Rabu (6/5/2026).

Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]
Pelemahan nilai tukar rupiah memberi beban ke APBN. [Antara]

Ia menjelaskan, asumsi harga minyak dalam APBN menjadi krusial karena menyangkut kemampuan negara menjaga subsidi, stabilitas fiskal, dan kebutuhan energi nasional.

Ketika harga minyak dunia bergerak jauh di atas target awal, ruang fiskal pemerintah otomatis menyempit.

"Kemudian Kementerian Keuangan bahwa (harga minyak) di 92 (dolar AS) itu masih bisa ditahan, lah. Masih bisa ditahan, artinya apa? Keuangan negara itu masih kuat untuk menahan gempuran akibat menguatnya ini, menguatnya harga minyak," jelasnya.

Ibrahim menilai tekanan tidak berhenti di harga minyak. Pelemahan rupiah juga menambah beban karena kurs asumsi APBN dinilai sudah tertinggal dari kondisi riil pasar.

"Kemudian rupiah pun juga di APBN kan dipatok Rp 15.000, Rp 15.500. Artinya apa? Ini selisihnya sudah banyak banget ini," katanya.

Ibrahim menuturkan, tekanan kurs dan energi menjadi lebih berat karena Indonesia masih harus mengimpor minyak dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan domestik.

baca juga

"Total kebutuhan minyak dalam negeri itu totalnya 2,1 juta barel per hari. Nah, yang dimiliki oleh pemerintah sendiri hanya 600 ribu barel per hari. Artinya apa? Pemerintah harus membeli minyak mentah sebesar 1,5 juta barel per hari," bebernya.

Ibrahim menambahkan, transaksi impor tersebut dilakukan menggunakan dolar AS, sehingga ketika dolar menguat dan kebutuhan meningkat, tekanan terhadap rupiah dan APBN menjadi berlipat.

"Nah, sehingga kebutuhan dolar ini cukup tinggi. Ya, kebutuhan dolar cukup tinggi karena kita harus membeli pakai dolar, kan?" pungkasnya.

Selain itu, sebagian besar kebutuhan energi nasional juga terkait subsidi BBM, sehingga lonjakan harga minyak global bisa memperbesar pengeluaran negara

"Dari 1,5 juta barel per hari, 65 persen itu kan disubsidi, kan? Mungkin antara 65 sampai 75 persen itu disubsidi," kata Ibrahim.

Dengan tekanan tersebut, ia menilai risiko fiskal ke depan tidak bisa dianggap ringan, terutama jika harga minyak tetap tinggi dan konflik global belum mereda.

"Karena harga minyak naik tinggi, kemudian kebutuhan dolar cukup besar, kemudian APBN dipatok 70 dolar per barel, kemudian rupiah di 15.500, ada kemungkinan besar akan terjadi defisit anggaran," pungkas Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:43 WIB

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Waduh! Subsidi & Kompensasi Energi Bengkak 266%, Tembus Rp118 Triliun

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 11:48 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB

Terkini

Penyebab Harga Emas Pegadaian Hari Ini Gagal Penuhi Ekspektasi Melesat

Penyebab Harga Emas Pegadaian Hari Ini Gagal Penuhi Ekspektasi Melesat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:10 WIB

Wujudkan Layanan Digital Setara, Menteri PANRB Gaungkan Konsep One Nation, One Experience

Wujudkan Layanan Digital Setara, Menteri PANRB Gaungkan Konsep One Nation, One Experience

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:08 WIB

Terus Memperkuat Sinergi, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital

Terus Memperkuat Sinergi, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:05 WIB

Harga Pangan Nasional Kembali Naik, Cabai Keriting Tembus Rp105 Ribu

Harga Pangan Nasional Kembali Naik, Cabai Keriting Tembus Rp105 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:04 WIB

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review

3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

Daniel and the Fiery Furnace: Rahasia Iman dan Api Pembuangan di Babilonia!

Daniel and the Fiery Furnace: Rahasia Iman dan Api Pembuangan di Babilonia!

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:00 WIB

Visual Tumpah-tumpah! Potret Memesona Yeji ITZY Saat Hadir di Jakarta

Visual Tumpah-tumpah! Potret Memesona Yeji ITZY Saat Hadir di Jakarta

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 10:00 WIB

5 Cara Membersihkan Sepatu Suede yang Terkena Lumpur Tanpa Merusak Teksturnya

5 Cara Membersihkan Sepatu Suede yang Terkena Lumpur Tanpa Merusak Teksturnya

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 09:59 WIB

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:59 WIB

×