Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Liberty Jemadu

Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
Penguatan IHSG pada 6 Mei 2026 belum mencerminkan perubahan fundamental karena aliran dana asing masih terus keluar Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Stabilitas rupiah krusial bagi investor asing untuk kembali berinvestasi secara berkelanjutan di pasar saham Indonesia.
  • Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026 yang didorong oleh akselerasi belanja pemerintah serta konsumsi domestik masyarakat.
  • Penguatan IHSG pada 6 Mei 2026 belum mencerminkan perubahan fundamental karena aliran dana asing masih terus keluar Indonesia.

Suara.com - Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi faktor kunci untuk menarik kembali minat investor asing ke pasar saham Indonesia, demikian disampaikan Head of Research and Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto.

Ia mengatakan selama volatilitas rupiah masih tinggi, investor global cenderung akan tetap berhati-hati dalam meningkatkan eksposur terhadap aset berdenominasi rupiah. Rully juga mewanti-wanti bahwa penguatan IHSG pada Rabu (6/5/2026) bukan mencerminkan perubahan fundamental karena aliran dana asing masih terus keluar dari Indonesia.

"Stabilisasi nilai tukar akan menjadi prasyarat penting untuk melihat pembalikan aliran dana asing yang lebih berkelanjutan,” ujar Rully di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Rully menjelaskan, bahwa penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini masih sejalan dengan sentimen global, dan belum mencerminkan perubahan fundamental yang signifikan.

Meskipun, data makroekonomi terbaru menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan ekspektasi, di antaranya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2026.

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].

“Masih terlalu dini untuk mengasumsikan bahwa penguatan ini akan berlanjut, mengingat aliran dana asing masih mencatatkan outflow dan belum terdapat katalis baru yang cukup kuat untuk mengubah arah pasar,” ujar Rully.

Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026, ditopang kuat oleh belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga selama periode Ramadhan dan Lebaran.

“Pertumbuhan 5,61 persen (yoy) ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah yang meningkat signifikan hingga sekitar 21,8 persen (yoy), serta konsumsi domestik yang solid. Strategi frontloading stimulus fiskal turut memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi di awal tahun,” ujar Novani.

Di sisi lain, lanjutnya, secara kuartalan ekonomi masih mengalami kontraksi sekitar 0,8 persen quartal on quartal (qoq), yang mengindikasikan adanya faktor musiman.

baca juga

“Kami melihat pertumbuhan berpotensi mengalami normalisasi pada kuartal berikutnya seiring meredanya efek Ramadhan dan Lebaran, serta berkurangnya dampak frontloading fiskal," ujar Novani.

Dari mancanegara, Ia mengatakan bahwa tekanan mulai terlihat melalui perlambatan ekspor dan peningkatan impor yang lebih kuat, serta kontraksi pada sektor pertambangan akibat pelemahan harga komoditas global.

Ke depan, Ia memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen sepanjang 2026, seiring inflasi yang relatif terkendali dan pertumbuhan yang masih solid.

Namun demikian, Ia mengingatkan bahwa risiko tetap ada, terutama apabila tekanan terhadap Rupiah berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, yang berpotensi mendorong kebijakan moneter yang lebih ketat.

“Pasar akan mencermati sejumlah katalis utama ke depan, termasuk hasil Market Accessibility Review MSCI pada Juni 2026 serta konsistensi kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah,” ujar Novani.

Adapun pada Rabu IHSG ditutup menguat 35,36 poin atau 0,50 persen ke posisi 7.092,47. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,18 poin atau 0,17 persen ke posisi 682,76.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Terkini

Mau Cuci Sepatu Running Sendiri di Rumah? Begini Cara yang Benar agar Tak Rusak

Mau Cuci Sepatu Running Sendiri di Rumah? Begini Cara yang Benar agar Tak Rusak

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 10:06 WIB

Dewan Adat Bone Sorot Status Gelar La Pateddungi Daeng Pasampo Listyo Sigit Usai Sadap Prabowo

Dewan Adat Bone Sorot Status Gelar La Pateddungi Daeng Pasampo Listyo Sigit Usai Sadap Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 10:03 WIB

Cedera saat Syuting Drama, Jo Aram Absen sebagai Presenter di KGMA 2026

Cedera saat Syuting Drama, Jo Aram Absen sebagai Presenter di KGMA 2026

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 10:00 WIB

Penerimaan Negara dari Minerba Tembus Rp141 Triliun

Penerimaan Negara dari Minerba Tembus Rp141 Triliun

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 10:00 WIB

Kawal Jokowi di Sidang Ijazah Palsu, Relawan Gibran: Tak Perlu Banyak yang Penting Solid!

Kawal Jokowi di Sidang Ijazah Palsu, Relawan Gibran: Tak Perlu Banyak yang Penting Solid!

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:59 WIB

Oppo Find N7 Siap Masuk Eropa, Kapan Meluncur di Indonesia?

Oppo Find N7 Siap Masuk Eropa, Kapan Meluncur di Indonesia?

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 09:59 WIB

Apakah Aman Menggunakan Vitamin C dan Retinol pada Hari yang Bersamaan? Ini Cara Pakainya

Apakah Aman Menggunakan Vitamin C dan Retinol pada Hari yang Bersamaan? Ini Cara Pakainya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 09:53 WIB

Bitcoin Cs Menguat, Indeks CFX10 Melesat 4,95%

Bitcoin Cs Menguat, Indeks CFX10 Melesat 4,95%

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 09:52 WIB

Sri Sultan HB X Minta Pemerintah Tak Pungut Pajak Membebani Rakyat: Bukan VOC, Semua Dipajak

Sri Sultan HB X Minta Pemerintah Tak Pungut Pajak Membebani Rakyat: Bukan VOC, Semua Dipajak

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:50 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.557.000/Gram

Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.557.000/Gram

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 09:47 WIB

×