- IHSG ditutup menguat 0,65 persen ke level 7.102 pada sesi pertama perdagangan Rabu, 6 Mei 2026.
- Penguatan IHSG dipicu meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen.
- Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar dan penguatan likuiditas di tengah ketidakpastian.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga sesi pertama perdagangan Rabu, 6 Mei 2026. IHSG tercatat naik sebesar 45 poin atau 0,65 persen ke level 7.102.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang kompak menghijau.
Sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah Amerika Serikat menyatakan operasi ofensif terhadap Iran telah berakhir.
Presiden Donald Trump juga mengindikasikan adanya jeda dalam operasi maritim di Selat Hormuz guna membuka ruang negosiasi ulang dengan Iran. Pasar melihat langkah ini sebagai sinyal positif menuju potensi kesepakatan yang dapat meredakan risiko geopolitik global.
![Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/16/61792-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Selain itu, Trump juga disebut akan membahas situasi Iran bersama Presiden Xi Jinping dalam pertemuan puncak pada 14–15 Mei mendatang. Hal ini dinilai sebagai upaya meredam ketegangan yang lebih luas.
Sementara itu dari dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia juga menunjukkan ketahanan. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2026, melampaui ekspektasi pasar.
Gubernur Perry Warjiyo menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan terhadap dolar AS. Strategi yang ditempuh meliputi intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pengetatan pembelian valuta asing.
"Hal ini memberikan harapan bahwa stabilitas rupiah tetap dapat terjaga di tengah ketidakpastian global," tulis Pilarmas dalam risetnya.
Untuk rekomendasi saham, Pilarmas merekomendasikan beli (BUY) untuk saham TOBA dengan rentang support di level 600 dan resistance di level 675.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I, sebanyak 21,10 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,44 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,46 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 396 saham bergerak naik, sedangkan 255 saham mengalami penurunan, dan 308 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain RICY, DEFI, PYFA, SURI, dan ABDA.
Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah YPAS, BOBA, URBN, RSGK, dan PNGO.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.