Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
Pelemahan Nilai tukar rupiah salah satu disebabkan oleh aturan Migas. [Antara]
baca 10 detik
  • Pengamat Ibrahim Assuaibi mendesak pemerintah merevisi Undang-Undang Migas demi menarik investasi asing guna meningkatkan produksi minyak domestik.
  • Indonesia saat ini mengimpor 1,5 juta barel minyak per hari akibat rendahnya produksi nasional dibandingkan tingginya kebutuhan.
  • Ketergantungan impor minyak meningkatkan permintaan dolar yang menekan nilai tukar rupiah dan membebani APBN secara signifikan.

Suara.com - Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mendesak pemerintah segera merevisi Undang-Undang tentang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) di tengah tekanan pelemahan rupiah dan meningkatnya harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.

Menurut Ibrahim, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak menjadi salah satu akar utama tekanan terhadap rupiah karena kebutuhan dolar AS untuk membeli energi terus membesar.

"Permasalahan utama dalam masalah migas ini kan harus kerja sama nih. Indonesia harus, pemerintah Indonesia harus kerja sama dengan asing," ujar Ibrahim kepada Suara.com, Rabu (6/5/2026).

Fasilitas Minyak dan Gas Milik MedcoEnergi. [Dok MEDC).
Fasilitas Migas.

Ia menjelaskan kebutuhan minyak nasional saat ini mencapai sekitar 2,1 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 600 ribu barel per hari.

Artinya, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1,5 juta barel minyak per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Pemerintah harus membeli minyak mentah sebesar 1,5 juta barel per hari," ujarnya.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut membuat kebutuhan dolar meningkat tajam, terutama ketika harga minyak global melonjak akibat konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur.

"Sehingga kebutuhan dolar ini cukup tinggi. Ya, kebutuhan dolar cukup tinggi karena kita harus membeli pakai dolar," katanya.

Ia menilai perbaikan struktural sektor energi menjadi penting agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor migas yang membebani kurs rupiah dan APBN.

baca juga

Atas dasar itu, Ibrahim mendorong pemerintah mengubah regulasi migas agar lebih menarik bagi investor, khususnya dalam eksplorasi dan pengembangan sumber minyak baru.

"Undang-Undang Migas-nya harus dirubah. Ini yang paling penting," kata Ibrahim.

Menurut dia, skema kerja sama migas Indonesia saat ini belum cukup kompetitif dibanding negara lain, sehingga investasi eksplorasi energi berjalan lambat.

Ia mengusulkan pemerintah memberikan ruang kerja sama yang lebih fleksibel dengan investor asing, termasuk soal pembagian hasil dan insentif pajak pada tahap awal eksplorasi.

"Pada saat mereka mencari sumber minyak ini, jangan dikasih pajak dulu. Karena pada saat mereka mencari kilang-kilang minyak itu pasti pengeluaran cukup tinggi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bond? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Terkini

5 Serum Viva untuk Kulit Kering dan Kusam, Bantu Wajah Lebih Cerah sesuai Review

5 Serum Viva untuk Kulit Kering dan Kusam, Bantu Wajah Lebih Cerah sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:14 WIB

Listyo Sigit Sadap Telepon Prabowo, Jejak Senjata Intai Pegasus dari Israel

Listyo Sigit Sadap Telepon Prabowo, Jejak Senjata Intai Pegasus dari Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:13 WIB

Syarat dan Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan setelah Terkena PHK, Ini Tahapannya

Syarat dan Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan setelah Terkena PHK, Ini Tahapannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:12 WIB

Apa Saja Ciri-Ciri HP Disadap? Kenali Tandanya dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Apa Saja Ciri-Ciri HP Disadap? Kenali Tandanya dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:11 WIB

Berkat KUR BRI, Pengusaha Kopra Asal Pati Berhasil Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Perluas Pasar

Berkat KUR BRI, Pengusaha Kopra Asal Pati Berhasil Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Perluas Pasar

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 10:11 WIB

Akhir Pelarian Pembobol ATM di Samarinda, Polisi Tangkap Pelaku hingga Jawa Barat

Akhir Pelarian Pembobol ATM di Samarinda, Polisi Tangkap Pelaku hingga Jawa Barat

Kaltim | Rabu, 04 November 2026 | 10:09 WIB

Listyo Sigit Cs Ditangkap, Media Asing Bongkar Isu Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Listyo Sigit Cs Ditangkap, Media Asing Bongkar Isu Makar di Balik Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:08 WIB

Mahfud MD: Penyadapan ke Presiden Prabowo Kejahatan yang Sangat Biadab

Mahfud MD: Penyadapan ke Presiden Prabowo Kejahatan yang Sangat Biadab

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:07 WIB

Mulai Antre Lagi, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.537.000/Gram

Mulai Antre Lagi, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.537.000/Gram

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 10:07 WIB

CFX10 Turun ke Level 923, Mayoritas Aset Kripto Masih Merah

CFX10 Turun ke Level 923, Mayoritas Aset Kripto Masih Merah

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 10:03 WIB

×