- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya kebocoran anggaran pengadaan 25 ribu motor listrik Badan Gizi Nasional di Jakarta.
- Celah pada perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran memungkinkan pengadaan motor untuk program Makan Bergizi Gratis tersebut tetap lolos.
- Kemenkeu telah memperbaiki sistem perangkat lunak dan memperketat pengawasan belanja kementerian demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kebobolan soal pengadaan anggaran motor listrik sebanyak 25 ribu unit oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menkeu Purbaya bercerita kalau pengadaan motor listrik BGN sebelumnya sempat ditolak. Namun itu bisa lolos karena adanya celah di software milik Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Itu software dari ditjen anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Ya kan? Kan kebobolan kan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Kamis (7/5/2026).
Belajar dari kasus itu, Bendahara Negara memastikan kalau pihaknya bakal terus mengawasi pengadaan belanja Kementerian Lembaga (K/L). Software milik DJA pun sudah diperbaiki.
"Rupanya ada kebocoran dari cara melewati itu sehingga softwarenya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita semaksimal mungkin," jelasnya.
Sebelumnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan pihaknya sudah melakukan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik dari target awal 25.644 unit.

Dadan bilang pengadaan motor listrik itu sudah dirancang dalam anggaran 2025 untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya motor listrik tersebut akan digunakan untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," kata Dadan dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/4/2026).
Diketahui Purbaya sudah mencopot Luky Alfirman selaku Direktur Jenderal Anggaran pada April lalu. Tak hanya Dirjen Anggaran, ia juga mencopot Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu.