Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
Ilustrasi. Pengembangan CNG untuk menggantikan LPG untuk kebutuhan rumah tangga memiliki tantangan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat. Foto ist.
  • Aspermigas ingatkan risiko keamanan CNG sangat tinggi untuk rumah tangga.
  • Tekanan CNG mencapai 25 kali lipat LPG, sangat rawan meledak jika malfungsi.
  • Pemerintah diminta evaluasi matang aspek keselamatan dan praktikalitas CNG.

Suara.com - Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal memberikan catatan terkait upaya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang sedang mengembangkan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti  liquefied petroleum gas (LPG). 

Moshe menilai pengembangan CNG untuk menggantikan LPG untuk kebutuhan rumah tangga memiliki tantangan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat. 

"Untuk industri sebenarnya sudah lama. Industri juga sudah didorong oleh pemerintah untuk menggunakan CNG, menggantikan LPG. Tapi kalau untuk masyarakat, apalagi rumah tangga, saya sih tidak begitu menganjurkan ya. Karena masalah risiko safety ini sangat-sangat besar," ujar Moshe saat dihubungi Suara.com pada Kamis (7/5/2026). 

Dia menjelaskan bahwa CNG memiliki karakteristik yang berbeda dengan LPG. Tekanan CNG mencapai 200–250 bar, sementara LPG hanya 5–10 bar. Artinya, tekanan CNG 25–30 kali lebih tinggi dan sangat beresiko meledak jika terjadi malfungsi. 

"Kebayangkan. Sedangkan LPG sering kita  dengar kan, banyak kecelakaan, tabung yang meledak dan lain sebagainya. Ini bayangkan, tekanannya itu setidak-tidaknya itu bisa 25 kali lipat daripada LPG," kata Moshe. 

Faktor keamanan inilah yang menjadi alasan utama mengapa pada saat program konversi energi tahun 2007, pemerintah lebih memilih LPG sebagai pengganti minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga.

Moshe mengakui bahwa CNG sudah lazim digunakan oleh sektor industri, seperti perhotelan dan restoran. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki kapasitas untuk menerapkan prosedur keamanan dan penempatan tabung yang ketat.

"Di hotel misalnya, tabung CNG bisa diletakkan di luar ruangan atau di area khusus untuk meminimalkan risiko. Namun, untuk skala rumah tangga hal ini sulit dilakukan karena tekanan CNG bisa 25 kali lipat lebih tinggi (dibanding LPG)," jelasnya.

Dengan besarnya risiko tersebut, Moshe meminta agar Kementerian ESDM  mempertimbangkan kembali pengembangan CNG sebagai pengganti LPG dengan berdasarkan aspek keselamatan dan lingkungan. 

"Jadi, tolong pemerintah pikir matang-matang, evaluasi  dengan benar, jangan berdasarkan feeling-feeling saja. Kalau mau implementasi sesuatu, tolong semua aspeknya, ekonomiannya, praktikalitasnya, manfaatnya bagi masyarakat seperti apa," kata Moshe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Terkini

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

1 Juni 2026 Masa Transisi, Tapi Petinggi Danantara Sumberdaya Indonesia Belum Diumumkan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:29 WIB