Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB
Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg
Ilustrasi tabung CNG. Foto ist
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM sedang menguji penggunaan Compressed Natural Gas sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga guna menekan ketergantungan LPG.
  • Pakar migas menilai CNG tidak praktis untuk rumah tangga karena membutuhkan tabung berukuran besar dan material sangat tebal.
  • Penggunaan CNG berisiko tinggi di pemukiman padat akibat tekanan ekstrem sehingga lebih disarankan untuk kebutuhan sektor industri saja.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah menjajaki penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga guna menekan ketergantungan pada LPG.

Salah satu langkah yang sedang diuji coba adalah pengemasan CNG dalam ukuran tabung 3 kilogram. Namun, rencana ini memicu diskusi hangat di kalangan ahli industri migas karena kendala teknis dan kepraktisan.

Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal, memberikan catatan kritis terkait dimensi fisik gas alam terkompresi tersebut.

Menurutnya, karakteristik CNG sangat berbeda dengan LPG, yang berdampak langsung pada bentuk dan bobot tabung di tangan konsumen kelak.

Dimensi Tabung: Isi 3 Kg, Ukuran "Raksasa"

Masalah utama terletak pada densitas atau kerapatan energi. Moshe menjelaskan bahwa CNG memiliki densitas energi sekitar 2,5 kali lebih rendah dibandingkan dengan LPG.

Artinya, untuk menghasilkan tingkat panas atau energi yang setara dengan 3 kg LPG, volume gas CNG yang dibutuhkan jauh lebih banyak.

"Bayangkan jika kita memikirkan tabung CNG 3 kilogram. Itu isinya, tetapi untuk mendapatkan densitas energi yang sama, fisik tabungnya sendiri kemungkinan besar justru akan lebih besar daripada tabung LPG 12 kilogram yang kita kenal sekarang," ungkap Moshe saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (6/5/2026).

Selain ukuran yang membengkak, tabung CNG juga menuntut spesifikasi material yang jauh lebih kokoh. Hal ini disebabkan oleh perbedaan tekanan yang mencolok:

baca juga

LPG: Hanya memiliki tekanan sebesar 5–10 bar.

CNG: Memerlukan tekanan ekstrem mencapai 200–250 bar.

Tekanan yang 25 kali lipat lebih kuat ini mewajibkan tabung dibuat jauh lebih tebal untuk menjamin stabilitas dan mencegah risiko ledakan.

"Ujung-ujungnya tabungnya jadi lebih berat. Sudah lebih besar, lebih berat pula. Bahkan bobot tabungnya bisa melampaui berat gas di dalamnya," tambahnya.

Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Harga Karbon Fiber dan Kompor Khusus

Sebenarnya terdapat solusi teknologi untuk mengatasi bobot tabung yang berat, yakni menggunakan material carbon fiber.

Namun, solusi ini terbentur pada faktor ekonomi masyarakat. Material tersebut diprediksi akan membuat harga tabung melonjak hingga 10 kali lipat lebih mahal dibandingkan tabung baja biasa.

Tak hanya soal tabung, perangkat memasak di dapur warga pun harus ikut berubah. Karena kandungan kalori CNG berbeda dengan LPG, kompor yang ada saat ini tidak bisa langsung digunakan. Nasabah atau masyarakat perlu melakukan modifikasi atau membeli kompor khusus yang sesuai dengan karakteristik gas alam.

Melihat berbagai tantangan teknis dan risiko keamanan tersebut, Moshe Rizal tidak merekomendasikan CNG sebagai pengganti gas melon 3 kg untuk skala rumah tangga kecil. Tekanan yang sangat tinggi dinilai terlalu berisiko untuk penggunaan di lingkungan pemukiman padat.

Ia justru mendorong agar pemanfaatan CNG diarahkan untuk sektor industri, seperti perhotelan dan restoran besar.

"Di hotel, tabung CNG bisa ditempatkan di area khusus atau luar ruangan untuk meminimalkan risiko. Untuk rumah tangga, hal ini sulit diterapkan mengingat tekanan gasnya yang sangat tinggi," jelas Moshe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Beda CNG dan LPG, Benarkah Lebih Murah dari Gas Melon 3 Kg?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:24 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bahlil Ungkap Keuntungan Pengembangan CNG Pengganti LPG

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:03 WIB

Terkini

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Masih Naik Tinggi Jadi Rp2.565.000/Gram.

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Masih Naik Tinggi Jadi Rp2.565.000/Gram.

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 10:02 WIB

Strawberry, Ice Cream, and You: Luka Keluarga yang Tak Mudah Disembuhkan

Strawberry, Ice Cream, and You: Luka Keluarga yang Tak Mudah Disembuhkan

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 10:00 WIB

Menapaki Jabal Rahmah, Bukit Penuh Kisah di Padang Arafah

Menapaki Jabal Rahmah, Bukit Penuh Kisah di Padang Arafah

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 10:00 WIB

Rekor Kandang Jadi Taruhan Gomes Jelang Duel Panas Madura United vs Arema FC

Rekor Kandang Jadi Taruhan Gomes Jelang Duel Panas Madura United vs Arema FC

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 09:59 WIB

4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh

4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 09:55 WIB

Habib Jafar dan Wamensos Bekali SDM Sekolah Rakyat Cara Mendidik Siswa

Habib Jafar dan Wamensos Bekali SDM Sekolah Rakyat Cara Mendidik Siswa

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:52 WIB

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bitcoin Melesat Tembus ke Level 80.000 USD Lagi, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

Peran Krusial Irjen Slamet Uliandi di Kasus Penyadapan Prabowo: Si Pemberi Izin Operasi Gelap

News | Jum'at, 06 November 2026 | 09:49 WIB

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend,  Bukti  Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

bank bjb Raih Pengakuan High Dividend, Bukti Fundamental Perusahaan Terjaga Solid

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Bolehkah Handbody Dicampur dengan Minyak Zaitun? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 09:48 WIB

×