Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 17:10 WIB
Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto Novian-Suara.com
  • Pemerintah kaji CNG untuk kurangi impor LPG yang mencapai 7 juta ton per tahun.
  • Bahlil sebut bahan baku CNG melimpah di dalam negeri, berbeda dengan bahan baku LPG.
  • CNG jadi alternatif kemandirian energi selain hilirisasi batubara menjadi DME.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membawa kabar segar terkait upaya kemandirian energi nasional. Pemerintah kini tengah serius mengkaji pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai jurus jitu mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang kian membengkak.

Hal tersebut diungkapkan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4/2026).

"Tadi saya laporkan adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita di sektor LPG," ujar Bahlil kepada awak media.

Bahlil menjelaskan bahwa CNG merupakan alternatif yang sangat rasional selain proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME). Alasan utamanya adalah ketersediaan bahan baku yang melimpah ruah di tanah air, berbanding terbalik dengan LPG yang pasokan bahan bakunya sangat terbatas di Indonesia.

"Kalau CNG itu adalah dari gas, tapi dia dari gas cair C1, C2. Dan itu industri di dalam negeri kita banyak," jelas mantan Menteri Investasi tersebut.

Secara teknis, Bahlil memaparkan bahwa konversi gas menjadi CNG memerlukan teknologi tekanan tinggi. "Dia memakai satu alat yang kemudian bisa ditekan sampai dengan 250 sampai 400 bar, tekanannya. Sehingga pemakaiannya itu bisa baik," tambahnya.

Penggunaan CNG sebenarnya bukan hal asing di telinga pelaku industri. Bahlil menyebutkan bahwa sektor perhotelan hingga restoran sudah mulai beralih ke CNG. Bahkan, infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) sudah tersedia.

"Sebagian SPBG sudah juga dipakai. Dan itu bahan bakunya tidak kita impor, semuanya dalam negeri," tegas Bahlil.

Langkah ini dinilai sangat mendesak mengingat angka impor LPG Indonesia sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Bahlil membeberkan data bahwa konsumsi LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun.

Mirisnya, produksi dalam negeri hanya mampu menyuplai sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton saja. Artinya, Indonesia dipaksa merogoh kocek untuk mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahunnya. Kehadiran CNG diharapkan mampu menjadi "obat penawar" atas ketergantungan impor tersebut sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

Isu Reshuffle Sore Ini, Bahlil: Ya Nanti Kita Lihat

News | Senin, 27 April 2026 | 13:48 WIB

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:04 WIB

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 00:02 WIB

Terkini

Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025

Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:02 WIB

Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional

Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:56 WIB

Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026

Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih 4,6 Juta Dolar AS di Kuartal I-2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:48 WIB

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:13 WIB

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:10 WIB

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:27 WIB

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB