Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
Ilustrasi uang kartal. (Pixabay/ WonderfulBali)
  • Bank Indonesia mencatat posisi uang primer pada April 2026 tumbuh sebesar 14,3 persen mencapai Rp 2.232,2 triliun.
  • Pertumbuhan uang primer dipicu oleh kenaikan giro bank umum sebesar 21,6 persen serta uang kartal 14,6 persen.
  • Kondisi ini mencerminkan stabilitas likuiditas nasional tetap terjaga guna mendukung aktivitas ekonomi yang produktif di masyarakat.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Uang Primer (M0) pada April 2026 tumbuh 14,3 persen. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan bulan Maret 2026 yang melonjak 16,8 persen.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengungkapkan, posisi uang primer tersebut masih tumbuh positif dan mencapai Rp 2.232,2 triliun.

"Ini mencerminkan terjaganya stabilitas likuiditas perekonomian nasional serta efektivitas instrumen kebijakan moneter BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Ramdan enjelaskan perkembangan uang primer tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia yang melesat sebesar 21,6 persen (yoy).

Selain itu, komponen uang kartal yang diedarkan juga mengalami kenaikan sebesar 14,6 persen (yoy), di mana pertumbuhan M0 adjusted ini telah mempertimbangkan secara saksama dampak pemberian insentif likuiditas melalui pengendalian moneter yang disesuaikan.

Secara lebih rinci, uang kartal yang diedarkan pada April 2026 menyentuh angka Rp 1.301,1 triliun. Dari total tersebut, jumlah uang yang beredar di luar bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) mencapai Rp 1.195,6 triliun. Sedangkan, uang tunai yang tersimpan di internal perbankan tercatat sebesar Rp 105,5 triliun. 

"Kondisi ini mengindikasikan bahwa kebutuhan uang tunai di tengah masyarakat masih tergolong cukup tinggi selaras dengan aktivitas ekonomi yang terus bergerak produktif," katanya.

Selain pertumbuhan pada sektor uang tunai, dana perbankan yang ditempatkan di BI juga menunjukkan tren peningkatan. Giro bank umum di BI tercatat mencapai Rp 454,2 triliun, sedangkan untuk posisi giro sektor swasta di BI berada di angka Rp 7,6 triliun.

Ramdan menambahkan, skema M0 ini berfungsi untuk menggambarkan perkembangan uang primer dengan mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas. 

"Sejak Januari 2025, Bank Indonesia telah melakukan penyesuaian perhitungan guna meningkatkan transparansi informasi keuangan dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi publik mengenai dinamika uang primer serta pengaruh kebijakan bank sentral terhadap stabilitas pasar," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Terkini

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:22 WIB

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:22 WIB

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:01 WIB

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Layanan Kereta Indonesia Disebut Sudah Setara Global

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:54 WIB

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB