Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Senin, 11 Mei 2026 | 07:55 WIB
Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya
Ilustrasi (ANTARA)
baca 10 detik
  • OJK melaporkan suku bunga kredit perbankan nasional turun menjadi 8,76 persen pada Maret 2026 akibat penurunan BI Rate.
  • Penurunan suku bunga ini memicu efisiensi biaya dana dan mendorong penyaluran kredit pada sektor produktif serta investasi.
  • OJK memastikan likuiditas perbankan memadai untuk mendukung sektor riil meskipun tetap mewaspadai risiko fluktuasi nilai tukar Rupiah.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membawa kabar baik bagi para pelaku usaha dan debitur di tanah air. Lembaga pengawas keuangan tersebut memproyeksikan tren suku bunga kredit perbankan nasional akan terus bergerak turun dalam periode mendatang.

Kebijakan ini didorong oleh melandainya suku bunga acuan serta semakin kokohnya struktur pendanaan perbankan domestik dalam menyokong stabilitas ekonomi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru Maret 2026, rerata tertimbang suku bunga kredit Rupiah telah menyusut ke level 8,76 persen.

Angka ini menunjukkan konsistensi penurunan jika dibandingkan posisi Februari 2026 yang berada di level 8,80 persen, bahkan merosot tajam dari periode Maret 2025 yang sempat bertengger di angka 9,20 persen.

Penurunan suku bunga ini merupakan dampak langsung dari transmisi kebijakan moneter. Dian menjelaskan bahwa penurunan BI Rate yang signifikan—dari 5,75 persen pada Maret 2025 menjadi 4,75 persen pada Maret 2026—telah memicu efisiensi pada biaya dana (cost of fund).

"Penurunan suku bunga kredit terutama terjadi pada sektor produktif, baik Kredit Modal Kerja maupun Kredit Investasi. Hal ini selaras dengan biaya dana yang lebih rendah serta kebijakan BI Rate yang terus menurun dalam setahun terakhir," ujar Dian dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Efisiensi tersebut terlihat dari rerata tertimbang suku bunga Dana Pihak Ketiga (DPK) Rupiah yang ikut melandai ke angka 2,66 persen.

Meski demikian, Dian mengingatkan bahwa penyesuaian bunga kredit di setiap bank tidak akan seragam, karena sangat bergantung pada strategi bisnis dan struktur biaya masing-masing institusi.

Likuiditas Melimpah, Sektor Riil Siap Diguyur Kredit

baca juga

OJK menegaskan bahwa kondisi likuiditas perbankan saat ini sangat memadai untuk membiayai sektor riil.

Optimisme ini diperkuat oleh indikator makroekonomi yang solid, di mana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 bertahan di level 122,89 dan PMI Manufaktur Indonesia tetap berada di zona ekspansif pada posisi 50,1.

Menariknya, meskipun fasilitas kredit yang belum ditarik (undisbursed loan) secara nominal meningkat menjadi Rp2.527,46 triliun, persentasenya terhadap total kredit justru menurun dari 29,77 persen menjadi 29,19 persen.

Fenomena ini menjadi sinyal positif bahwa penyerapan kredit oleh sektor produktif mulai meningkat, namun ruang pembiayaan baru masih terbuka sangat lebar.

Di tengah tren positif domestik, OJK tetap mewaspadai risiko eksternal. OJK berkomitmen memperketat pengawasan dan menginstruksikan perbankan untuk memperkuat mitigasi risiko melalui stress test guna menghadapi fluktuasi nilai tukar Rupiah.

"Kami terus mengimbau perbankan agar secara bertahap menyesuaikan bunga kredit dengan tetap menjaga rasio keuangan yang sehat dan memperhatikan kondisi pasar," tambah Dian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:02 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

KSSK Klaim Perbankan Nasional Tetap Solid di Tengah Ketidakpastian Global

Foto | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:57 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB