- Kejati DKI Jakarta menetapkan tiga petinggi PT LAT sebagai tersangka kasus korupsi manipulasi kredit bank BUMN.
- Tersangka memanipulasi agunan berupa invoice dan identitas untuk mencairkan kredit fiktif senilai Rp600 miliar sejak tahun 2024.
- Penyidik menahan ketiga tersangka dan terus melakukan pelacakan aset untuk memulihkan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana tersebut.
Suara.com - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan korupsi manipulasi pengajuan kredit terhadap salah satu bank BUMN.
Adapun ketiga tersangka yakni, BAA selaku Direktur Operasional PT LAT, BH selaku Direktur Utama periode 2015–2022 PT LAT dan saat ini menjabat komisaris, selanjutnya terakhir JB selaku Direktur Utama PT LAT sejak 2024.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Dapot Dariarma menjelaskan bila ketiganya diduga ikut serta dalam memanipulasi agunan dalam pencairan kredit fiktif melalui salah satu bank BUMN.
“Para tersangka selaku pengurus PT LAT diduga mengajukan dan menyalurkan pembiayaan yang tidak layak dengan cara memanipulasi agunan berupa invoice serta tidak melakukan penutupan asuransi,” kata Dapot, kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Akibatnya para tersangka berhasil mencairkan kredit senilai Rp600 miliar dari bank BUMN, bermodal dengan melalukan manipulasi identitas
Saat ini, lanjut Dapot, juga telah melalukan penggeledahan, penyitaan barang bukti, sampai dengan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Saat ini penyidik terus melaksanakan pengembangan, termasuk pemeriksaan saksi, ahli, serta pelacakan dan penyitaan aset guna pemulihan kerugian keuangan negara,” ujar Dapot.
Ketiganya kini ditahan di Rutan Salemba dan Rutan Cipinang, hingga 20 hari ke depan.
Sementara, mereka terancam dijerat Pasal 603 atau Pasal 604 jis. Pasal 20 huruf c dan Pasal 126 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. Pasal 18 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang PTPK.