Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 11 Mei 2026 | 16:21 WIB
Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban
Rupiah tercatat konsisten bergerak di zona merah sejak pembukaan pagi hingga akhirnya parkir di level Rp17.414 per dolar AS. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 0,18% ke Rp17.414 per dolar AS akibat tekanan global dan domestik.
  • Harga minyak dunia tembus $100 imbas konflik AS-Iran, memicu pelemahan mata uang Asia.
  • Investor asing lepas saham IHSG; pasar menanti data inflasi AS dan pertemuan Xi-Trump.

Suara.com - Nilai tukar rupiah gagal menunjukkan taringnya pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026). Mata uang Garuda tercatat konsisten bergerak di zona merah sejak pembukaan pagi hingga akhirnya parkir di level Rp17.414 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, pelemahan ini mencapai 32 poin atau 0,18% dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu. Senada dengan pasar spot, kurs referensi Jisdor Bank Indonesia juga menetapkan posisi rupiah di angka Rp17.415 per dolar AS.

Indonesia tidak sendirian. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau rontok dihantam kedigdayaan greenback. Peso Filipina menjadi yang paling babak belur dengan koreksi 0,84%, disusul Rupee India (0,80%), dan Baht Thailand (0,78%).

Indeks dolar AS yang merangkak naik ke level 97,99 mempertegas dominasi mata uang Negeri Paman Sam tersebut terhadap mata uang utama dunia lainnya.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa faktor geopolitik menjadi dalang utama. Pupusnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran pasar.

"Kondisi ini memicu kenaikan harga minyak mentah dunia kembali ke level $100 per barel, yang secara otomatis menekan mata uang negara-negara di kawasan regional," ujar Lukman.

Tak hanya faktor eksternal, kondisi domestik juga kurang mendukung. Investor asing terpantau masih gencar melakukan aksi jual (net sell) di pasar modal Indonesia, yang menekan posisi IHSG sekaligus rupiah.

Kini, pasar tengah memasang mode wait and see menanti rilis data inflasi AS serta pertemuan krusial antara Xi Jinping dan Donald Trump pada Kamis mendatang untuk menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:18 WIB

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×