Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Rupiah Bisa Tembus Rp18.000

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:34 WIB
Rupiah Bisa Tembus Rp18.000
Nilai tukar Rupiah resmi menembus level psikologis baru di angka Rp17.500 per dolar AS pada Selasa (12/5/2026). Foto Antara.
baca 10 detik
  • Rupiah terperosok ke Rp17.500 akibat lonjakan harga minyak dunia dan konflik AS-Iran.
  • Defisit transaksi berjalan dan aliran modal keluar memperparah kerapuhan nilai tukar.
  • Rupiah terancam tembus Rp18.000 jika tensi geopolitik global tak kunjung mereda.

Suara.com - Nilai tukar Rupiah resmi menembus level psikologis baru di angka Rp17.500 per dolar AS pada Selasa (12/5/2026). Ambruknya mata uang Garuda ini menjadi sinyal merah bagi beban impor dan stabilitas inflasi domestik yang kian terancam.

Kombinasi maut antara lonjakan harga minyak mentah dunia dan eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi motor utama yang menghantam Rupiah. Sebagai negara importir minyak, Indonesia kini terjepit dalam beban biaya energi yang membengkak, menciptakan lubang besar pada fundamental ekonomi.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menegaskan bahwa meski data pertumbuhan ekonomi dan ritel terlihat solid di permukaan, fondasi tersebut tak cukup kuat menahan terjangan faktor eksternal.

"Indonesia sangat tertekan oleh harga minyak dunia yang tinggi karena ketergantungan besar pada impor," ujar Lukman.

Pelemahan ini diperparah oleh kondisi internal yang kian mengkhawatirkan dimana defisit transaksi berjalan yang semakin melebar, penyusutan cadangan devisa hingga investor asing yang berbondong-bondong menarik modalnya dari pasar saham dan obligasi (SBN).

Pasar kini diliputi ketakutan akan potensi Rupiah yang merosot lebih dalam. Lukman memperingatkan bahwa level Rp18.000 bukan lagi sekadar prediksi pesimistis, melainkan ancaman nyata jika perang AS-Iran terus memanas.

"Apabila situasi tidak berubah, Rupiah mungkin mencapai level Rp18.000 dalam beberapa bulan ke depan," tegas Lukman.

Kini, bola panas berada di tangan otoritas moneter. Tanpa intervensi yang agresif dan efektif, volatilitas ini dipastikan akan memukul daya beli masyarakat melalui lonjakan harga barang impor (imported inflation) dan mengancam target pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rekor Terburuk Rp17.501, Beban Rakyat Kian Berat Akibat Harga Pangan yang Naik

Rupiah Tembus Rekor Terburuk Rp17.501, Beban Rakyat Kian Berat Akibat Harga Pangan yang Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:59 WIB

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Rekor Buruk, Rupiah Sentuh Level Rp17.500 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Pamer Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya Bandingkan Kinerja dengan Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:43 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB